Chapter 9- Bunga Matahari🌻

584 235 58
                                        

Happy Reading ♥


JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YA👉🏻

JANGAN LUPA FOLLOW AKUN
👇
IG: @aphroditee05

JANGAN LUPA FOLLOW AKUN 👇IG: @aphroditee05

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

TIKTOK: @aphroditee579

TIKTOK: @aphroditee579

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Thankyou🍂



Sejak mengantar Sky pulang semalam, usaha Raka tampaknya belum membuahkan hasil. Sky masih belum membuka pintu maaf. Kesalahan Raka yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar lalu datang begitu saja berharap dimengerti, jelas bukan sesuatu yang mudah dimaafkan.

Pesan yang ia kirim melalui Telegram sudah dibaca Sky sejak dua puluh menit lalu, tapi masih belum ada balasan. Bahkan centang biru itu seolah menertawakan harapannya sendiri.

Raka menghela napas panjang dan berat. Ternyata, untuk mendapatkan maaf dari Sky, sesulit itu.

Andai saja waktu bisa diputar ulang, Raka pasti akan langsung menghubungi Sky sesaat setelah tiba di Semarang. Tapi saat itu, kondisi neneknya—Yasira Fadila—tidak memungkinkan. Neneknya menderita dua penyakit yang cukup berat arthritis (radang sendi) dan demensia. Dua penyakit yang sering menyerang para lansia.

Kondisi semakin memburuk ketika orang tuanya, Adiatama Danendra dan Kirana Sasmaya, sedang melakukan perjalanan dinas dari kantor ayahnya ke Desa Sidokmukti. Di saat itulah, nenek yang sedang sendirian di rumah, diam-diam keluar untuk mencari angin sore.

Namun karena mengidap demensia, nenek tidak tahu jalan pulang.

Begitu kedua orang tuanya tiba di rumah dan menyadari nenek tak ada di sana, mereka segera melapor ke polisi. Polisi berhasil menemukan nenek dalam keadaan linglung dan lemas, bersamaan dengan kambuhnya radang sendi yang membuatnya kesakitan.

Orang tua Raka panik. Mereka tahu, hanya satu orang yang bisa menenangkan dan membuat nenek mau makan serta minum obat, adalah Raka.

Nenek sangat menyayanginya. Apapun yang Raka minta, selalu ia turuti. Hanya dengan suaranya, nenek bisa merasa tenang.

RAKASKY  || TERBITTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang