"Telat!" Seru Suguru pada orang yang baru saja masuk itu.
.
Nanami adalah orang yang membuka pintu itu, dia terlihat begitu berantakan dengan napas yang terengah-engah dan keringat yang membasahi wajahnya yang terlihat begitu panik bercampur terkejut setelah melihat keadaan toko yang begitu kacaunya, Perasaan cemas di hatinya semakin menjadi-jadi.
"Satoru!!!" Nanami tanpa basa basi langsung saja meneriaki nama Satoru, perasaannya begitu cemas bercampur takut dengan pikiran buruk mulai berkeliaran di kepalanya ia tidak bisa memikirkan apapun selain keadaan Satoru saat ini.
Lalu saat kedua pupil matanya menangkap sosok Satoru, Nanami langsung berlari mendekatinya secepatnya tanpa menpedulikan sekeliling.
Begitu cemasnya Nanami dengan Satoru hingga ia tidak menpedulikan telah mendorong beberapa staff didekat Satoru karena yang ada di pikirannya saat ini hanyalah Satoru, "Satoru" panggilan Nanami.
Satoru yang di panggil namanya hanya menujukan senyuman tipis di wajahnya yang masih terlihat pucat akibat dari terkejut kejadian yang sebelumnya, namun dia masih berusaha menujukan jika dirinya baik-baik saja pada Nanami yang kini sudah berdiri hadapannya menatapnya dengan khawatir.
"Syukur lah" Nanami bernapas lega, dia langsung saja terjatuh terduduk di lantai toko karena kakinya yang tiba-tiba saja terasa lemas.
kecemasan sudah sedikit berkurang saat melihat Satoru masih baik-baik, "Terimakasih Tuhan" gumam Nanami penuh syukur karena sepertinya yang maha kuasa mendengarkan doanya kali ini yang sejak tadi dia panjatkan di sepanjang jalan menujuk ke tempat Satoru.
Mendengar Nanami yang bergumam bersyukur pada yang maha kuasa membuat Satoru diam-diam tertawa kecil, dia sangat jarang melihat Nanami mengatakan hal itu apalagi saat ini tubuh besarnya terlihat bergemetar.
Itu adalah hal yang sangat langka terjadi biasanya Satoru selalu mendengar Nanami yang memaki atau mengumpat pada yang maha kuasa karena selalu menpermainkan takdir seseorang, namun kali ini pria itu terlihat sangat berterima kasih pada yang maha kuasa.
"Nanami" panggil Satoru lembut pada Nanami yang masih terduduk di lantai toko dengan kepala yang tertunduk kebawah, "Kau baik?" Tanya Satoru.
Nanami mendengar Satoru memanggilnya dirinya pun langsung mengangkat kepala, menatap langsung Satoru di depanya yang kini terlihat tersenyum kecil di wajahnya yang masih terlihat sedikit pucat.
"Yah, Satoru" sahut Nanami kini tubuhnya tidak lagi bergemetar ia sudah kembali normal, begitu cepatnya dirinya kembali seperti semula hingga membuat rekan-rekan Satoru menatap Nanami kagum atas pengendalian diri yang begitu cepatnya padahal barusan ia terlihat seperti orang yang putus asa dan kini terlihat bisa-bisa saja.
Nanami masih menatap Satoru pun tidak menpedulikan tatapan kagum para remaja di sekeliling, fokusnya kini terpusat pada Satoru di hadapannya.
"Lalu bagaimana dengan mu satoru?" Nanami bertanya balik sambil tangan kanannya membelai lembut sebelah pipi putih Satoru, salah satu hal yang selalu dilakukan Nanami untuk menenangkan Omega cantik itu karena ia tahu dibalik wajah tenangnya Satoru sebenarnya gelisah dan takut dan Nanami tahu hal itu.
Satoru tidak menjawab namun ia hanya menganggukan kepalanya, belaian lembut tangan Nanami di pipinya berhasil menenangkan dirinya. Perasaannya sudah jauh lebih baik ia tidak gelisah dan takut lagi.
Nanami yang melihat Satoru menganggukan kepalanya terlihat tersenyum kecil, lalu dengan lembut Nanami membantu Satoru untuk berdiri kemudian mendudukinya pada salah satu kursi kayu yang di seret Nanami dari sudut toko.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pale Blue
FanfictionSeorang omega pria harus berjuang menjalani kehidupan tanpa alpha nya....Hanya berdua saja dengan sang anak yang amat sangat di cintai nya. Gojo Satoru dan anaknya Yuuji... Dengan orang-orang yang menyakiti hatinya dari masa lalu yang kembali muncul...
