"Tuan, zirah Anda sudah selesai dipasang," Tang Weiheng mengepalkan kedua tangannya, mencoba merasakan posisi zirah di tubuhnya, kemudian mengangguk, "Tuan Wakil Jenderal Jiang bersama pasukan telah menanti Anda di luar," Paman Yuan berlutut dengan kedua lututnya, mengambil posisi nyaris bersujud. Perilakunya secara alami diikuti oleh pelayan lain yang memosisikan diri di belakang Paman Yuan. Tang Weiheng melirik mereka sekilas kemudian berjalan menuju pintu kamar utama. Ketika pintu terbuka dan Tang Weiheng melangkah keluar, seolah angin berusaha untuk membuainya, membawa aroma yang memikat hati. Tanpa disadarinya, pria itu mempercepat langkahnya menuju ruang tamu. Menduga bahwa seseorang yang dipikirkannya sedang menunggunya disana. Langkah yang semula gagah dan teratur, kini mulai menambah kecepatannya seiring degup jantung yang semakin keras.
Sinar matahari terang menelisik masuk kedalam rumah, menerangi bagian dalam rumah dengan bayangan dari ukiran jendela. Tang Weiheng menghentikan langkahnya di suatu titik. Disana, dihadapannya, Liu Wenhua berdiri dengan postur sopan. Seolah sinar matahari mencintai sosok di hadapannya ini, di mata Tang Weiheng seluruh sinar matahari di dalam ruangan hanya memperjelas tampilan dari manusia yang berdiri dengan senyuman itu. Tang Weiheng kehilangan ekspresinya dan memandang omega miliknya sepenuh hati.
Melihat tatapan Tang Weiheng pada dirinya, Liu Wenhua mengangkat bahunya dan tersenyum penuh hingga lesung pipit yang biasanya tersembunyi kini terlihat. Antingnya, dengan jenaka bergoyang. Sinar matahari benar-benar takluk dengan pesona omega itu. Terangnya cahaya, memberikan kilau sekilas yang tepat pada anting-anting Liu Wenhua. Menggelitik hati Tang Weiheng sepenuhnya.
"Selamat pagi, Hóujué," Mereka berdua tidak membuka mata disaat yang bersamaan pagi ini. Sehingga salam seperti ini seharusnya menjadi hal yang tepat untuk dikatakan.
Suara lembut yang telah menjadi melodi akrab di telinga Tang Weiheng saat ini, berdering dengan jernih. Seolah tersadar akan suatu hal dengan penampilan Liu Wenhua, kali ini sinar matahari dianggap sebagai suatu entitas licik yang menyelimuti Liu Wenhua. Tang Weiheng merasakan kelembutan yang luar biasa di hatinya. Mata pria itu menyipit dengan rona merah samar di ujung matanya. Sorot mata ibarat hewan buas yang selalu menatap tajam ke kejauhan, kali ini melunak. Bagaikan salju musim semi yang mencair di lereng gunung. Terasa sangat hangat.
"...Um," hanya sebuah gumaman ringan, Tang Weiheng melangkah maju lagi. Kini berdiri berhadapan satu sama lain begitu dekat. Menyadari posisi Tang Weiheng sudah berada tepat dengan etiket yang dipelajarinya, Liu Wenhua menangkupkan tangannya dan membungkuk, "Tang Hóujué, Jenderal agung Kekaisaran Kou, Hari ini kau berangkat menunaikan titah langit, mengemban bendera harimau putih menuju medan yang tak bertepi."
Tang Weiheng tegap dalam zirah perangnya, berdiri dalam diam, "Aku tahu..." Liu Wenhua mengatur napas, melanjutkan ucapannya, "bahwa keberangkatanmu bukan hanya demi nama kehormatan keluarga, namun demi rakyat yang menggantungkan harapan pada ujung bilah pedangmu. Maka, biarlah aku menjadi tanah tempatmu berpijak, walau kakimu melangkah jauh dariku."
Ia maju selangkah, meraih tali zirah di dada Tang Weiheng dan merapikannya pelan, seakan ingin mengukir ingatan tentang sosok yang sebentar lagi akan menjadi legenda dalam nyanyian rakyat. Tangannya bergerak ringan mengelus ringan pola timbul di zirah baja Tang Weiheng. Tatapan Liu Wenhua melepaskan rasa rindu yang dengan mudahnya tertangkap pandangan Tang Weiheng. Melepaskan tangannya dari zirah, Liu Wenhua merogoh lengan jubahnya dan mengeluarkan rumbai pedang.
Rumbai itu panjang, ramping, dan berwarna merah darah delima. Bukan sekadar hiasan untuk pedang suaminya. Ia adalah penanda kasih, jimat perlindungan, dan tanda bahwa di balik setiap tebasan di medan perang, ada hati yang menanti dalam diam, "Aku tak mampu memanggul tombak atau menghunus pedang," Liu Wenhua berbisik lirih di sela-sela jarinya, "Maka biarlah untaian benang ini menjadi simbol kehormatanmu, mengikatmu pada jalan pulang. Menjadi sebuah pengingat janjimu pada negara yang harus kau tunaikan."
KAMU SEDANG MEMBACA
[SLOW UPDATE] THE GENERAL'S HATED OMEGA WIFE
Kỳ ảo⚠️⚠️WARNING BL STORY, BAGI YANG TIDAK SEFREKUENSI DIHARAP MENJAUH! BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!(WARNING 18+21+!!)⚠️⚠️ Liu Wenhua menjalani kehidupan pernikahan yang berbeda dengan apa yang ia idamkan. Menikahi seorang Alpha terkuat di kekaisaran tak mem...
![[SLOW UPDATE] THE GENERAL'S HATED OMEGA WIFE](https://img.wattpad.com/cover/328828095-64-k654998.jpg)