Chapter 18-Saling Mengerti

383 159 43
                                        

Happy Reading ♥


JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YA👉🏻

JANGAN LUPA FOLLOW AKUN
👇
IG: @aphroditee05

TIKTOK: @aphroditee579

Thankyou🍂


Terlihat banyak mahasiwa maupun mahasiswi lalu-lalang kesana kemari. Ada yang bercanda di meja masing-masing, memesan makan di stand penjual makanan, para cewek sibuk memperbaiki lipstick sementara para cowok ada yang main game dan ngerokok. Biasalah aktivitas mahasiswa kalau berada di kantin itu beragam.

Hari ini perkuliahan wajib untuk mahasiswa semester akhir telah berakhir. Saat ini mereka sudah berada di kantin karena sudah waktunya makan siang. Raka, Angga, Dion, Bumi dan El berkumpul di pojok kantin, khusus mahasiswa fakultas geologi.

Nasi goreng dan es teh manis telah tersedia di atas meja kantin. Raka menyantap makanan di hadapannya dengan lahap seolah besok adalah hari terakhirnya di dunia. Bukan karena lapar namun itu kebiasaannya ketika sedang menghadapi jalan buntu dalam permasalahannya.

Angga sadar akan perubahan dalam diri sahabatnya ini. Bahkan sejak perkuliahan terkahir, Raka lebih banyak diam dari biasanya bahkan tidak fokus.

Selesai makan, Raka mengambil sebatang rokok dan pematik lalu mengisapnya. Ia menghembuskan asap rokok ke udara, seolah menikmati asap rokok yang bertebaran di sekitarnya.

Angga menyenggol lengan Raka. "Lu kenapa dah? Bukannya kemarin oke-oke aja?" kemudian meletakan ponselnya ke atas meja.

"Ada masalah?" timpal Dion

"Cerita bre cerita, kita sahabatan udah lama. Minimal bagi-bagi lah kelu kesahnya. Siapa tau kita bisa kasih jalan keluar," saran Bumi setelah menyeruput es teh hingga tandas lalu meletakan gelas di atas meja.

El menghentikan game di ponselnya. "Yoi bro, ada masalah ceita, rembukan, cari jalan tengah, kelarin, idup lu bahagia dan damai," ujar El dengan puitis.

Angga memutar bola matanya malas. "Berisik lu, sapi perah. Mending lu bayar makan sono, heran gua, omongannya selalu unfaedah," omel Angga.

"Anjir, gua cuma kaga mau temen gua galau merana melalangbuana padahal baru official beberapa hari yang lalu," tutur El, sedikit alay.

Tangan Bumi terulur menyumpal pisang goreng pada mulut El agar dia bisa diam sejenak. "Berisik anjir berisik,"

Raut wajah Raka sedikit berubah. Ia terhibur dengan tingkah laku sahabatnya.

"Gua sama Sky beda agama, gua baru sadar saat jemput dia hari minggu kemarin di gereja," ujar Raka.

"Agama. Lu bingung soal itu kan?" sela Dion dengan menopang kedua tangan di depan dada.

Angga menatap Raka dan Dion secara bergantian. "Lu bingung karena lu sama Sky beda agama. Sementara Dion, lu udah tau mereka beda agama tapi lu gak ngasih tau Raka kalo mereka berdua beda agama?"

Raka tercengang. Ia baru menyadari bahwa seharusnya Dion kasih tau dari awal kalau Raka dan Sky memang beda agama.

Dion menatap Angga. "Gua tau mereka beda agama." Kemudian menoleh pada Raka. "Tapi kalau gua kasih tau di awal apa lu akan berhenti ngejar temen gua? dari awal rapat Senat, gua tau tatapan lu itu beda ke Sky. Lu udah tertarik sejak awal, apa lagi saat Sky pingsan di rooftop. Lu orang yang paling panik di antara kita semua."

RAKASKY  || TERBITTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang