31

1.5K 135 14
                                        

Makan malam kali ini mereka tak memasak, hanya memesan lewat aplikasi pesan antar makanan saja. Bukan apa-apa, hanya saja mereka ingin fokus menghabiskan waktu dengan bersenang-senang. Lagipula membawa bahan-bahan makanan akan menambah beban di dalam tas mereka. Mungkin lain kali saja mereka memasak bersama.

"Inget ya, Haruto Junkyu. Kalian jangan aneh-aneh nanti malem," pesan Tuan Kim, yang segera ditanggapi dengan kekehan oleh yang lainnya.

"Astaga, Pa! Junkyu masih alpha, lo," protes Junkyu. Tanpa diminta pun ia memang takkan melakukannya.

"Orang Haruto enigma, kamu mau apa?" Tuan Kim mengendikkan bahunya acuh.

Menggelengkan kepalanya tak terima, Junkyu menanggapi, "ngga! Junkyu mau punya omega sendiri pokoknya." Well, selama masih ada harapan untuk tetap menjadi alpha seutuhnya, mengapa tidak?

Mendengar penuturan sang koala, Haruto ikut menanggapi, "lo udah cocok jadi omega, Kyu."

Junkyu menatap nyalang pemuda yang tengah makan di sampingnya itu, "lo diem aja, deh."

"Kita serius, Junkyu. Kalo kamu mau sama Haruto, kita gaakan larang, malah akan dukung kalian," respon Nyonya Watanabe. Sejak awal ia mengenal Junkyu, ia sudah memiliki firasat ini, berhubung putranya itu merupakan seorang enigma. Haruto itu sulit jatuh cinta, dan karena sang anak tinggal bersama seseorang seperti Junkyu, tak menutup kemungkinan jika mereka akan banyak berinteraksi lalu saling jatuh cinta, bukan?

"Tapi Junkyu ngga mau jadi omega.." suara Junkyu mengecil, entah mengapa mulai merasa tidak nyaman dengan topik pembicaraan ini.

Nyonya Kim merespon Junkyu dengan sebuah pertanyaan membingungkan, "seandainya dunia ini ngga ada status alpha, omega, enigma, kamu mau sama Haruto?"

Sungguh, Junkyu tak sanggup menjawabnya. Apalagi saat ini Haruto pun tengah menoleh ke arahnya sembari menunggu jawaban. Astaga, mengapa ia menjadi target pertanyaan terus sejak tadi? "K-kenapa kalian tanya Junkyu terus? Haruto ngga ditanya," protesnya.

"Gue udah bilang ke semuanya kalo gue pengen sama lo, Kyu," ucapan Haruto mengejutkan Junkyu. Pantas saja semua orang fokus padanya saat ini. Rupanya Haruto telah mencuri garis start terlebih dahulu.

"H-hah? Lo..?" tak menyangka rupanya hal ini sudah dibicarakan sebelumnya tanpa dirinya, Junkyu menjadi bingung sendiri. Ia tak suka sendirian seperti ini. Ada apa dengan semua orang hari ini? Apakah mereka keracunan makanan atau bagaimana?

Nyonya Watanabe menambahkan, dengan senyuman yang mengembang pada wajahnya, "kita semua disini dukung kalian, Junkyu. Apapun yang terjadi, kamu yang memutuskan." Meskipun mereka nampak menyetujui kedua insan tersebut untuk bersama, namun pada akhirnya Junkyu berhak mendapatkan pilihannya.

Jika memang koala itu tidak ingin, maka takkan ada yang memaksanya.

"Ju-Junkyu.." sungguh, ia merasa sangatlah bingung. Apa yang harus ia katakan saat ini?

"Junkyu mau makan di kamar," lebih baik ia kabur dulu. Semua ini terlalu tiba-tiba untuknya. Pemuda Han itu membawa piringnya dan melangkah cepat menuju kamar. Ia tak suka diinterogasi seperti itu, terutama untuk memutuskan suatu pilihan yang dapat membuat hidupnya berubah 180 derajat.

Melihat Junkyu pergi begitu saja, Nyonya Kim memandang Haruto sembari tersenyum tipis, "jangan tersinggung, Haruto. Junkyu cuma kesulitan nerima status barunya."

Haruto mengerti. Ia tahu pasti berat bagi sang koala untuk merelakan identitas keduanya setelah belasan tahun hidup sebagai alpha. "Iya, tante. Haruto akan terus tunggu sampai Junkyu siap," ia pun tak ingin terlalu terburu-buru, apalagi sampai membuat Junkyu merasa tak nyaman. Disaat seperti ini, Haruto ingin memprioritaskan perasaan sang koala.

ENIGMA [Harukyu ver.] ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang