Chapter 45- Kecelakaan Nenek Raka

129 43 3
                                        

Happy Reading ♥



JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YA👉🏻

JANGAN LUPA FOLLOW AKUN
👇
IG: @aphroditee05

TIKTOK: @aphroditee579

Thankyou🍂


Semarang saat ini sedang mendung kontras dengan perasaan Ayah dan Bunda Raka. Setelah beberapa waktu yang lalu bertemu Dokter di rumah sakit Bhakti Dharma yang memberitahukan kondisi kesehatan Nenek yang semakin menurun hingga mengarah ke penyakit  Alzheimer yang menyebabkan komplikasi hingga ke jantung.

Penyakit Alzheimer adalah kondisi otak degeneratif yang menyebabkan penurunan progresif dalam sejumlah aspek. Mulai dari ingatan, kemampuan berpikir, bicara dan perilaku. Penyakit ini sebagian besar kasusnya terjadi pada mereka yang berusia lebih dari 60 tahun (lansia).

Selain obat-obatan medis, Ayah dan Bunda Raka juga melakukan pengobatan herbal untuk penyembuhan Neneknya.

Tiga orang berbeda generasi itu baru saja turun dari mobil untuk melangkah masuk menuju toko herbal yang menjual obat untuk penyakit yang di derita lansia.

Setelah mengambil obat, ketiganya bersiap di seberang jalan untuk kembali pulang. Namun, takdir berkata lain.

Brak

Sebuah mobil melaju dengan sangat kencang dari arah kanan dan menghantam tubuh Nenek Raka. Dalam sekejap, tubuh wanita paruh baya itu terlempar ke sisi jalan. Teriakan histeris dan suara rem mendadak memecah keheningan sore itu.

Orang tua Raka panik, berlari ke arah tubuh Nenek yang tidak berdaya. Warga sekitar mulai berdatangan; sebagian hanya tertegun menyaksikan kejadian itu, sementara yang lain segera menghubungi ambulans.

Tak lama kemudian, petugas medis tiba di lokasi. Melihat kondisi Nenek yang kritis, mereka sigap memasang tabung oksigen dan mengangkat tubuh ke atas tandu kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat.

Di sana, sebuah kenyataan terungkap—selain mengidap Alzheimer, Nenek juga ternyata menderita gagal jantung, penyakit yang selama ini ia sembunyikan dari keluarganya.

Kondisinya genting. Operasi mendesak harus segera dilakukan. Satu-satunya harapan hanya ada di Swiss, tempat rumah sakit dengan teknologi canggih dan tim medis terbaik yang mampu menangani dua kondisi berat itu sekaligus.

Bundanya Raka terus menangis melihat kondisi sang mertua yang terbaring lemah di atas tempat tidur rumah sakit, sementara Ayah Raka langsung menelpon Raka dan memberitahukan keadaannya sang Nenek saat ini. Suaranya berat dan penuh kekhawatiran, meminta Raka untuk segera menyusul ke Swiss.

"APA?" tanya Raka dengan wajah penuh kekhawatiran.

"Nenek butuh donor jantung Nak. Ayah sama Bunda berangkat hari ini ke Swiss. Kamu nyus—"

"Raka pesan tiketnya sekarang, ketemu disana, Ayah!" potong Raka.

Shena, yang saat itu berada di apartemen Raka, mendengar semua percakapan antara ayah dan anak itu. Raka sangat menyayangi neneknya. Tangan Shena perlahan terulur, menggenggam tangan Raka yang gemetar setelah mengetahui kondisi neneknya

"A—ku yang bakalan donorin jantung aku untuk Nenek kamu." Kalimat yang meluncur begitu saja dari mulut Shena membuat Raka terkejut bukan main. Baru saja mengetahui kecelakaan yang menimpa neneknya, kini mantan kekasihnya itu menawarkan jantungnya untuk neneknya.

"UDAH GAK WARAS LU?" bentak Raka. Jika Shena memberikan jantungnya pada nenek, bagaimana Shena bisa hidup? Raka tahu penyakit yang diderita Shena, tetapi ia tidak ingin egois. Demi menyembuhkan nenek, ia tidak mau mengorbankan orang lain.

RAKASKY  || TERBITCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang