"melepaskan dengan ikhlas, dan akan di gantikan yang lebih baik dengan versi terbaik dari Allah,
"Bertemu jodoh di Jabal Rahmah, bertemu jodoh di dalam mimpi Jabal Rahmah"
"Pertemuan yang tak sengaja timbul benih-benih cinta, dari stasiun kereta ar...
Tepat pagi pun telah tiba sesudah sholat subuh Gus Arkan tidak tidur lagi sampai pagi ia berzikir, sampai tiba mata hari terbit di ufuk barat, barulah zikirnya selesai,
Suasana pagi pun langsung di ramei oleh para santriwati dan santriwan yang ikut tidak banyak kebanyakan anak-anak sekolah smp-sma, dan mereka pun langsung membereskan tenda, tiada lagi acara-acara karena bagi yang tau sebagian kejadian semalam adalah musibah yang tak seharusnya terjadi,
Kemudian Ning syifa yang tak tau apa yang terjadi hanya bisa ikut2an saja membantu membereskan pelengkapan, tanpa dia sadari ialah karena dia hidup seseorang menderita,
"mengapa secepat ini untuk selesainya, bukankah seharusnya hari ini adalah hari terakhir berkeping?" tanya Ning syifa kepada temannya Jesi,
"tidak tau Ning, tetapi ada bocoran katanya Abi dari Gus Arkan serta Gus Arkan, akan ada urusan keluarga, jadi dengan terpaksa kemping hari ini harus di bubarkan," ucap jesi kepada Ning syifa, meski ada rahasia yang di sembunyikan dari Ning syifa, Ning syifa pun langsung menarik nafas dan bersuara lagi,
"aku mendengar dari sebagian anak SMP, ada orang hilang semalam, apakah itu benar?" tanya Ning Nadya,
"mungkin hanya isu Ning, sudahlah kita berkemas saja, karena kita harus secepatnya selesai Ning" ucap Jesi sambil menyembunyikan kegugupannya, demi untuk menutupi apa yang terjadi dia lebih baik tidak memberi tahukan Ning syifa, karena ia sudah berjanji untuk tutup mulut meski ia pun ikut adil mencari Naura malam tadi, mereka pun langsung mengemasi barang-barang mereka, untungnya Ning syifa tidak banyak tanya lagi sehingga Jesi langsung lega tidak menjelaskan lagi,
Namun berbeda di hati Ning syifa, serasa ada yang ganjal, "apa mengapa hatiku serasa
Berbeda ucapan Jesi, aku merasa ada yang aneh" ucap batin hati Ning syifa, namun dia tidak mau untuk berpersangka buruk akhirnya ia juga menuruti perkataan Jesi,
"ya Allah maaf Ning, maaf jika Jesi berbohong kepada Ning syifa, tetapi demi Allah untuk menutupi apa yang terjadi dan demi untuk menjaga hati Ning syifa, Jesi dan yang lainya menyembunyikan ini semua," ucap hati Jesi karena Jesi dan yang telah mengetahui kejadian tersebut di suruh untuk menutupi semua ini dari Ning syifa, demi untuk menjaga hati seseorang,
Jujurnya memang Ning syifa dan Gus Arkan dulu mempunyai masa lalu, yang mungkin sebagian dari mereka tau, maka dari itu demi untuk menutupi semua kesalahan Gus Arkan dan Naura, mereka merahasiakan semuanya, dan demi untuk menjaga perasaan hati seseorang wanita mereka juga merahasiakannya,
di pagi yang cerah ini semua sudah selesai bersiap-siap untuk pulang ke pondok pesantren sekaligus sekolah, mereka semua pun sudah memasuki bis masing-masing jumblahnya ada 15 bis, karena memang cukup banyak yang ikut, separuh ada juga yang tidak ikut berkembang, dan berbeda dengan Gus Arkan dan Naura, gus Arkan membawa abinya untuk langsung menuju rumah Naura, dan Naura di dampingi kak ana, mereka berempat langsung menuju tempat kehaliran Naura, meskipun di dalam bus Naura tetap menjalankan sholat duhanya, berdoa memohon ampunan serta meminta yang terbaik menurut Allah, atas semua kesalahannya,
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"ya Allah jika ini memang jalan takdirku darimu, aku ikhlas ya Allah, tapi aku mohon lancarkan niat baiknya ini dan semoga tiada halangan, meskipun harus dengan cara yang salah kita bersatu, tetapi semoga ia bisa benar-benar bisa membimbingku ke jalanmu ya Allah, dan semoga nama kita berdua bersanding di Arsy mu ya Allah, namun jika bukan namanya yang tertulis di lauhul mahfudz maka berikanlah keikhlasan untuk hatiku" ucap batin hati Naura yang merasa sedih, entah kenapa hati Naura merasa akan ada badai yang hebat setelah ini, terlebih lagi tasbihnya yang di pakai putus,
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"astagfirullah ya Allah, kenapa tiba-tiba tasbihku putus, semoga semuanya akan baik-baik saja amin" ucap batin Naura namun hatinya sungguh Masi belum tenang, namun Naura yakin apapun badai ujiannya ia akan hadapi selagi Masi bisa di hadapi,
Ig: selviyaenjelista 35 Tiktok: selviyaenjelista1
Jangan lupa di follow dan d komentar dan votenya, ya biar aku semangat lagi nulisnya kak,