Chapter 7 Titip Nar-Nia

663 263 83
                                        

Happy Reading ♥



JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN 👉🏻

JUJUR ITU SANGAT BERARTI UNTUK AKU

OH IYA, KALIAN TAU CERITA INI DARI MANA?

TIKTOK👉🏻

INSTAGRAM👉🏻

PANTI ASUHAN MARGARETEN

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

PANTI ASUHAN MARGARETEN

Begitulah nama yang tercetak jelas di atas gapura saat bus melintasinya. Bus berhenti tepat di depan pintu masuk panti asuhan. Seorang ibu kepala biara bersama beberapa biarawati menyambut kedatangan rombongan mahasiswa Universitas Palapa Jogjakarta yang hari ini akan melaksanakan bakti sosial.

Raka melangkah lebih dulu, menghampiri ibu kepala biara.

Ibu kepala tersenyum ramah. "Selamat siang, Mas Raka. Ini semua teman-teman yang akan melaksanakan baksos hari ini?"

"Selamat siang, Ibu. Betul, ini teman-teman saya. Hari ini kami akan melaksanakan baksos, dan sore nanti kami langsung kembali," jelas Raka sopan.

"Baik, silakan masuk ke ruang serbaguna," ajak ibu kepala.

"Sebentar, Bu. Kami ambil dulu bansos yang akan diserahkan ke panti," ujar Raka.

Ibu kepala mengangguk, tetap dengan senyum hangatnya. "Baik, kalau begitu, kami ke dalam dulu untuk mengajak anak-anak ke ruang serbaguna."

Raka kembali mengangguk sebagai jawaban.

Fyi, Raka sudah beberapa kali datang ke Panti Asuhan Margareten sejak dua tahun lalu. Saat itu, sepulang kuliah, ia menyaksikan kecelakaan—seorang pengendara menabrak lari seorang suster dan anak perempuan yang baru turun dari angkot. Raka menolong mereka dan membawa ke rumah sakit. Suster Ruth dinyatakan meninggal dunia, sementara anak itu, Tania, mengalami cedera kaki.

Polisi menghubungi ibu kepala biara. Saat itulah Raka bertemu untuk pertama kalinya dengan ibu kepala dan Tania. Sejak itu, Raka sering menyempatkan diri berkunjung untuk memberikan semangat bagi Tania.

Kini, semua bantuan sosial telah tertata rapi di atas meja panjang berwarna cokelat. Raka membagi tim menjadi dua. Tim Canopus terdiri dari Raka, Sky, Draco, Valen, Berly, Edrea, dan Hector. Sementara Tim Capella terdiri dari Angga, Dion, El, Elen, Bumi, Hector, dan Nino.

"Loh, Kak? Aku sama siapa kelompoknya?" Ayara cemberut ke arah Raka.

"Gak usah manja. Lu bisa gabung tim mana aja," cibir El.

Angga mendecak. "Mulai drama!"

"Sayang, jangan gitu," tegur Valen, menoleh pada Angga.

"Cantik, sini masuk tim Mas Bumi," gombal Bumi yang langsung mendapat lirikan tajam dari Elen. "E-eh, gak jadi. Terserah lu mau masuk mana," lanjutnya tergagap.

RAKASKY  || TERBITTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang