"Memangnya apa yang telah aku lakukan?!" Tang Weiheng dengan gesit menghindari serangan dari tebasan pedang berdarah di tangan Nalan You. Setiap ayunan dari pedang tersebut akan menghasilkan gelombang serangan dengan percikan darah yang tajam. Walau dengan tubuh pedang yang besar, Nalan You tidak tampak kesulitan sedikitpun untuk mengayunkan pedangnya dengan cepat.
Tang Weiheng yang menemukan tempat aman untuk berpijak sejenak, segera mengalirkan energi spiritualnya ke mata kiri. Memfokuskan tatapannya pada pedang di tangan Nalan You. Seketika, selusin pedang energi yang berkobar dengan api membara muncul di sekeliling tubuh Nalan You dan melesat cepat untuk menyerang.
Ledakan besar muncul di gurun yang sudah berubah kacau karena pertarungan. Asap hitam mengepul tinggi. Sebulir keringat mengalir menuruni pelipis Tang Weiheng ketika jantungnya berdegup cepat. Karena asap yang membumbung, ia tak bisa melihat seperti apa kondisi Nalan You saat ini.
Tiba-tiba sebuah angin gurun dengan cepat datang menerpa, mengaburkan asap hitam yang menghalangi pandangan. Menunjukkan wujud Nalan You yang berdiri tegap tanpa terluka sedikitpun.
Nalan You mengangkat tangannya dan mengibaskan rambutnya. Di sisinya, pedang darah besar menancap di atas pasir. Melihat pemandangan ini, Tang Weiheng mengerutkan alisnya.
'Serangan spiritual tidak memberikan efek padanya...'
Di sekitar mereka, asap dari ledakan oleh serangan Tang Weiheng sebelumnya masih tersisa. Karena gurun merupakan tempat dengan wilayah terbuka maka pergerakan arah angin disana riskan berubah. Angin lain segera berhembus, membuat sisa-sisa asap bergerak menabrak dua orang yang saling berhadapan. Sekali lagi mengaburkan pandangan.
Ketika Tang Weiheng hendak mengambil Keputusan untuk menyerang kembali, dari belakang Nalan You yang penuh dengan asap muncul sebuah siluet manusia yang bergerak cepat mendekat.
Bunyi dua besi beradu nyaring, dengan bunga api yang muncul sebagai dampaknya. Dari balik topeng, Nalan You memicingkan matanya menatap Fa Hien mengayunkan pedang padanya.
Urat di lengan Fa Hien menyembul seiring kekuatan fisik yang terus ia kerahkan, "Kau..." gigi geraham Wanita itu bergemeletuk karena kesal, "Sepertinya punya dendam pribadi padaku ya? Apa melihatku terlempar seperti botol alkohol, bisa memuaskan hasratmu?!" Dengan satu hentakan kasar, Fa Hien menyeret bilah pedangnya kebawah. Menginjak bilah pedang berdarah dan melayangkan tendangan kuat ke wajah Nalan You!
"Itu Kena!" Tang Weiheng yang memperhatikan perubahan situasi tersebut, tak bisa menahan diri untuk berseru. Siapa yang menyangka serangan tiba-tiba yang nampak ceroboh seperti itu ternyata bisa mengenai Nalan You?
Tang Weiheng mengulum bibirnya, mencoba untuk menganalisis kemampuan Nalan You yang berbeda kali ini.
Kepala Nalan You tersentak kesamping dengan kuat. Mata dengan pupil merah dibalik topeng dengan cepat melirik wajah Fa Hien.
"Cih," ratu muda Negara Qiānsè mendecih di atas singgasananya, "Tubuh manusia memang lambat," seketika tubuh Nalan You memutar kakinya dan melakukan manuver sebelum mendarat di atas pasir agar tidak jatuh.
"Pei!" Fa Hien meludah dengan kasar kesamping, mengeluarkan darah yang menggumpal di dalam mulutnya. Wanita Alpha itu dengan santai menyampirkan bilah besar Chì Yàn Yǐng di bahunya. Kemudian, tangan kirinya terulur dan mengusak anak rambut yang mengganggu pandangan matanya kebelakang.
"Bajingan, aku tidak kenal siapa dirimu. Yang pasti, kuil Agung 水 (Shui) sudah menganggapmu sebagai musuhnya!" Taring kiri di sudut mulut Fa Hien menyembul begitu Wanita itu menarik senyumnya. Nalan You dengan acuh tak acuh berdiri, kemudian memandang Fa Hien langsung di matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[SLOW UPDATE] THE GENERAL'S HATED OMEGA WIFE
Fantasy⚠️⚠️WARNING BL STORY, BAGI YANG TIDAK SEFREKUENSI DIHARAP MENJAUH! BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!(WARNING 18+21+!!)⚠️⚠️ Liu Wenhua menjalani kehidupan pernikahan yang berbeda dengan apa yang ia idamkan. Menikahi seorang Alpha terkuat di kekaisaran tak mem...
![[SLOW UPDATE] THE GENERAL'S HATED OMEGA WIFE](https://img.wattpad.com/cover/328828095-64-k654998.jpg)