Terima kasih untuk semua pembaca cerita Anyelir.
Kalau kalian sedang membaca bagian ini, artinya kalian sudah menemani perjalanan cerita Anyelir hingga selesai. Dari lubuk hati yang paling dalam, aku ingin mengucapkan terima kasih banyak.
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca karya yang mungkin masih jauh dari kata sempurna. Aku juga ingin meminta maaf sebesar-besarnya karena masih banyak kesalahan penulisan, alur cerita yang kurang rapi, atau bagian-bagian yang mungkin terasa kurang memuaskan. Sampai detik ini aku masih terus belajar menjadi penulis yang lebih baik. Meski begitu, kalian tetap memilih untuk membaca dan menemani cerita ini sampai akhir. Itu benar-benar berarti untukku.
Terima kasih banyak, teman-teman. Terutama untuk kalian yang menyukai cerita bertema kesehatan mental ataupun genre lainnya. Dukungan sekecil apa pun dari kalian menjadi semangat bagiku untuk terus berkarya.
Kalau kalian ingin bercerita, berbagi pengalaman, atau sekadar mengobrol, pintu DM Instagramku selalu terbuka. Kalian bisa menghubungiku di @desinta_mutady. Aku akan senang mendengarkan cerita kalian.
Oh iya, aku juga membawa cerita baru yang masih mengangkat tema kesehatan mental, berjudul Sudut Kecil Kota Bandung.
Cerita ini bukan lanjutan dari Anyelir, bukan juga kisah para tokohnya saat dewasa, ataupun cerita yang masih berada di semesta yang sama. Jadi, kalian bisa membacanya secara terpisah tanpa harus membaca Anyelir terlebih dahulu. Dan kalau kalian memilih untuk tidak membacanya pun tidak apa-apa. Aku tidak pernah ingin memaksa siapa pun untuk membaca karyaku.
Sejak awal, aku menulis karena ingin mengabadikan momen, perasaan, dan isi pikiranku dalam bentuk cerita. Jika ada di antara kalian yang bersedia meluangkan waktu untuk membaca dan menyukai karya-karyaku, itu sudah lebih dari cukup untuk membuatku merasa bahagia.
Sekali lagi, terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan Anyelir. Semoga kita bisa bertemu lagi di cerita-cerita berikutnya.
Dengan penuh rasa syukur,
Dedes Desinta
KAMU SEDANG MEMBACA
ANYELIR (END)
Fiction générale"Psikopat" "Pria itu seorang psikopat" Zia terkejut mendengar teriakan anak kecil. Apa maksudnya psikopat, siapa yang psikopat? "Jangan mendekat, ruangan itu milik psikopat" "Pergi...!" Dia menyuruh Zia pergi dari ruangan ini? Orang yang berada dida...
