Warning NSFW
Akashi adalah mahasiswa yang pintar dan rajin, bahkan dosen dan teman-temannya sudah mengakui hal tersebut, ditambah sikap dan perilakunya yang baik, membuat Akashi bak malaikat, tidak memiliki musuh. Namun, bagaimana sang malaikat kampus, terengah dengan cabul, menggerakan pinggulnya dan memilin nipplenya dengan sensual, jawabannya tentu saja karena Bokuto.
Bokuto menggerakan pinggulnya semangat, merasakan bagaimana lubang milik Akashi meremas penisnya, dia juga terus mencium leher Akashi dari belakang, tangannya juga membantu bokong Akashi menungging lebih tinggi, membuat penisnya semakin masuk ke dalam, membuat Akashi mengerang, meracau nama Bokuto berkali-kali, padahal mereka masih di rumah sakit tempat Yaku dirawat, mereka memang gila.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⣴⣶⡀
⠀⠀⢠⣤⡀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⣠⣤⣾⠏⠘⠿⣦⣤
⠀⠀⣾⠉⠻⢶⠶⠛⢻⡇⠀⠀⠀⠘⢻⡦⠀⠀⢰⡾⠃
⢀⣤⠿⠀⠀⠀⠀⢠⡟⠁⠀⠀⠀⠀⠸⠷⠿⠿⣾⣷
⢿⣥⣀⠀⠀⠀⠀⠀⢻⡆
⠀⠈⠉⣿⣀⣾⠟⠛⠋⠁
⠀⠀⠀⠘⠛⠁
Setelah selesai melakukan kegiatan panas, Akashi dan Bokuto kembali ke ruangan Yaku, tidak ada tanda-tanda Yaku sadar, Akashi memegang tangan Yaku, dengan wajah sedih dia terus berdoa agar Yaku bisa sadar, walaupun dia habis melakukan sex hebat dengan Bokuto, rasa khawatirnya terhadap Yaku tetap tidak hilang.
"Sayang, aku harus pergi dulu ya, katanya anaknya temen mama mau ketemu aku," ucap Bokuto mencium pelipis Akashi sayang. Akashi hanya melamun, kemudian wajahnya semakin sedih.
"Mama kamu mau jodohin kamu lagi kak?" ucap Akashi dengan nada ragu, kemudian dibalas dengan tertawa canggung, sambil mengusap kepala Akashi.
"Gak sayang, emang mama suka gitu, tapi gak maksa, lagian kan kamu tau aku sukanya sama kamu." Bokuto menatap dalam mata Akashi, namun Akashi membuang muka, kemudian mengigit bibirnya.
"Tapi, mau aku lakuin apapun, mama kamu gak akan terima kak, aku gak pantes, kita gak bisa," ucap Akashi dengan nada getir. Ekspresi Bokuto mengeras, dia berusaha menahan emosi yang berkecamuk dikepalanya.
"Akashi, dengerin kakak, mau mama, mau seluruh dunia nolak kita, aku gak peduli, bahkan kamu nolak hubungan kita sendiri, aku bakalan tetap bertahan, semua skenario temen ini, aku tahan demi kamu Akashi, aku cuma mau sama kamu," ucap Bokuto, kemudian mengusap bahu Akashi. "Nanti kita lanjut lagi ya, semoga Yaku cepet sadar, kamu juga jaga kesehatan ya,"
Kemudian, Akashi bisa merasakan Bokuto sudah tidak ada diruangan. Akashi mengusap air matanya kasar, semuanya berantakan, dia lelah, cuma dia tidak bisa bohong, kalau dia berharap dia bisa bersama selamanya dengan Bokuto, dia selalu berharap itu.
Saat melamun, Akashi merasakan pegerakan, dia langsung memencet bel dan memanggil dokter, Yaku akhirnya membuka mata, Akashi menangis bahagia, kemudian dia mengambil ponselnya dan menghubungi anak kost yang lain, karena Yaku butuh kita semua, Akashi gak akan biarin Yaku sendirian menghadapi semuanya.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⣴⣶⡀
⠀⠀⢠⣤⡀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⣠⣤⣾⠏⠘⠿⣦⣤
⠀⠀⣾⠉⠻⢶⠶⠛⢻⡇⠀⠀⠀⠘⢻⡦⠀⠀⢰⡾⠃
⢀⣤⠿⠀⠀⠀⠀⢠⡟⠁⠀⠀⠀⠀⠸⠷⠿⠿⣾⣷
⢿⣥⣀⠀⠀⠀⠀⠀⢻⡆
⠀⠈⠉⣿⣀⣾⠟⠛⠋⠁
⠀⠀⠀⠘⠛⠁
"Sakusa euum makasih ya udah nganterin gua, maaf banget ngerepotin soalnya gua gak tau naik apa," ucap Atsumu yang sekarang sedang berapa dimobil Sakusa. Ya Sakusa yang itu, ceritanya simpel, Atsumu lagi panik setelah dapat kabar dari Akashi, cuma karena memang udah malam susah buat cari kendaraan online, entah kenapa Sakusa ini tiba-tiba muncul, gak ngomong, cuma bukain pintu, bahkan setelah Atsumu masuk dan bilang makasih, Sakusa ini tetap diam.
Atsumu bukan orang yang bisa diem-diem gini, cuma karena keadaan lagi panik dan dia gak fokus, dia jadi gak terlalu peduli sama sikap Sakusa, senggaknya dia udah baik kasih tumpangan ke Atsumu, pikir Atsumu begitu. Atsumu cuma bisa ngepalin tangan, berdoa terus biar Yaku bisa baik-baik aja dan gak kenapa-napa, pas lagi ngeliat keluar jendela dia rasain tangan Sakusa yang megang tangannya, tatapan Sakusa masih ke jalan, tapi dia bisa rasain usapan lembut dari Sakusa.
Atsumu bisa rasain perasaan meletup dihatinya, dia gak bisa nahan senyum, karena walaupun Sakusa ini cuek, tapi dia juga sweet kadang-kadang. Akhirnya Atsumu malah nangis, rasa capek kerja, soal Yaku, dan perasaannya ke Sakusa campur aduk.
Sakusa langsung panik dan nepi in mobilnya, kemudian bawa Atsumu ke pelukannya, sambil ngusap kepala Atsumu sayang. Malam hari itu cukup hening, namun bagi Atsumu dan Sakusa suasana malam ini cukup hangat, gak terlalu buruk.
sasa : oke hai? LAMA BANGET YA, selamat tahun baru, oh iya kebetulan ini yang bingung cerita Bokuto-Akashi, nanti aku taruh chapter full mereka, atau ada request couple yang menurut kalian masih kalian bingung boleh, soalnya mau aku ungkap semua dulu baru nambah couple baru, nah soal yang gimana tuh Bokuto-Akashi complicated, Akashi punya pacar cewek, cuma ya main sama Bokuto. Nah, soal Sakusa sama Atsumu, hehehe itu iseng aja, soalnya karena jarang dibahas, aku maunya bikin mereka adem ayem. HAHAAHA oke itu aja, kalau mau nanya disini aja ya, aku usahahin bales! makasih
KAMU SEDANG MEMBACA
fwb : haikyuu
Fanfictionharusnya mereka tahu, hubungan pertemanan seperti itu gak wajar. (!) : bxb, lowercase, my ship my rule, 21+ ☆ : 30 Januari 2021
