Chapter 107🌺

323 27 0
                                        





Kedua alis Nalan You terangkat, tampak tertarik dengan tindakan Tang Weiheng dan Fa Hien.

"Hoo...?" ratu muda Negara Qiānsè mendengungkan suaranya di atas singgasana dingin. Ada kekehan yang keluar dari tenggorokannya, "Dua kutu ini...sepertinya bisa melakukan sesuatu yang menarik."

Tubuh Nalan You yang berada di medan tempur mengangkat tangannya dan menyentak ke depan. Begitu tangannya dilambaikan, komet yang sebelumnya turun secara perlahan seolah tertahan, kini jatuh melesat. Nalan You tetap tidak bergeming dari tempatnya tatkala benda panas mengerikan itu menerjang melewati tubuhnya.

"Dia datang!" Fa Hien berseru. Kedua alpha itu menarik pedang ke sisi tubuh mereka, mengikuti gerakan mereka Asura juga melakukan hal yang sama. Asura menekuk lututnya, bersiap untuk melesat. Di belakangnya, ke enam sayap pedang akhirnya terbuka. Bilah-bilah raksasanya menyala dalam kobaran api yang ganas.

Setelah semua sayapnya terbuka, Asura melesat terbang ke atas! Meninggalkan daratan berpasir yang menghasilkan daya ledak akibat udara yang ditekan dalam hawa panas.

"Angkat pedang!" Fa Hien berteriak, memberi aba-aba bagi Tang Weiheng di sampingnya, "Hantam!" pedang di tangan mereka berdua terasa sangat berat, dan gerakan lengan mereka penuh dengan kekuatan. Begitu juga Asura yang menggenggam Pedang Pemburu Dewa. Raksasa itu mengayunkan pedang di tangannya tepat kearah komet yang melesat dengan ganas.

"Tahan!" pancaran energi dari dua benda spiritual kelas atas yang beradu membentuk dua sisi energi berbeda warna dalam energi menakutkan yang dapat dilihat dengan mata kepala. Tabrakan dari komet dan Pedang Pemburu Dewa menghasilkan percikan energi spiritual yang menyala terang ibarat matahari kedua saat itu.

Para biksu yang dilindungi dalam kubah lotus Tang Weiheng bahkan berlutut tak mampu mengangkat kepala mereka. Jauh didalam hati mereka, sutra-sutra budha tak berhenti dilantunkan.

Urat nadi muncul di dahi dan leher dua orang yang saat ini berada di dada Asura. Mereka menggertakkan gigi dengan kuat bersama. Saat ini, gerakan apapun bahkan gerakan kecil sekalipun akan dilakukan keduanya secara bersamaan. Pembuluh darah menyembul di sepanjang lengan mereka, menahan tekanan dari pedang pemburu dewa di tangan.

"Faxian Sanzo...apa yang ingin...kau lakukan dengan menahan benda ini?!" Tang Weiheng bertanya dengan susah payah. Tekanan dari komet itu sangat besar, seolah menahan tabrakan dari sebuah gunung. Bahkan, Asura terdorong ke bawah beberapa kali.

"Buat retakan, lalu hancurkan kometnya!"

"Kalau begitu siapa yang akan melindungi kuilnya dari pecahan komet?!"

"Ah..." Fa Hien tampak teringat sesuatu. Karena emosi, pembuluh darah tambahan muncul di dahi Tang Weiheng, "Jangan katakan 'ah' padaku! Kau tidak memikirkan sampai sana?!" Fa Hien diam-diam mengalihkan pandangan kearah lain, "Sialan, jawab aku!" Tang Weiheng tetap berseru.

"Setidaknya, setelah menghancurkan sebagian besar kometnya, dampaknya tak akan sebesar awal. Ketika kometnya pecah bertahanlah dengan Asura, aku akan turun dan melindungi Kuilnya dengan Kitab Uten!" Tang Weiheng mengangguk, tampak puas dengan rencana Fa Hien.

***

"Nalan You...dari sini kau urus sisanya," dalam sekejap pupil mata merah Nalan You berubah menjadi hitam dan kesadaran atas tubuhnya kembali, "Yang Mulia..."

Ratu muda Negara Qiānsè tau jika di sisi lain pertempuran, Feng Yongshen berhasil berbuat sesuatu sehingga ia bisa meninggalkan Tang Weiheng dengan suasana hati yang cukup baik.

"Fokuslah pada tujuanmu disana, Nalan You. Rebut kitab Seiten," mendengar bisikan dalam kepalanya, Nalan You mengangguk, "Dimengerti, Yang Mulia."

Ratu muda itu kemudian menyenderkan punggungnya dan menghela napas, "Aku terlalu terburu-buru. Membunuh Keganjilan Dunia Tingkat Khusus saat ini hanya akan membuat Liu Wenhua menjadi sedih dan berbalik menolakku...Jika nanti, waktunya sudah tiba..."

[SLOW UPDATE] THE GENERAL'S HATED OMEGA WIFECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang