"Haruto, gue harap lo menjauh dari gue setelah ini."
Apa? Apa yang baru saja Junkyu katakan pada Haruto?
Pemuda Watanabe itu menolehkan kepalanya untuk menghadap Junkyu yang saat ini sedang duduk bersamanya di ruang tengah. Ia rasa ia tak melakukan kesalahan apapun belakangan ini? Mengapa tiba-tiba Junkyu berkata seperti itu? Apakah ia kemasukan atau semacamnya?
"Lo.. ga lagi bercanda, Kyu?" tanya Haruto. Ia sedang salah dengar atau bagaimana, sih? Apa yang membuat Junkyu mengatakan hal tersebut padanya?
Sang koala nampak menunduk, selama beberapa hari ke belakang ia sudah memusingkan hal ini. Tak pernah seumur hidupnya Junkyu merasa sangat bimbang. Dan malam ini, ia telah membulatkan keputusannya.
Junkyu memilih untuk tetap menjadi seorang alpha. Ia sudah bertekad untuk menjaga jarak dengan Haruto, untuk mencegah dirinya menjadi seorang omega.
"Gue gabisa relain identitas gue sebagai alpha," ucapnya dengan suara pelan. Ia khawatir Haruto akan sangat kecewa dengan keputusannya tersebut.
Well, tentu saja. Haruto bahkan tidak menyangka semua usahanya rupanya sia-sia saja.
Haruto takkan tinggal diam. Ia tahu Junkyu belum sepenuhnya yakin pada keputusannya ini. Ia akan terus mencoba untuk meyakinkan sang koala bahwa semuanya akan baik-baik saja. Apalah pentingnya identitas keduanya tersebut asalkan mereka saling menyayangi? "Lo tetep alpha, Junkyu. Lo gaakan kehilangan identitas lo di publik. Cuma sama gue.." ucapnya. Setidaknya ia ingin terus Junkyu berada di sisinya.
"Gue tau. Tapi alpha jenis apa yang tunduk ke orang lain?" masih keras kepala, Junkyu menolak untuk menurunkan harga dirinya lebih dari ini. Ia telah hidup selama belasan tahun sebagai alpha, dan ia tak bisa begitu saja mengubah takdirnya secara tiba-tiba karena kemunculan Haruto dalam kehidupannya seperti ini.
"Kyu, pikirin baik-baik," Haruto yakin sekali bahwa ia masih memiliki kesempatan untuk mengubah keputusan Junkyu. Ayolah, ia sudah bersusah payah berjuang untuk merebut hati sang koala, lalu sekarang semuanya gagal begitu saja?
Jujur saja, ia sedikit tidak terima.
"Gue udah pikir baik-baik, Haruto," jawab Junkyu. Sudah semalaman ia berpikir mengenai hal ini hingga dirinya kesulitan tidur. Meskipun ia sempat tak dapat menyentuh omega, Junkyu pikir itu hanya karena dirinya terlalu lama berada di sekitar Haruto.
Karena itu mereka harus saling menjauh, agar Junkyu dapat membiasakan dirinya untuk kembali ke jati diri lamanya.
Haruto memandang Junkyu dengan tatapan tak percaya. Sungguh, ia kesal saat ini. Junkyu benar-benar mempermainkannya. Jika koala itu menolak dirinya, seharusnya ia sudah melakukannya sejak awal. Haruto sempat yakin bahwa Junkyu akan dengan sukarela menjadi omeganya setelah semua hal yang mereka lalui bersama.
Lalu tiba-tiba Junkyu mengatakan hal semacam ini padanya? Pergi kemana otaknya itu sampai tiba-tiba menjadi sebodoh ini?
Sebenarnya Haruto akan menerima apapun keputusan Junkyu. Namun jika sudah seperti ini, setelah dirinya menaruh harapan begitu besar, bisa-bisanya Junkyu memutuskan hal tersebut secara sepihak dan tiba-tiba.
"Lo.. yakin?" tanya pemuda berparas tampan itu sekali lagi.
Junkyu tak berani menatap Haruto, sungguh. Ia rasa Haruto sangat marah padanya sekarang ini. Namun koala itu sendiri masih bersikeras ingin mempertahankan statusnya, jadi biarlah saja. Lama-kelamaan pasti keduanya akan terbiasa. Ia pun mengangguk mantap menjawab pertanyaan Haruto.
"Fine. Kalo itu mau lo, gue terima," sebenarnya nada bicara Haruto menunjukkan bahwa dirinya sangat tak terima. Namun di lain sisi ia pun tak ingin memaksa Junkyu. Toh suatu hubungan dengan paksaan itu bukanlah hal yang bagus juga. Baiklah, jika ini keinginan pemuda Kim tersebut, Haruto akan menerimanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ENIGMA [Harukyu ver.] ✔
Teen Fiction[Completed] Kim Junkyu merupakan seorang alpha dominan, setidaknya sebelum ia bertemu dengan sosok Watanabe Haruto yang merupakan seorang enigma, alpha dari segala alpha. "Gue ini alpha sejati, asal lo tau!" "Lo akan tetap jadi omega di bawah enigma...
![ENIGMA [Harukyu ver.] ✔](https://img.wattpad.com/cover/367909305-64-k220577.jpg)