Kandungan nalea sudah menginjank 2 bulan, belum ada tanda2 ngidam pada sang bumil, tetapi itu tidak lah berlaku untuk kini karena tiba-tiba rasa nya nalea si bumil ini terbangun di jam 01.33 dini hari, dirinya seperti menginginkan sangat buah mangga pangkal, ia bahkan sudah membayangkan bagaimana saat memakannya ahh nalea sudah tak tahan.
Ia bersandar pada sandaran kasur melihat suaminya yg tertidur pulas membuatnya tak tega, namun untuk kali ini ia harus tega, karena ini sudah kemauan si bayinya langsung loh.
"Mass.. " Ucap nalea lembut, sebenarnya ia sungguh sangat-sangat tak tega.
"Hmm, kok bangun, kenapa sayang? " Ucap dewa dengan suara serak khas bangun tidur tetapi mata pria itu masih meram.
"Mas aku mau ngomong sesuatu" Ujar nalea
"Ngomong aja sayang" Ucap dewa dengan mata masih terpejam tetapi tangan beliau mengusap perut yg sedikit buncit itu
"Tapi jangan marah" Kalau sudah ada kata seperti itu dewa membuka matanya sepertinya ini obrolan serius ia pun bangun dari tidurnya lalu mengecup jidat nalea setelahnya menyenderkan tubuhnya di sandaran kasur
"Iya, kenapa sayang"
"Eum, mau mangga pangkal mass.. " Ucap nalea yg mampu membuat rasa kantuk dewa hilang pria itu menatap lekat2 nalea campur rasa tak percaya
"Yg bener aja sayang, ini mau jam 2 pagi" Ujar dewa, ia menatap tak percaya
"Ihh, ini kemauan si debay bukan aku" Ucap nalea tak Terima ia sebal dengan dewa, toh dia tinggal mencarinya saja susah banget
"Yaudah aku cari dulu ya, kalo lama gapapa?hm?" Dewa mengucek matanya yg masih terasa ngantuk, sebelum beranjak dari kasur ia berhenti ketika nalea berkata.
"Tapi kamu harus manjat pohon punya orang" Ucap nalea, dewa kembali memasang wajah tak percaya pada nalea.
"Sayanggg yg bener ajaa" Dewa merengek
"Kamu mau nanti anak kita ileran karna ngidam aku ga di turutin sama kamu" Dewa menggeleng lalu sebelum ia beranjak dari kasur ia mengambil hpnya di nakas, ia mencari nomor seseorang untuk membantunya mencari buah yg di maksud nalea.
"Halo.. "
"____"
"Tolong temani saya mencari pohon mangga pangkal, saya mau minta untuk nalea"
"____"
"Ya"
Tutt..
_________
Dengan tekat menyenangi hati istri dan menuruti keinginan anaknya yg dalam kandungan ia tak memandang seberapa curam rintangannya walau awalnya ia ragu sih. Tapi itu tadi sekarang ia sudah membangun tekat bahwa "kemauan istri yg bahkan lebih menyulitkan dari pada berlari mengelilingi stadion besar sebanyak 1000 kali dalam 30 menit, ia tak akan kenal lelah dan takut"
Tetapi beda cerita jika melihat phon mangga tua yg tingginya bisa mencapai orang setinggi 300 meter itu bahkan membuat dewa merinding.
Seorang lelaki di samping dewa yg bernama dika, ia karyawan yg biasanya suka berbincang santai dengannya itu berdiri di sebelahnya keduanya mentap pohon itu dengan keheningan namun berbeda di hati mereka mengucap ampun dengan tak terhinggap
Dika menengokan kepalanya "bapak yakin pak bisa naik?" Tanya dika tanpa rasa takut dan tanpa nada meremehkan, jujur dirinya degdegan dan sama seperti bosnya di sampingnya.
"Demi si bayi saya yakin" Mengucapkannya dengan lantang tanpa ada keraguan tanpa rasa takut namun tegang dikit.
Dewa melangkah lebih dekat dengan phon lalu menumpu kaki kirinya di sela2 phon dan tangan kanannya memegang sisi lain, ia merangkak hingga atas phon dengan tenaga nya dengan jerih payah nya dan dengan tekatnya memenuhi ngidam pertama sang istri yaitu, nalea tercinta.
Saat dewa berhasil sampai di batang phon dan duduk di sana ia bernafas lega, sama dengan dika yg sedari tadi mengawasi bosnya takut terjatuh.
Dewa mengengok ke kanan ke kiri dan...
Cringgg...
Warna kuning yg pekat menyilaukan gelap malam, itu mangga tapi mangga matang, karna ia tak tahu bagaimana bentukan mangga pangkal dan lainnya ia pun mengambil asal mangga ada yg ukurannya setengah dari kelopak tangan dewa ada yg se genggam tangan dewa namun berwarna hijau dan yg berwarna kuning.
"Hey, kamu tangkap ya, jangan sampai jatuh" Ucap dewa
"Siap pak"
KAMU SEDANG MEMBACA
Suamiku Dosenku!!
Teen Fiction。Di jodohkan dengan Dosen。 CERITA INI MURNI ATAS PEMIKIRAN SAYA *Nalea aqela karima* Seorang gadis cantik yg di jodohkan oleh bunda nya atas wasiat sang nenek meminta salah satu anak dari *Karima* sang bunda, untuk menjodohkan satu cucu nya, yaitu *...
