Happy Reading ♥
•
•
•
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YA👉🏻
JANGAN LUPA FOLLOW AKUN
👇
IG: @aphroditee05
TIKTOK: @aphroditee579
Thankyou🍂
•
•
•
Flashback
Unit apartemen 9904 tampak kacau balau. Plastik-plastik camilan berserakan di mana-mana, kaleng minuman bersoda tergeletak sembarangan di atas meja, dan asbak rokok penuh dengan puntung rokok yang menumpuk.
Dari arah dapur, terdengar suara El yang sedang sibuk dengan kuali dan kompor. Ia tengah memasak ikan kuah kuning, hidangan khas Indonesia Timur yang katanya turun-temurun dari keluarganya. Dulu saat masih maba—Raka dan Angga bolos kuliah. Mereka naik ke rooftop kampus, mencari udara segar—merokok lebih tepatnya. Di sana, mereka bertemu Bumi dan El yang sudah lebih dulu duduk santai di atas sofa usang berwarna abu-abu, masing-masing dengan sebatang rokok di tangan.
Asap tipis mengepul perlahan, terbawa angin sore yang lembut menyapu atap kampus. Obrolan ringan, tawa kecil, dan bunyi korek api yang menyala jadi latar bagi momen pelarian sejenak dari rutinitas perkuliahan yang membosankan.
Tidak jauh dari mereka, Dion duduk menyendiri di balkon rooftop. Ia tidak merokok, hanya duduk tenang sambil menatap pemandangan kampus dari ketinggian. Matanya menyapu deretan bangunan, pepohonan yang mulai menguning, dan mahasiswa lain yang berlalu-lalang di bawah sana. Dalam diam, ia tampak menikmati kedamaian yang tidak mereka dapatkan di ruang kelas.
Sementara itu, di ruang tengah, Angga dan Bumi duduk santai di atas lantai apartemen, masing-masing memegang stik PlayStation.
"GOOOOLLLL!" teriak Bumi dengan suara lantang, wajahnya berseri-seri setelah berhasil mencetak gol.
Angga menghela napas panjang, kesal. "Berisik, anjing. Budek nih kuping gua," gerutunya. Sejak tadi, suara mereka berdua memang paling mendominasi ruangan.
Bumi tertawa lepas. "Hahaha! Bilang aja lu iri karena belum bisa ngalahin gue dari tadi."
"Lah, 5–2 aja bangga lu," balas Angga, makin jengkel.
Perdebatan kecil itu jadi bumbu dalam permainan sepak bola virtual yang mereka mainkan. Angga sudah mencetak lima gol, sementara Bumi baru saja menyusul dengan gol keduanya beberapa menit lalu.
Dion duduk di ujung sofa single, tubuhnya sedikit membungkuk dengan mata terpaku pada layar ponsel. Jemarinya sibuk mengotak-atik sesuatu, entah membalas pesan atau sekadar menggulir media sosial. Ia sama sekali tidak peduli dengan suasana di sekelilingnya, tenggelam dalam dunia kecilnya sendiri.
Di hadapannya, Raka duduk santai di sofa putih panjang, memeluk gitar dan memainkannya secara acak. Petikan nadanya tidak jelas arahnya, hanya mengikuti alur pikirannya yang sedang melayang ke tempat lain. Wajahnya terlihat kusut, tenggelam dalam percakapan batin yang membuat dadanya sesak.
Bagaimana mungkin sosok yang dulu begitu menyukai Sky, kekasihnya, kini tiba-tiba berubah arah dan justru memintanya untuk selalu menemani Shena berobat? Apakah mereka lupa, enam tahun lalu Shena memutuskan Raka dan lebih memilih cowok lain? Raka tahu betul, Ayah dan Bundanya sebenarnya mengerti situasinya. Mereka tahu ia dan Sky sedang berpacaran. Namun, kenapa mereka memilih bungkam? seolah tidak ingin menentang keinginan Nenek yang terus-menerus menyuruhnya menemani Shena.
Keluarganya dikenal penuh kasih. Mereka peduli pada semua orang. Kecuali Shena. Dulu— Karena semua orang tahu, Shena yang memilih pergi meninggalkan Raka demi pria lain dan kehidupan barunya di Swiss. Dan sekarang, hanya karena ia kembali hanya menolong Nenek sekali, semua orang langsung melunak? Raka sulit menerima itu. Mustahil!
KAMU SEDANG MEMBACA
RAKASKY || TERBIT
RomanceKisah cinta Rakandra Danendra atau yang biasa di kenal dengan nama Raka, selebgram yang humble. Di pertemukan dengan Sky, cewek pindahan Jakarta yang cuek dan introvert. Awalnya Raka hanya penasaran sama Sky namun rasa penasaran itu berubah menjadi...
