17

627 43 5
                                        

Malam itu, Kiki berjalan menuju ruangan atasannya dengan membawa semua dokumen dokumen penting untuk diserahkan kepada Jisoo.

Jisoo menerima semua dokumennya lalu menghembuskan asap rokok dari mulut sebelum mengecek isi semua dokumen dokumen itu.

Matanya membulat kaget kala menemukan sesuatu yang sangat janggal di dokumen itu.

"Lo udah yakin kalo semua ini bener?"

"Udah pak. Tadi juga pas saya dateng ke rumahnya, diketahui Yoo Jeongyeon telah kabur entah kemana dengan istrinya. Semua rumahnya pun kosong tak berpenghuni"

Jisoo terdiam sejenak. Dia tampak berpikir sambil memijit pelipisnya lalu mengeluarkan suara dengan nada serius.

"Panggil Giselle kesini sekarang juga"

****

"Sekali lagi maafin gw Rin" Kata Giselle usai dia sudah memasukkan Karina ke jeruji besi.

"Gapapa. Lagian juga semuanya udah jelas kan? Jadi kapan jadwal sidang gw?" Tanya Karina.

"Gak tau. Itu tugasnya Pengadilan Rin. Jadi belum pasti lo bakalan dihukum seberat apa"

"Gitu ya..." Karina terlihat termenung setelahnya. Melihat itu, Giselle mencoba untuk mencairkan suasana.

"Lo kenapa? Penjara gak seburuk itu kok. Santai aja kali. Ntar gw ajuin ke atasan deh buat ngawasin lo terus"

"Bukan itu Selle"

"Terus?"

"Gw cuma kepikiran Winter. Kira kira, gimana sekarang keadaannya? Dia baik baik aja kan? Gw jadi gak enak ketemu sama dia. Dan ya...gw akuin gw ngerasa bersalah atas semua apa yang udah terjadi sama dia. Gw ngebunuh anak gw sendiri...tepat di depan matanya. Gw bener bener gak bisa tenang karna terus kepikiran itu"

Giselle menghembuskan nafas. Jujur, dia turut perihatin kepada Karina. Tapi mau bagaimana lagi? Hukum tetaplah hukum. Dan hukum itu netral. Tak ada yang bisa lolos dari jeratan hukum. Bahkan orang setinggi Presiden pun tetap harus tunduk kepada hukum.

"Selle..."

"Hm?"

"Selama gw di penjara, bisa gw minta tolong sama lo?"

"Mintol apa?"

"Gw titip Winter sama lo ya. Tolong jagain dia kalo ada apa apa. Lo gak usah mikirin gw. Semua ini terjadi karna ulah gw sendiri. Udah sepantasnya gw nerima ini"

"Lo tenang aja. Serahin semuanya sama gw"

"Senior" Kiki tiba tiba muncul, menghentikan sesi bicara mereka.

Karina kaget melihat kemunculan Kiki. Setaunya, Kiki adalah orang yang bekerja di perusahaannya tapi sekarang kenapa dia terlihat rapih dengan seragam Polisi?

"Kamu kan...?"

"Oh, halo bu boss"

"Kamu...jadi kamu selama ini...?"

"Ya. Inilah pekerjaan saya yang sebenarnya. Saya adalah anggota Kepolisian yang sudah cukup lama merangkap sebagai intel yang mengumpulkan informasi mengenai anda dan keluarga anda. Saya juga dimintai untuk menjaga nona Winter dari anda. Tapi karna semuanya sudah selesai, mari kita lupakan saja semuanya. Saya harap dengan ini, kamu bisa merenungi semua yang sudah kamu perbuat. Begitupun dengan kamu, senior. Maaf jika selama ini saya selalu menyinggung anda"

"Saya maafkan" Kata Giselle.

"Terima kasih senior. Oh ya, kamu dipanggil atasan sekarang juga. Katanya ada sesuatu yang mau dibahas"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 28, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Big Fault(WinRina)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang