Warning!
A little bit ⚠️
"Lama banget, Kyu nontonnya," ucap Nyonya Kim begitu melihat putra semata wayangnya baru saja keluar dari kamarnya dengan wajah lesu. Dasar, padahal pasangan suami istri tersebut sudah menunggu Junkyu dan Haruto untuk makan malam, mereka malah bersantai-santai seperti itu.
"T-tadi mandi dulu.." jawab Junkyu. Memang benar ia tadi buru-buru membersihkan dirinya selepas menerima hukuman dari Haruto. Ia tidak mungkin keluar menemui kedua orang tuanya dengan keadaan berkeringat dan lengket karena cairan pelepasannya.
Tetapi, ada masalah baru saat ini. Bahkan meskipun Junkyu telah menyelesaikan mandinya dan menjadi sedikit lebih segar, ia merasa tubuhnya kembali mulai mengeluarkan keringat. Satu, karena ia merasa gelisah. Dua, gelisahnya ini disebabkan oleh benda yang tengah bersarang di dalam tubuhnya.
Sebuah butt plug yang dapat bergetar.
Ia ingat bagaimana Haruto menyeringai padanya dan dengan kejamnya mengatakan bahwa masa hukumannya belum selesai. Tak disangka-sangka pemuda Watanabe itu rupanya juga membeli benda yang mengerikan seperti butt plug, dan lagi yang ia beli rupanya sedikit lebih canggih, dapat digetarkan sesuka hati oleh sang pemilik tombol.
"Loh? Kenapa lemes gitu?" tanya ayah Junkyu ketika sang koala mulai mendudukkan dirinya di kursi ruang makan. Pemuda itu memang terlihat sangat lesu saat ini, tentu saja karena benda yang dipasangkan Haruto pada tubuhnya itu.
"Habis nonton film horror, makannya Junkyu lemes," Haruto yang baru saja keluar dari kamar Junkyu menjelaskan kebohongan, tentu saja. Sepertinya ia memiliki semacam kink aneh untuk melihat yang lebih muda menahan hasrat dan desahannya di hadapan orang lain.
"I-iya.." Junkyu menanggapi. Ia tak memiliki pilihan lain selain menurut pada Haruto. Tak mungkin ia mengatakan pada kedua orang tuanya bahwa lubangnya telah diterobos oleh sebuah mainan. Akan sangat memalukkan tentunya.
Ia berharap semoga Haruto tak pernah mengatakan kejadian hari ini pada siapapun.
"Oh. Kamu ini gimana sih, Kyu? Katanya alpha, kok takut sama hantu," ucap Tuan Kim. Ia mengatakan hal itu hanya untuk bercanda sebenarnya. Namun, karena posisi Junkyu baru saja dihancurkan harga dirinya, pemuda itu seketika merasa resah.
Alpha alpha alpha alpha. Isi pikiran Junkyu terganggu dengan fakta bahwa ia baru saja dihancurkan status alphanya oleh Haruto, meskipun bukan dengan kejantanan pemuda tersebut yang memasuki dirinya. Tetapi tetap saja, tidak mengubah fakta apapun bahwa dirinya sudah tidak perja-- perawan(?)
"Yaudah, yuk makan," ucap Nyonya Kim menginterupsi. Haruto pun telah duduk di kursinya, berhadapan dengan Junkyu yang mulai merasa tak nyaman dengan benda yang berada dalam tubuhnya saat ini. Ia tersenyum remeh.
"Kenapa, Kyu?" tanyanya. Sengaja, hanya untuk memancing.
Menggeleng panik, Junkyu menanggapi, "n-nggak kenapa-kenapa.."
Begitu makanan telah tersedia di atas piring masing-masing, mereka pun mulai menyantap makanan tersebut. Malam ini merupakan jadwal Nyonya Kim memasak makanan sederhana, hanya semangkuk besar bibimbap, beserta makanan sampingan lainnya. Ia terlalu lelah untuk memasak makanan yang lebih kompleks, baru juga pulang bekerja.
Sementara yang lain telah beberapa kali menyendok makanan dan menelannya, Junkyu masih mengaduk-aduk makanannya secara acak, tenggelam dalam pikirannya sendiri.
"Kyu? Gak makan?" tanya sang ayah. Junkyu tak menanggapi, ia mendengar pertanyaan ayahnya namun mulutnya seolah terlalu malas untuk berbicara.
KAMU SEDANG MEMBACA
ENIGMA [Harukyu ver.] ✔
Fiksi Remaja[Completed] Kim Junkyu merupakan seorang alpha dominan, setidaknya sebelum ia bertemu dengan sosok Watanabe Haruto yang merupakan seorang enigma, alpha dari segala alpha. "Gue ini alpha sejati, asal lo tau!" "Lo akan tetap jadi omega di bawah enigma...
![ENIGMA [Harukyu ver.] ✔](https://img.wattpad.com/cover/367909305-64-k220577.jpg)