Chapter 97🌺

582 42 7
                                        



Di sisi lain benua, Tang Weiheng menemukan dirinya berada di dalam ruangan dengan pencahayaan yang redup. Di ruangan yang sangat luas itu terdapat sebuah patung budha yang berbaring miring di atas singgasana teratai. Tang Weiheng dengan santai mengamati lingkungan di sekelilingnya.

Ketika ia memutuskan untuk berjalan-jalan memutari patung, Tang Weiheng diam-diam memberikan penilaian terhadap pengalaman teleportasi pertamanya. Menurutnya itu tidak buruk, hanya sedikit pusing ketika ia mendapatkan kembali kesadarannya di tempat baru. Walau masih berupa prototipe, alat teleportasi ini mungkin bisa dikembangkan hingga mampu memindahkan armada militer Kekaisaran Kou.

Memikirkan kemungkinan gerak praktis dari pasukan militer, Tang Weiheng dengan tulus memuji dedikasi Liu Kangjian dalam mengembangkan alat teleportasi.

Ketika Tang Weiheng menyelesaikan setengah putaran tubuh patung budha, telinganya menangkap suara dari seorang pria yang menunjukkan kekhawatirannya.

"Saya sudah membuka koordinat spiritualnya, apa telah terjadi sesuatu di medan perang, Faxian Sanzo?" menajamkan telinga, Tang Weiheng melambatkan langkahnya agar tidak disadari oleh pemilik suara.

Xuan Zang Sanzo duduk di atas bantal sembahyang sembari memegang alat komunikasi spiritual yang menampilkan keadaan di medan perang. Jelas sekali bahwa ia sedang merasa gelisah.

"Tidak terjadi apa-apa disini. Mungkin pihak lain belum menerima sinyalnya," mendengar suara Fa Hien yang tumpang tindih dengan suara pertarungan, Xuan Zang Sanzo mulai kehilangan ketenangannya.

"Apakah saya melakukan kesalahan Faxian Sanzo? Memang lebih baik saya ikut bergabung bersama Anda," Xuan Zang Sanzo hendak berdiri ketika bayangan dari seseorang mendekat dan menutupi seluruh tubuhnya, mengalihkan perhatiannya dari komunikasi spiritual.

"Tidak! Anda jangan sampai kemari. Prioritaskan untuk melindungi kuil!" Fa Hien memberikan tebasan tajam secara berturut-turut guna menghadapi kepungan dari hanba dan iblis di sekitarnya.

Di dalam kuil, Xuan Zang Sanzo tampak terkejut ketika ia menoleh ke atas dan mendapati tatapan tajam seorang pria berzirah baja. Untuk sesaat, rasa keterkejutan yang kuat menyerbunya. Genggamannya pada alat komunikasi spiritual mengendur, membuat bola itu terlepas dari tangannya dan bergulir ke arah kaki pria dihadapannya.

"Ah..." Xuan Zang Sanzo memandang bola komunikasi yang bergulir mulus dengan tatapan tak berdaya.

Tang Weiheng menatap sosok pria ramping dengan wajah menawan yang terduduk di atas bantal sembahyang. Memperhatikan fitur dari orang ini...mungkinkah dia adalah seorang sanzo? Karena menurut ciri-ciri yang diceritakan oleh Liu Kangjian, orang-orang yang disebut sebagai sanzo ini selalu membawa kertas lusuh yang melilit tubuh mereka.

Tapi jika Kuil Agung (tǔ) 土 berada dalam bahaya, mengapa sanzonya hanya berdiam diri disini? Kalau begitu dengan siapa orang ini berkomunikasi sebelumnya?

"Xuan Zang Sanzo? Apa anda mendengar saya? Anda baik-baik saja?!" Fa Hien melompat jauh ke belakang ketika sebuah serangan mendadak muncul dari dalam pasir. Ular raksasa yang memiliki tubuh terbuat dari rotan menerjang keras ke atas, berusaha untuk membunuh Fa Hien dengan memakannya hidup-hidup.

Fa Hien mengerutkan dahinya dalam-dalam. Jenis iblis yang dibawa oleh musuh ini bervariasi dan semuanya mematikan. Ia tak bisa menahan perasaan khawatirnya pada biksu lain yang Tengah berjuang bersamanya saat ini. Jika mahluk-mahluk mengerikan seperti ini muncul, bukan hal yang aneh mereka akan terpojok.

Fa Hien merasa aneh ketika ia tak mendengar suara Xuan Zang Sanzo. Karena itulah ia bertanya lagi tanpa mengetahui bahwa kini Xuan Zang Sanzo sedang bersama dengan seorang pria yang muncul secara tiba-tiba.

[SLOW UPDATE] THE GENERAL'S HATED OMEGA WIFECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang