08 ; [Kita Ini Apa?]

151 21 0
                                        

Kicauan burung-burung menggema. Mereka saling berbalas menikmati indahnya mentari bersama angin ringan di pagi hari. Suara gemercik air, pakaian bergerak hingga sepatu menabrak bumi juga menjadi musik sehari-hari. Dibalik musik pagi itu ada seorang anak laki-laki yang berdiri tegak mengenakan sweeter.

"5 menit lagi harusnya bis itu datang, Jungwon mana sih?"

Dari arah kejauhan, bis itu sudah terlihat. Berwarna hijau seperti dedaunan muda. Begitu bis berhenti di depan Jake, seseorang berlari dari arah belakang. Benar saja, Jungwon dengan menggigit sandwich berlari ke arahnya.

Mereka masuk ke bis dan duduk di bangku paling depan. Dari banyak penumpang, hanya mereka dan supir bis yang ada di dalamnya. Sepanjang jalan tentu mereka tidak diam. Jake mengomel banyak hal tentang keterlambatan Jungwon baru saja.

Merasakan handphonenya bergetar, Jake membukanya. Jay telah menghubunginya 5 kali dalam 20 menit terakhir.

"Dari siapa Jake? Angkat aja, berisik tahu," ujar Jungwon kemudian ia meminum air putihnya.

Jake tidak langsung mengangkatnya, tapi ia membatalkannya. Lagipula mereka sudah sampai di sekolah.

"Won, tunggu," ujar Jake melihat Jungwon melngkah cepat.

Mereka berdua terlihat berjalan bersama. Jake disebelah kanan dekat tembok sedangkan Jungwon ada di kiri. Suasana pagi yang masih beberapa siswa membuat Jake merasa aman dan nyaman. Meski ia ekstrovert, tapi tidak dipungkiri Jake kurang nyaman dengan keramaian.

Bukanya masuk ke kelas, Jungwon berbelok ke kamar mandi.

"Eh Won, ikut."

"Heh, jangan. Kamu ke kelas dulu saja ya? Nanti aku susulin kok."

Jake menggeleng, "Aku tunggu di luar ya."

Meras ada yang aneh, Jungwon berhenti melangkah, "Beneran gapapa Jake. Kamu ke kelas dulu aja, 10 menit lagi bel bunyi."

"Ya udah ayo ke kelas, kamu tahan aja mau pipisnya," kata Jake sembari menggenggam tas milik Jungwon dari samping.

Akhirnya Jungwon mengalah. Ia benar ke kamar mandi yang berupa bilik, tapi Jake juga menunggu di luar di depan cermin dan wastafel. Setelah selesai menuntaskan keinginannya, Jungwon melangkah bersama temannya itu. Mereka memasuki kelas yang sudah ada guru di dalamnya. Tanpa basa basi mereka meminta maaf, mengatakan bahwa baru saja dari kamar mandi.

Jake aman dengan bersama Jungwon. Ia tidak harus bertemu seseorang yang tidak ingin ia temui sekarang. Sebenarnya selamanya. Ia harap pria itu lari dari hidupnya.

***

"Kenapa tidak ingin ke kantin?" Tanya Yuna yang dibalas senyuman oleh Jake.

Melihat ke samping, Jungwon sedang asyik melakukan video call dengan kekasihnya yang sedang turnamen di luar kota. Jake tentu akan memilih diam kelaparan daripada harus keluar dan bertemu seseorang.

"Ayolah Jake, sebentar saja kok," bujuk Wonyoung yang siapa sangka membuat Jake berdiri.

Bukan untuk ke kantin, ia mengambil kotak bekal dari lemari disisi belakang kelas. Membuat Wonyoung maupun Yuna tidak jadi memaksa Jake ke kantin.

"Sudah tahu ya, jadi sana ke kantin. Aku titip ayam goreng."

Jungwon juga berkata, "Aku mau ayam madu."

***

Jake lupa atau benar-benar tidak ingat. Ia sekarang sendiri di perpustakaan karena ia harus mencari buku tentang materi tes UTBK untuk masuk ke perguruan tinggi idamannya. Tidak jauh, ia hanya ingin disekitar kota saja.

OBSESSION Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang