22

188 3 0
                                        

             happy reading!

setelah tadi mereka menempuh perjalanan yg panjang sampainya dewa Dan nalea mereka langsung mengistirahatkan tubuh mereka masing-masing

siang telah bergantikan malam, nalea sudah bangun Dari tidur nya ia juga sudah memasak makan malam

stelah itu ia menuju kekamar Dan membangukan dewa untuk makan malam

"mas"ucap nalea setelah mengabiskan makannya,dewa juga sudah menyelesaikan makannya kini menatap nalea dengan tatapan bertnya

"aku mau pu-punya anak d-

ucapan terpotong oleh dewa

"jangan terpaksa nal, aku ga mau kalo bukan keinginan kamu sendiri" ucap dewa sembari mengelus jemari nalea dengan amat lembut, wajah pria itu menatap nalea dengan lembut namun juga serius

"engga mas ak-

"engga sayang.." ujar dewa setelahnya pria itu berdiri dan berjalan menuju rung kerjanya

nalea menatap punggu suaminya dengan tersenyum hangat, dewa sangat pengertian ini yg membuat nalea nyaman dengan pria itu, tetapi ia bingung harus bagaimana, entah bagaimana caranya untuk mengajak berhubungan intim, nalea tak tahu bagaiman caranya..

_______

nalea tengah menatap dirinya di cermin lebar di kamar mandi ia menatap penampilan nya dengan baju ketat terbuka menampakan belahan dada nya dengan panjang baju di atas lutut lengan baju saja tak ada, hanya tali tipis menahan di pundaknya

kenapa ia senekat ini? alasannya adalah karena ini satu-satunya jalan agar dia bisa memancing dewa, mengapa nalea dapat berfikir sejauh ini? jawabannya adalah ini semua ide sahabat nya

mereka memberi ide ini dan bahkan mereka juga yg telah mengirim baju dinas ini ke rumah dewa, tanpa sepengetahuan dewa, pria itu tak keluar ruang kerja nya sedari makan malam tadi jadi nalea masih memiliki waktu untuk mencetarkan diri

srot-srot-srot

decitn suara semprot an parfum tak banyak hanya 5× semprot

tok-tok-tok

seketika pergerakan nalea terhenti ia degdegan setengah mati, takut-takut dewa curiga dengan nya

"iya mas, aduh aku mules"sudah pasti nalea harus berakting

"yaudah mas ke kamar mandi dapur aja" jawab dewa dari kamar

nalea bernafas lega walau jantungnya masih berlari kencang

saat dia rasa dirinya sudah oke dia keluar kamar mandi berjalan dengan terburu-buru menuju kasur, menelusupkan seluruh tubuhnya di sana

cklek

dewa menatap nalea dengan heran, juga nalea sedang gugup saat ini

dewa yg tak mu mencurigai istirinya pun duduk di ujung kasur membelakangi nalea ia membuka hp nya

aduh gimana ini dalam hati nalea, sebab ia bingung harus mulai dari mana, tiba-tiba terlintas ide cemerlang

grep.

dewa terkejut kenapa tiba-tiba nalea memeluknya

tangan yg tadinya hnya melingkar di perutnya kini sudah bergerak mengusap nya dengan gerakan lambat namun tidak baik untuk respon yg begitu cepat di dalam nya

tak hanya sampai di situ tangan nalea turun menuju titik laki-laki sebelum sampai dewa sudah mecegahnya

"jangan gini sayang" ucap dewa dengan susahnya

"Hem"

naleaenarik kembali tangan nya lalu turun dari kasur dan berdiri di hadapan dewa yg duduk

dewa menatap penampilan istri kecilnya dengan intens

"ngapain pake baju kaya gini" tanya dewa dengan sedikit terdengar nada terburu-buru

"engga" jawab nalea yg mengelus belakang kepala dewa naik turun

dewa yg tak tahan pun menarik nalea dan membantingnya ke atas kasur

dia tersenyum miring dengan tangan yg mengelus pinggang ramping nalea

"udah berani ya sekarang"ucap dewa dengan suara serak basah

nalea tak kuat, sekarang ia merasa takut

cup

dewa melumut bibir nalea dengan sedikit terburu-buru seperti setan dalam dirinya sudah tak sabaran

nalea awal nya bingung harus berbuat apa, namun ia tak bodoh ia juga sering melihat yg begini di film tapi ini yg pertama dalam hidupnya

"aku sayang mas"

"mas jauh lebih sayang kamu"

------------------

hai semua, maaf ya baru up
setelah sekian lamanya aku baru bisa up, kemarin sempet menghilang sekejap mata

nih yg udah pada nanyain kapan update

segini aja
arighato zaimash🙏

Suamiku Dosenku!! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang