Jimin melangkahkan kakinya di sepanjang koridor rumah sakit. Satu jam yang lalu Jungkook menghubunginya agar Ia menjemput Taehyung di rumah sakit dan JiMin sudah pasti menyanggupinya.
Langkahnya semakin membawa Jimin mendekat ke ruangan dimana Taehyung dirawat. Saat kakinya sudah tak jauh dari ruangan Taehyung maniknya bisa melihat sosok Jungkook yang tengah berdiri tepat di depan pintu ruangan Taehyung, pria bermarga Jeon itu tengah menunduk dalam.
Melihatnya seperti itu terbersit sedikit rasa simpati di hatinya. Dalam hati JiMin menyayangkan sikap Jungkook di masa lalu yang membuat sang sahabat terluka hingga memutuskan kabur ke luar negeri dulu.
Jika dulu Jungkook sedikit saja menurunkan egonya dan mau membuka hatinya untuk Taehyung mungkin pria itu tak akan seterpuruk ini sekarang.
"Jungkook, " Panggil Jimin pelan.
Jungkook mendongak dan langsung bertatapan dengan Jimin yang sedikit terkejut saat menyadari bahwa Jungkook sepertinya habis menangis terlihat dari jejak air mata yang belum sepenuhnya mengering di pipi tirus pria rupawan itu.
"Kau... terlihat berantakan, " Ujar Jimin dengan nada ragu.
Jungkook tersenyum kecil, pria itu menegakan tubuhnya dan menepuk pelan pundak Jimin.
"Tolong jaga dia, " Bisik pria itu dengan suara pelan sebelum melangkah pergi dari sana meninggalkan Jimin yang melihat kepergiannya dengan tatapan rumit.
.
.
.
.
.
Jungkook kembali ke apartemennya, menghiraukan panggilan dan pesan dari sang ibu yang mencari keberadaan sang anak. Wanita cantik itu bingung pasalnya Jungkook belum menampakan hidungnya di vila padahal acara sudah berjalan setengahnya.
Jungkook berjalan ke lemari dimana koleksi minuman alkoholnya berada dan mengambil beberapa botol minuman dengan kadar alkohol yang cukup tinggi. Pria itu berniat untuk kembali melanjutkan acara minumnya yang tadi sempat terhenti karena Jungkook harus pergi ke acara keluarga Kim.
Total mengabaikan perutnya yang bahkan belum terisi makanan.
Mendudukan dirinya di sofa ruang keluarga dan menaruh botol wine yang dibawanya di atas meja tepat di samping gelas yang beberapa jam lalu dipakainya untuk minum-minum.
Jungkook membuka tutup botol dan mulai menuangkan isi botol itu ke dalam gelas yang langsung Jungkook tenggak habis sekaligus. Jungkook ingin mabuk malam ini dan berharap alkohol bisa sedikit mengurangi kegundahan nya malam ini.
.
.
.
.
.
"Taehyung." Panggil Jimin saat keduanya kini sudah berada di mobil yang dibawa pria bermarga Park itu.
"Hm? " Taehyung menyahut pelan, pria itu tengah fokus memperhatikan keluar jendela, hazelnya nampak kosong.
"Apa kata dokter? " Tanya Jimin sambil menjalankan mesin mobilnya. Pria itu melirik Taehyung yang masih asik dengan dunianya sendiri.
Taehyung mengerjap mendengar pertanyaan dari Jimin, pria itu menghela nafas dengan pelan. "Tak ada yang istimewa, dokter hanya mengatakan asam lambung ku naik, itu saja. " Balas Taehyung berbohong. Untuk saat ini Taehyung akan menyimpan kabar kehamilannya untuk dirinya sendiri juga Jungkook.
"Benarkah? " Tanya Jimin sedikit tak yakin.
"Hmm" Balas Taehyung dan percakapan keduanya terhenti disitu karena Taehyung yang memilih memejamkan matanya dan Jimin yang enggan mengintrupsi Taehyung yang memang sepertinya tak ingin untuk sekedar mengobrol santai dengannya.
.
.
.
.
.
Seminggu berlalu setelah kejadian Taehyung pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Kini pemuda itu sudah kembali ke apartemen yang baru² ini dibelinya karena memang Taehyung akan lumayan lama berada di Korea untuk pembuatan butik barunya di Seoul.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEE U | Kookv
FanfictionBahkan setelah berpisah selama 5 tahun, perasaan keduanya masih tetap sama, masih tertuju pada orang yang sama, masih sebesar dan seluas seperti dulu sebelum egois memisahkan keduanya 5 tahun yang lalu.
