Dengan gelagat pongah Kasim itu membentangkan dekrit di tangan lalu membacanya :
Langit membentang tanpa tepi, bumi menanggung beban negeri.
Pedang penjaga perbatasan tak boleh berkarat, dan kuda perang tak boleh kehilangan penunggangnya.
Jika satu penjuru goyah, maka seluruh negeri ikut bergetar.
Kepada Liu Kong, Liu Gōngjué, Menteri Pertahanan Sayap Kiri Kekaisaran, darah bangsawan yang setia pada takhta dan negeri, Karena kekosongan komando di Perbatasan Timur, serta pengabaian tugas oleh Liu Kangjian, Jenderal yang sebelumnya bertanggung jawab atas Pasukan Kavaleri Naga Biru Perbatasan Timur,
Atas perintah Surga, Kaisar menetapkan:
Yang Bersangkutan, diperintahkan segera berangkat ke Perbatasan Timur untuk mengambil alih komando Pasukan Kavaleri Naga Biru,
menyatukan kembali barisan, menegakkan disiplin, dan membawa kemenangan bagi kekaisaran.
Keberangkatan tidak boleh ditunda lebih dari dua hari sejak dekrit ini dibacakan.
Namun, karena kesalahan berat Liu Kangjian telah mencoreng kewibawaan militer kekaisaran,
dan karena kerendahan hati, kaisar tetap menghargai ikatan darah serta jasa lama keluarga Bangsawan Liu, Hukuman tidak dijatuhkan dengan pedang, melainkan dengan jarak dan waktu. Maka ditetapkan pula:
Setelah perang usai, Liu Gōngjué dilarang kembali ke ibu kota.
Tetap tinggal menjaga Perbatasan Timur selama tiga tahun penuh,
menjadi dinding hidup bagi negeri, dan bayangan panjang bagi musuh-musuh kekaisaran.
Selama masa itu, komando Pasukan Kavaleri Naga Biru akan dikembalikan sepenuhnya kepada istana,
dan kekaisaran akan menunjuk Jenderal Pelaksana Tugas untuk mengisi kekosongan jabatan resmi.
Adapun jabatan Menteri Pertahanan Sayap Kiri ditangguhkan sementara.
Sebagai gantinya, Liu Kong dianugerahi gelar baru:
Jenderal Negara Penjaga Perbatasan.
Gelar yang tidak bersinar di aula emas,
namun berdiri paling depan menahan badai.
Pergilah membawa panji kekaisaran,
kembalilah hanya dengan ketenangan perbatasan.
Setia satu langkah, negeri selamat sepuluh ribu li.
Suara gulungan sutra ditutup terdengar seperti palu yang menghantam dada Liu Kong.
Mendengar isi dekrit kekaisaran, para pelayan tak bisa menahan diri mereka untuk mengangkat kepala. Memandang ke arah tuan mereka dengan tidak percaya. Sedangkan wajah Liu Kong berubah menjadi sangat jelek.
Kedua tangan di sisi tubuhnya perlahan mengepal sangat erat hingga buku-buku jarinya memutih. Di balik getaran amarah yang mulai merambat di dalam dirinya, sesuatu perlahan retak. Bukan karena hukumannya. Bukan pula karena pembuangan tiga tahun di perbatasan.
Melainkan karena sebuah nama.
Liu Kangjian.
Putra sulung yang ia besarkan dengan tangannya sendiri. Anak membanggakan yang ia kirim ke medan perang saat usianya belum genap dewasa. Pedang yang berdiri paling depan ketika negeri ini terancam.
KAMU SEDANG MEMBACA
[SLOW UPDATE] THE GENERAL'S HATED OMEGA WIFE
Fantasy⚠️⚠️WARNING BL STORY, BAGI YANG TIDAK SEFREKUENSI DIHARAP MENJAUH! BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!(WARNING 18+21+!!)⚠️⚠️ Liu Wenhua menjalani kehidupan pernikahan yang berbeda dengan apa yang ia idamkan. Menikahi seorang Alpha terkuat di kekaisaran tak mem...
![[SLOW UPDATE] THE GENERAL'S HATED OMEGA WIFE](https://img.wattpad.com/cover/328828095-64-k654998.jpg)