Chapter 91🌺

560 42 2
                                        



"Hóujué, tadi pagi ketika kakakku kemari, ia ingin aku memberikanmu benda ini," Liu Wenhua menyodorkan gulungan kertas. Tang Weiheng yang baru saja keluar dari kamar mandi memandang gulungan kertas di tangan Liu Wenhua dengan kejutan di matanya, "Hóujué?" Liu Wenhua memiringkan kepalanya, tampak bingung dengan reaksi Tang Weiheng.

Tang Weiheng mengangkat tangannya dan menerima gulungan kertas, "Tidak ada apa-apa. Aku baru saja ingat jika Lónglǐ-jun sudah berangkat hari ini," tatapan mata Liu Wenhua merendah begitu mendengar penuturan Tang Weiheng. Seolah teringat suatu hal, Liu Wenhua mendekatkan dirinya pada Tang Weiheng. Ia menarik salah satu kerah jubah dalam Tang Weiheng yang lembab karena uap air. Tanpa aba-aba Liu Wenhua menempelkan pipinya di dada terbuka Tang Weiheng.

"Besok...adalah giliranmu berangkat, bukan?" tatapan mata Liu Wenhua meredup dan cengkeramannya pada kerah Tang Weiheng mengerat. Tang Weiheng diam seribu bahasa. Ada keraguan di dalam hatinya ketika dia mengangkat tangannya untuk memeluk Liu Wenhua. Merasakan gerakan canggung Tang Weiheng, Liu Wenhua mengangkat kepalanya.

"Hóujué?" mata persik dengan onyx hitam yang polos memerangkap wajah Tang Weiheng secara menyeluruh dalam pandangan Liu Wenhua. Tang Weiheng bahkan bisa melihat pantulan bayangannya sendiri di dalam pupil Liu Wenhua. Untuk sebuah alasan aneh, hal ini memberikannya keberanian untuk mendekap tubuh Liu Wenhua.

"Benar, besok aku akan berangkat," pupil mata Liu Wenhua bergetar. Omega itu hendak mengatakan sesuatu ketika suara Tang Weiheng menginterupsinya, "Tak ada yang perlu dikhawatirkan. Semuanya akan baik-baik saja. Aku akan pergi untuk beberapa saat dan kembali dengan kemenangan. Hal-hal selalu seperti itu selama ini."

Mendengar perkataan Tang Weiheng yang sangat enteng, membuat Liu Wenhua merasa malu dengan dirinya sendiri. Yang pergi berperang adalah Tang Weiheng dan bukan dirinya. Pihak yang pergi bahkan mengatakan akan kembali dengan baik-baik saja. Justru ia, yang seharusnya memberikan semangat malah menunjukkan sisi yang murung?

"Um, Hóujué benar. Maaf aku hanya khawatir," sudut bibir Liu Wenhua ditarik, menunjukkan senyum dangkal dengan alis bengkok. Tang Weiheng menatap wajah dengan senyuman yang dipaksakan itu dan menghela napas.

"Apa yang perlu dikhawatirkan? Aku ini kuat. Sangat kuat," ada nada sombong yang terdengar jelas ketika pria itu bersuara. Sejenak Liu Wenhua termangu. Menyadari bahwa suaminya sedang pamer, ia tak bisa menahan tawanya karena geli.

"Ap- Ahahaha...ya, Hóujué benar. Di kekaisaran ini...tidak, mungkin di benua ini kaulah yang terkuat."

"Aku akan sangat tersanjung jika kau mengatakan bahwa akulah yang terkuat di dunia ini," Liu Wenhua tertawa semakin keras. Wajah kaku Tang Weiheng ketika mengatakan hal konyol seperti itu benar-benar tidak cocok. Sekilas, ia tampak seperti badut.

Liu Wenhua menyeka air mata yang keluar karena tawanya dan menepuk dada Tang Weiheng, "Baiklah, terserah apa yang dikatakan pahlawan kita ini. Jika ia akan kembali dengan kejayaan, maka jadilah itu," Tang Weiheng terpukau dengan tawa lepas Liu Wenhua dan tak bisa menahan diri untuk mencuri ciuman dari bibir dihadapannya.

"!!" Liu Wenhua secara spontan menjadi kaku. Ada riak yang jelas dalam matanya. Omega itu dengan panik mendorong Tang Weiheng, "Hóujué, tunggu-maaf! Besok kau akan pergi kalau kita-" sebelum perkataannya selesai, Liu Wenhua termangu ditempat karena tawa Tang Weiheng yang menginterupsinya. Pria itu tertawa kencang dan lepas, bahkan tubuhnya sedikit membungkuk ke depan. Segera, wajah Liu Wenhua merona karena malu.

"Hóujué!"

"Ada apa? Kau panik jika aku ingin memintamu berhubungan intim malam ini?" wajah Liu Wenhua semakin memerah ketika Tang Weiheng menebak alasan di balik kepanikannya saat ini. Seolah sirkuit otaknya rusak, Liu Wenhua terdiam di tempat, tidak bisa membalas kata-kata Tang Weiheng.

[SLOW UPDATE] THE GENERAL'S HATED OMEGA WIFECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang