24

129 4 0
                                        

Happy reading all!

Garis dua dengan berwarna merah, 5 benda panjang itu sama hasilnya

Nalea tersenyum dengan perasaan amat sangat bahagia

Tak di sadari air mata menetes

Ia mengusap perut ratanya dengan sayang, nalea akan menjadi seorang mama, menjadi seorang yg dia takuti namun ia inginkan

Nalea terus mengucap syukur kepada tuhan, atas ini semua.

Ia berdiri lalu membawa tespek nya dan memasukan nya ke dalam tas selempang yg tadi ia gunakan.

Tubuh terasa lelah, padahal hari ini dia tidak berkegiatan yg melelahkan, tetapi tubuhnya sangat lelah.

Setelah nya ia menidurkan dirinya di kasur dan tidur.

Tak berselang lama nalea sudah tertidur pulas dengan jemari yg perlahan memelan dan berhenti mengusap perut nya.

_________

"Hoam"

Nalea terbangun dari tidurnya, karna rasa lapar,, mau tak mau ia bangun dan mencuci mukanya, setelah itu keluar kamar dan menuju dapur

Rumah ini terasa sepi

"Dek, udah bangun" ujar karima dari pintu menuju halaman, ia membawa keranjang yg berisi tomat-tomat

Nalea mengangguk, ia menatap tomat bulat yg amat segar itu, rasanya ia menginginkan nya

"Bunda abis metik tomat"ujar karima, ia meletakan keranjang tomat di atas meja pantri lalu mengambil wadah di dalam lemari piring

"Bunda, nalea mau dong" ujar nalea, karima bingung, apa yg nalea inginkan?

Nalea yg melihat kebingungan bundanya pun membuka suara

"Mau tomatnya Bun"

Karima terkejut, tomat?
Nalea tak menyukai tomat lantas?

"Mau kamu apain tomat ini dek?" Tanya karima dengan tangan yg bolak-balik memindahkan tomatnya

"Mau aku makan lah" jawab nalea

"Yg bener kamu, kamu ga suka tomat loh"ujar karima mengintimidasi

"Pengen coba aja Bun, keliatan nya seger makanya aku jadi kepengen" jawab nalea dengan sedikit nada cengengesan

Karima mengangguk, ia mengambil 2 buah tomat lalu mencucinya, memotongnnya dan menaruhnya di piring kecil

"Makasih bunda"

Nalea memutar meja pantri lalu ia duduk, menatap tomat potong-potong itu dengan berbinar

Menusukkannya dengan garpuh dannn... Happ

"Heumm" seru sang empu

Karima memperhatikan anak bontotnya dengan heran, sejak kapan anaknya ini mau memakan tomat

"Enak Bun manis-manis asem gitu" ujar nalea dengan tubuh ke kanan ke kiri

"Iya-iyaa bunda tau rasa tomat, yaudah makan yg banyak yah_"

"Kamu belum makan kan dek, bunda ambilin ya" ucap karima, nalea hanya mengangguk saja

Nalea terus mengucap kata enak, manis, asem bangettt dll.

Setelah selesai menghabiskan makannya, nalea berjalan mendekati bunda nya dan ikut duduk di sampingnya, karima sedang menonton sinetron, nalea bersandar di pundak karima

Tak lama muncul iklan yg membuat jeda

Nalea teringat dewa yg belum juga pulang

"Bundaa"

"Apa sayang" jawab karima

"Mas dewa belum pulang juga" ujar nalea, karima mengangguk

"Macet nak, tadi narra kabarin bunda", jelas karima sambil mengusap jemari anaknya

"Mas dewa sama narra Deket banget ya Bun"ucap nalea, ia menjadi sensitif jika melihat dewa dan narra

"Mereka kan pernah sahabatan dulu nya dek" jelas karima

Nalea tahu bahwa dewa dan narra mantan sahabatan, tetapi kenapa rasanya nalea begitu cemburu padahal narra kakaknya sendiri

Nalea tak berbohong bahwa dirinya benar-benar cemburu

"Kenapa memang nya kok kamu nanya kaya gitu" tanya karima dengan heran, sebenarnya karima sudah menyadari hal itu

"Mas dewa kok kaya lupa sama aku ya Bun" ujar nalea, karima terkejut dengan ucapan nalea, ia tak mau anaknya berasumsi seperti itu

"Engga sayang, emang dewa gak kabarin kamu"

Nalea baru teringat bahwa hpnya lowbat dan ia chas di dapur, tanpa mengatakan apapun ia berjalan ke dapur, mencabut hpnya dan membuka chat

Mas dewa

Sayang kamu kemana?
11.07
Sayang mas izin ya keluar sama temen mas, tadi mas mau ajak kamu tapi kamu ga aada
11.02
Mas kejebak macet nih nal
15.33

Suamiku Dosenku!! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang