Bab 27 ~> Kembali ke Kamar ini lagi🔞⚠️

540 26 0
                                        

{Di Kamar Patwan dan Nayfan}

Malam harinya....

Ceklek!

Pintu kamar terbuka, dan Nayfan berhenti sejenak, menatap sekeliling. Kamar sudah berantakan, baju berserakan seperti tak pernah diurus, tapi Nayfan tak terlalu heran karna Patwan memang pemalas soal membersihkan kamarnya sendiri.

"Baru seminggu gue pergi, udah sekotor ini aja." keluh Nayfan, sambil menghela napas.

"Tenang aja, sayang... kamu duduk dulu, semuanya aku yang beresin." ujar Patwan, nada suaranya lembut, membuat Nayfan sedikit bingung.

"Gue bantu biar cepat selesai." sahut Nayfan, ingin tetap aktif membantu.

"Gak perlu. Kamu pasti capek habis perjalanan jauh ke sini, jadinya kamu duduk aja ya..." jawab Patwan. Nayfan akhirnya nurut, duduk di sofa, memperhatikan Patwan bergerak membersihkan kamar dengan gerakan cekatan.

Untuk pertama kalinya, Nayfan melihat sisi lain dari Patwan... selama ini dia selalu yang membersihkan kamar Patwan, tapi sekarang melihat Patwan bekerja sendiri, Nayfan merasa ada perubahan. Patwan tidak lagi pemalas, ada keseriusan dan ketekunan dalam setiap gerakannya. Perlahan, kamar itu menjadi bersih, dan Nayfan merasa hangat melihat usaha Patwan.

"Patwan, gua mandi dulu ya. Badan gua lengket banget abis perjalanan jauh tadi." ujar Nayfan.

"Iya, sayang." jawab Patwan sambil tersenyum tipis.

Nayfan pun masuk ke kamar mandi. Sementara itu, Patwan melanjutkan membersihkan kamar. Beberapa menit kemudian, Nayfan keluar dengan kimono handuk yang melilit tubuhnya. Pandangannya langsung tertuju pada Patwan, yang kini berkeringat lalu melepaskan bajunya begitu saja.

Mata Nayfan membesar, buru-buru ia memalingkan wajah. Tapi jantungnya berdetak jauh lebih cepat dari biasanya.

"Nayfan?" panggil Patwan, heran dengan reaksinya.

Nayfan menoleh kaget saat melihat Patwan sudah tiduran di lantai tanpa mengenakan baju.
"L-lo... ngapain sih tiduran di lantai? Cepet bangun, Patwan!" ucap Nayfan panik, sembari meraih tangan Patwan untuk menariknya.

Namun tenaga Patwan jauh lebih kuat. Sekali tarikan saja, tubuh Nayfan kehilangan keseimbangan dan ia terjatuh tepat di atas tubuh Patwan.

"Akhh... badan lu keras banget, Patwan! Batu apa ini?" keluh Nayfan, wajahnya memerah sementara jantungnya berdetak kencang. Tubuhnya terasa hangat karena kontak yang begitu dekat.

"Iyalah... gua kan berotot." jawab Patwan santai, tapi nadanya terdengar seperti mengejek lembut.

Nayfan terdiam, menatap Patwan dengan campuran kagum dan kesal. Namun semakin ia menatap, semakin sulit baginya untuk mengalihkan pandangan. Patwan hanya tersenyum tipis, menatap balik dengan tenang, seolah sama sekali tak peduli dengan posisi mereka yang bikin Nayfan mati gaya.

 Patwan hanya tersenyum tipis, menatap balik dengan tenang, seolah sama sekali tak peduli dengan posisi mereka yang bikin Nayfan mati gaya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Forbidden CastleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang