Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Saat di rumah sakit mereka masih diam satu sama lain, tidak ada percakapan pada akhirnya salah satu dari mereka membuka pembicaraan
"kok bisa ini, kalian ketemu abang dimana? coba ceritain gimana kejadian nya...."
"kita tadi habis pulang latihan, kita posisinya pake motor jadi ditengah perjalanan kita liat kerumunan"
"kita samperin terus kita tanya orang di situ tentang ada apa terus, ni monyet liat ternyata abang lu kecelakaan"
Ishfara hanya mendengar mereka dengan seksama, tak lama kemudian Raden berpamitan karena hari sudah cukup larut dan hanya tersisa Nakula dan Ishfara.
Nakula menatap Ishfara yang sedang melamun, lalu ia berniat bertanya
"kamu kenapa?? melamun terus ceritakan ke saya kalo ada apa-apa, biar saya bisa bantu kamu" tanya Nakula kepada Ishfara.
"Enggak, gue cuma khawatir sama keadaan abang gue itu aja gak ada yang lain kok"
"Saya kurang yakin sama jawaban kamu, ada yang kamu sembunyikan dari saya kan"
Ishfara terdiam lalu menatap Nakula, ia bimbang akan menceritakan kejadian hari ini kepada Nakula atau tidak, pasalnya jika dipikir dengan logika kejadian hari ini sangat tidak masuk akal.
Apalagi dengan kedatangan sosok makhluk yang Ishfara pun tidak bisa melihat dengan jelas wujud makhluk tersebut, ia memilih untuk bungkam beberapa saat hingga ada dorongan untuk menceritakan semua itu.
"Gue tadi habis ngalamin kejadian aneh, lo mau percaya gak?" tanya Ishfara dengan pelan.
"Ceritakan saja saya akan mendengarkan semuanya" jawab Nakula dengan tenang.
"Jadi tadi gue niatnya nunggu abang pulang sampai sekitar tengah malam itu, ada orang yang ngetuk pintu ya dia wujudnya itu abang gue"
"pas gue tanya dia gak ada jawaban apapun cuma diem dan pucet gitu, gak lama gue dapet telfon dari Raden kalo abang kecelakaan"
"gue sebenarnya kaget takut juga, pas gue noleh orang itu udah gak ada dan berubah wujud gitu makhluk nya gede gue sendiri gak bisa lihat makhluk itu dengan jelas"
Nakula mendengarkan cerita Ishfara sembari tersenyum, dan seperti menyembunyikan sesuatu tetapi ia hanya mendengarkan tanpa memberi tanggapan.
Seusai Ishfara bercerita Nakula bertanya kepada Ishfara
"Dia bilang apa ke kamu?" tanya Nakula.
"Dia cuma bilang bakal balik lagi di hari suro berikutnya" jawab Ishfara.
Nakula hanya mengangguk lalu memegang bahu Ishfara dengan lembut, menenangkan bahwa itu tidak akan terjadi lagi.
Jam 3 menjelang subuh keadaan rumah sakit sudah sangat sepi, Nakula berpamitan saat jam 1 pagi dan kini Ishfara sendirian terduduk di sebelah ranjang kakaknya sembari tangan nya bertumpu.