Bab 13 ~> Tempat Rahasia

452 35 1
                                        

Mereka semua tiba di lokasi pelelangan rahasia penting itu, melewati beberapa mobil yang melintas disamping mereka.

Mereka semua tiba di lokasi pelelangan rahasia penting itu, melewati beberapa mobil yang melintas disamping mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Itu bangunan megah banget." celetuk Phuwiniy yang duduk didalam mobil bersama Naravan.

"Emang megah... tapi masih kalah megah sama castle." balas Naravan santai, sebelum membelokkan mobilnya ke area parkir.

Di dalam mobil Patwan dan Nayfan, sebelum keluar...

"Nih." ujar Patwan sambil menyodorkan topeng berbentuk kucing.

"Apaan ini?" tanya Nayfan dengan wajah kaget.

"Pakai topeng. Ini bukan tempat biasa." jawab Patwan singkat.

"Gamau, anjing! Kenapa harus kucing sih?" omel Nayfan.

"Yang lain juga pakai topeng sesuai kalungnya." balas Patwan santai.

"Huft... yaudah deh." keluh Nayfan, lalu memakai topeng itu.

Begitu mereka keluar dari mobil, benar aja semua orang sudah pakai setengah topeng berbentuk hewan, yang cuma menutupi bagian mata tapi tetap terlihat elegan dan berkelas.

"Kita kayak sirkus kebun binatang... tapi versi elitnya." celetuk Brayden, kesel karena topengnya berbentuk kura-kura hijau lumut.

"Butut banget topeng gue, kayak tikus mini, anjing!" gerutu Forlan.

"Untung topeng gue masih lucu." sahut Savan yang mengenakan topeng kelinci.

"Gue juga masih imut." kata Phuwiniy sambil menunjukkan topeng pandanya.

"Lucuan topeng gue!" seru Dunfiw bangga, memamerkan topeng kupu-kupunya.

"Udah-udah, kok malah jadi adu topeng sih." ucap Gama sambil menggelengkan kepala.

"Ayo, cepat masuk!" seru Patwan.

Begitu mereka masuk lebih dalam, mata mereka langsung dimanjakan pemandangan lukisan asli seniman dunia, vas porselen antik, koleksi emas batangan di lemari kaca yang bahkan dijaga dua pengawal bertopeng.

"Kita duduk di sini ya." ujar Forlec langsung duduk di kursi paling depan, tempat VIP.

Semua langsung mengikuti dan duduk berpasangan, sesuai dengan yang telah ditentukan sebelumnya.

Mereka semua duduk rapi dikursi-kursi VIP berbalut beludru hitam, menghadap ke sebuah panggung kecil dengan layar LED yang belum menyala. Ruangan itu besar, elegan, dan penuh cahaya keemasan dari lampu gantung kristal di langit-langit tinggi.

"Gila... kita duduk di sini?" celetuk Forlan sambil menoleh ke kanan-kiri.

"Jaga ucapan, Forlan. Ini bukan tempat sembarangan." tegur Gama sambil tetap duduk tegak dengan posisi elegan, seolah dia udah sering datang ke tempat kayak gini.

Forbidden CastleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang