25

57 0 0
                                        

Nalea menekan tombol power pada hpnya dan terpampang nama pertama yg tertulis di situ "mas dewa" nalea membuka kolom chatnya lalu mendapati kiriman beberapa buble dari sang suami

Namun saat akan mengetik jarinya berhenti, kala mendengar salam dari arah ruang tamu

Suara amat sangat familiar yg dapat ia tebak adalah suaminya dan Kaka nya, mengingat suaminya bersama kakanya nalea kembali bt

Ia tak tertarik untuk menyambut suaminya, karima juga telah berjalan mendekati mereka

Ia mengalihkan perhatian nya pada sekitarnya dan memutuskan untuk menyibukan diri dengan mengscrol aplikasi yg bergambar di genggam nya

Namun ia dapat merasakan seseorang berjalan mendekat dan..

Srekk

Dewa memeluknya dari belakang, posisinya ia yg duduk di bangku meja pantri yg cukup tinggi kini menyamai tingginya saat berdiri dan itu setinggi dada bidang dewa

Nalea tak bergeming ia akan melihat tindakan dewa selanjutnya

"Kamu ga baca chat mas?"tanya dewa dengan dagunya yg di tumpu di pucuk kepala nalea, dengan tanggan yg memeluk pinggang ramping nalea

Diam..

Nalea hanya diam tanpa berniat menjawab pertanyaan dewa

Dewa yg tak mendapatkan respon sang istri pun menyerit kebingungan, kenapa nalea, pikir dewa dalam hati

Nalea terus menyibukan dirinya dengan benda pipih itu

"Kamu kenapa sayang?,hm?" Tanya dewa kembali dan tetap tak mendapatkan respon dari sang lawan bicara

"Kamu marah sama mas?" Tanya nya kembali

Iya lah pake nanya lagi,ucap nalea dalam hati

"Mas minta maaf ya,tadi mas udah cari kamu, mas keliling rumah ini tapi kamu ga ada, kata bunda kamu keluar dan bunda ga tau kamu kemana" jelas dewa dengan tangan kanan mengusap pucuk kepala nalea sedangkan tangan kiri mengusap pundak kiri nalea

"Awas ah"ucap nalea dengan menggoyangkan pundaknya agar tangan dewa luruh dari bahunya

Dewa menatap punggung istrinya, apa dia cemburu,ujarnya dalam hati

________

Dubrakk

"Kenapa sihh, gua sebel banget sumpah, kenapa dia ga ngerti, masa kaya gitu aja dia ga tau ihh, huaaaa" oceh nalea dengan tubuh yg di hentak2 di atas kasurnya, kedua tangannya memukul sisi secara abstrak, di akhiri dengan air mata yg menetes tanpa di minta

Setelah kurang lebih sudah 10 menit nalea menangis tanpa henti kini harus terjeda

Tok tok tok

Suara ketukan pintu membuat nalea mendesah kesal, ia menghapus sisa air matanya walau masih banyak tersisa di dalamnnya yg mendesak untuk terus keluar, namun ia berusaha se maksimal mungkin untuk mmenahannya

"Iya sebentar!!" Teriak nalea dari dalam kamar

Ceklek

Sang bunda yg datang dengan secangkir teh hangat di atas nampan, ia tersenyum manis menatap anak nya yg paling kecil ini

Nalea mempersilahkan karima untuk masuk lalu ia menutupnya kembali

"Bunda ngapain bawain nalea teh"
Tanya nalea yg kembali naik ke kasur merebahkan dirinya di sana

Suamiku Dosenku!! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang