hening datang seperti debu
jatuh pelan di antara riuh yang pura-pura abadi
aku berdiri, tak sepenuhnya utuh; runtuh
namun cukup untuk disebut ada
riuh berlalu, meninggalkan jejak kaki
yang menekan dada tanpa suara
aku tetap berdiri meski terinjak
sebab diam pun punya cara sendiri tuk bertahan
di antara hening dan riuh,
aku tetap berdiri tegak, meski berulang terinjak
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku Masih Sama
PoetryAku buruk dalam menulis. Aku buruk dalam bercerita. Aku buruk dalam berekspresi. Aku buruk, setidaknya dalam merindu. Sekedar coretan tak penting. Semestaku semestamu, kusemogai kau bahagia selalu.
