Epilogue

741 70 9
                                        

Junkyu melangkahkan kakinya memasuki pintu gereja, menampilkan sebagian umat yang telah berdiri dari bangku mereka dan menunjukkan ekspresi kagum begitu melihat si manis telah siap dengan setelan jas putih cantiknya.

Mata bulatnya yang telah dirias itu memandang Haruto seiring dengan langkahnya yang mendekat. Bibirnya melengkung membentuk senyuman, begitu pula dengan Haruto yang telah menunggu di depan altar. Pemuda yang sesaat lagi akan resmi menjadi suaminya itu selalu saja tampan dengan setelan apapun yang melekat pada tubuhnya.

"So pretty," puji Haruto pelan begitu tangannya menuntun sang koala untuk menaiki tangga. Junkyu hanya menundukkan kepalanya malu, merasakan rona pada pipinya semakin menjalar.

Haruto memasangkan sebuah cincin pada jemari Junkyu, begitu pula sebaliknya. Setelah mengucapkan beberapa doa dan melakukan tradisi, inilah saatnya bagi Haruto dan Junkyu untuk membuat janji suci mereka di hadapan Tuhan.

"Saya mengambil engkau, Kim Junkyu, sebagai istri saya untuk saling memiliki dan menjaga, sekarang dan selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita," ucap Haruto.

Junkyu yang sejak awal terus mengembangkan senyumannya mulai gugup, semoga saja ia tak lupa dengan kalimat yang baru saja diucapkan itu, karena sekarang giliran dirinya untuk mengucapkan hal yang sama.

"Saya mengambil engkau, Watanabe Haruto, sebagai suami saya untuk saling memiliki dan menjaga, sekarang dan selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita," untunglah Junkyu tak lupa.

Tentu saja, mereka menghafalnya bersama-sama semalaman.

Tibalah saatnya bagi Haruto untuk mencium bibir cherry Junkyu. Ah, di sana ada banyak orang, Haruto hanya perlu mengecup bilah manis tersebut sejenak, atau ia akan kelepasan.

Keduanya saling mendekat dan Junkyu memejamkan mata, membiarkan Haruto untuk memulai ciuman mereka.


Cup


Seluruh umat bertepuk tangan dan bersorak begitu keduanya dengan lancar menjadi sepasang suami istri. Jika kau bisa melihat Jaehyuk, pemuda itu bahkan sampai mencengkram lengan Asahi --matenya yang susah payah ia kejar-- saking gemasnya dengan pasangan yang baru resmi menikah itu.

"Akhirnya anak kita udah besar!" ucap Nyonya Watanabe senang.

"Akhirnya kita gak perlu denger suara berdosa lagi tengah malem!" ah, Tuan dan Nyonya Kim bahagia sekali bisa terbebas dari suara-suara tak senonoh yang seringkali mengganggu keduanya pada malam hari. Haruto dan Junkyu benar-benar tak pernah mendengarkan peringatan mereka.

Hari ini, hari dimana semua orang menyaksikan kebahagiaan kedua pasangan yang tak pernah terduga akan bersatu itu.

Kisah alpha yang merubah identitas keduanya menjadi omega ketika dihadapkan dengan seorang enigma--

--telah berakhir disini.





Epilogue end



Huahh selesai juga TwT

Thanks a bunch buat kalian semua yang udah baca sampai sini, buat yang setia vote, dan juga yang selalu ramein kolom komentar aaaaa T^T

Aku bener-bener minta maaf karena lanjut/pending book ini sesuka hati, bahkan ternyata udah 2 tahun jalan. Sedangkan book aslinya aja cuma 3 bulan TwT

Yah, banyak hal yang terjadi di hidupku setelah masuk usia dewasa ya haha. Semoga kalian semua sehat-sehat disana, menjalani hidup dengan baik-baik dan bertemu orang baik juga.


Love yall from the bottom of my heart <3

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Love yall from the bottom of my heart <3


Mata ashita~!

-quokkoala

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 24 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ENIGMA [Harukyu ver.] ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang