Warning!
A little bit ⚠
️
Saat ini Haruto dan Junkyu telah sampai di tempat mereka menonton drive-in yang telah direncanakan oleh sang enigma sebelumnya. Sesuai janji, Haruto lah yang menyetir dan membelikan tiket serta popcorn untuk keduanya. Tentu saja Junkyu sungguh bahagia menerima semua itu.
Sebentar lagi film akan dimulai, sekarang ini layar tersebut masih menampilkan beberapa jenis iklan yang membosankan.
"Haruto? Kita beneran diizinin, kan?" tanya Junkyu sembari mulai mengunyah beberapa popcorn di dalam mulut dengan gigi koalanya.
"Iya, Kyu. Gue udah bilang ke semuanya," ucap Haruto. Ia sudah meminta izin bahkan sejak kemarin dan tanpa ragu semua orang tua mengizinkan mereka. Jadi yasudah, anggap saja ini merupakan kencan mereka.
Junkyu menganggukkan kepalanya. Ia sejujurnya lupa meminta izin, untunglah jika Haruto sudah melakukannya terlebih dahulu.
"Tiket film apa yang lo beli?" tanyanya lagi.
Sejujurnya Haruto sempat kebingungan jenis film apa yang akan dinikmati oleh keduanya. Ia tak sempat berunding dengan Junkyu karena koala tersebut terus tertidur sepanjang mereka pulang dari taman bunga. Dasar. "Action. Gue juga ngga begitu tau," jawab Haruto.
"Kenapa lo pilih itu?" Junkyu sebenarnya tak akan banyak protes mengenai film yang dipilih Haruto, toh pemuda itu yang membelikan tiket untuknya. Ia hanya sekedar penasaran saja.
Haruto mengendikkan bahunya acuh, "entah, posternya bagus jadi gue pilih aja." Memang, suatu film akan terlihat menarik untuk ditonton jika posternya menarik pula. Jadi bukan salahnya jika rupanya film yang ia tonton tidak menyenangkan.
"Padahal lebih seru film horror," gumam Junkyu. Ia merupakan penggemar film horror, tetapi jika memang Haruto tidak memilihnya mau bagaimana lagi?
"Nanti kalo lo takut bisa-bisa lo peluk gue," ucap Haruto asal, ia hanya bercanda saja. Pemuda itu tahu Junkyu memang berani untuk urusan perhantuan seperti ini, toh pemuda itu memang seorang alpha.
Meskipun ia harap suatu hari Junkyu akan menjadi omeganya, sih.
Junkyu segera memberikan tatapan kesal pada pemuda Watanabe tersebut, "pede banget? Lagian gue bukan penakut."
"Perasaan waktu itu pernah ada yang bilang takut sama film horror sampe gemeter di depan orang tuanya deh--" ucapan Haruto segera saja dipotong oleh sang koala yang lagi-lagi tersulut emosi akibat kalimatnya yang seringkali mengungkit kegiatan panas mereka.
"Ya, itu bohongan, gila! Lo pasang butt plug ke badan gue!" protes Junkyu. Menyebalkan sekali Haruto ini, rasanya ia ingin menendang pemuda tersebut jika saja tiket menonton kali ini tak ia dapatkan secara cuma-cuma.
Sementara itu, Haruto hanya memasang senyuman tipisnya sembari memfokuskan netra gelapnya pada layar yang mulai menampilkan film pilihannya tersebut.
***
"Haruto? Lo yakin ini bener film action?" Junkyu mengalihkan wajahnya tak berani menatap layar lebih lama dari ini. Ayolah, mengapa film yang Haruto bilang merupakan film action tersebut tiba-tiba menampilkan--
--adegan ranjang? Astaga, Junkyu sampai bersemu melihatnya.
"Gue juga gatau.." sama bingungnya dengan Junkyu, Haruto yakin dirinya tak salah memilih tiket. Lagipula ada beberapa adegan berkelahi di scene awal tadi, hanya saja di tengah-tengah film tiba-tiba muncul adegan seperti ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
ENIGMA [Harukyu ver.] ✔
Novela Juvenil[Completed] Kim Junkyu merupakan seorang alpha dominan, setidaknya sebelum ia bertemu dengan sosok Watanabe Haruto yang merupakan seorang enigma, alpha dari segala alpha. "Gue ini alpha sejati, asal lo tau!" "Lo akan tetap jadi omega di bawah enigma...
![ENIGMA [Harukyu ver.] ✔](https://img.wattpad.com/cover/367909305-64-k220577.jpg)