Meskipun Haruto sempat mengurus Junkyu yang manja karena mabuk bahkan hingga membelikannya cheesecake, ia masih tetap mendiami koala itu. Masih sama seperti sebelum-sebelumnya dimana ia hanya bicara seadanya lalu pergi menjauh dari Junkyu.
Pemuda Kim itu merasa sedih dan juga kesal, pasalnya ia pikir Haruto akan kembali baik padanya seperti semula, namun ternyata tidak. Ia masih memiliki sedikit memori akan kejadian kemarin, dimana Haruto membawanya pulang dan membelikannya makanan kesukaannya itu.
Namun koala itu tidak begitu ingat bahwa dirinya bertindak seperti bayi.
Kekesalan Junkyu seolah menumpuk, ia tidak suka jauh dari Haruto. Ia tidak suka ketika pemuda itu terus menghindarinya. Junkyu sudah terlalu terbiasa, ia menyukai saat-saat dimana Haruto selalu ada untuknya dan memberikan perhatian padanya, memujinya, dan mengatakan bahwa dirinya cantik.
Alpha mana yang senang saat dipuji cantik? Sepertinya belum diklaim pun Junkyu sudah kehilangan identitasnya.
Junkyu mengakui bahwa dirinya menyukai semua tindakan Haruto untuknya.
Pemuda Kim itu memutuskan untuk menemui Haruto, mengungkapan segala keresahannya selama Haruto tak ada di sisinya. Ia tahu, ia telah mengerti dengan perasaannya sekarang.
Junkyu tak bisa jauh dari Haruto lebih dari ini, apalagi kehilangannya.
"Ngapain?" tanya Haruto begitu melihat Junkyu tiba-tiba memasuki kamarnya dengan wajah masam. Kira-kira apa yang membuat koala itu kini berani menghampirinya setelah satu minggu hanya menunduk karena takut padanya?
Begitu pintu di tutup, Junkyu menghampiri Haruto yang tengah merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Ia berdiri di samping ranjang pemuda itu dan sontak menarik bantal yang tengah digunakan Haruto hingga kepala sang empunya terjun bebas pada bagian atas kasur. Haruto terkejut, untung saja kepalanya tidak terkena headbed.
Baru saja akan melayangkan kalimat-kalimat protes, Junkyu tiba-tiba saja memukul pemuda itu dengan bantalnya.
Iya, Junkyu tengah sibuk memukuli Haruto saat ini.
"Kyu?! Lo kenapa-- apasih?" Haruto berusaha menghadang pukulan Junkyu dengan tangannya yang disilangkan. Apa yang sebenarnya terjadi pada koala pecicilan itu dan mengapa memukulnya secara tiba-tiba?
"Gue kesel sama lo!" ucap Junkyu sembari terus memukul Haruto membabi buta. Yah, hanya dengan bantal sih, jadi jangan khawatir.
Tetapi tetap saja Haruto bingung.
"Junkyu!" ucapnya kesal.
Tidak mendengarkan panggilan Haruto, Junkyu masih tetap pada aksinya. "Gue. Kesel. Banget," ia memberikan penekanan pada setiap kata yang ia ucapkan.
"Kyu! Berhenti dulu--"
"Musnah aja lo, sialan!"
"Kim Junkyu--"
"Watanabe Haruto brengsek!"
"Dengerin gue, hey--!"
"Besok-besok gue panggang lo!"
Semakin kesal karena Junkyu tak juga menghentikan pukulannya, Haruto memilih cara lain. Ia segera menangkap bantal itu dan menariknya, hingga Junkyu yang tengah memegangnya pun mau tak mau ikut terhuyung ke depan dan jatuh begitu saja ke atas tempat tidur.
Haruto bangkit dan membalikkan posisi pemuda Kim tersebut. Ia melepas paksa bantal yang tengah Junkyu pegang dan melemparnya sembarang arah. Tangan si manis Haruto kunci di atas kepalanya dan ia mengukung tubuh yang lebih kecil darinya itu.
"Apa maksud lo mukulin gue-- Kyu?" baru saja akan menanyakan penjelasan atas apa yang baru saja Junkyu lakukan padanya, Haruto justru menangkap Junkyu yang menangis. Ia sedikit terkejut, apakah pemuda Han itu sudah menangis sejak memukulinya tadi?
KAMU SEDANG MEMBACA
ENIGMA [Harukyu ver.] ✔
Novela Juvenil[Completed] Kim Junkyu merupakan seorang alpha dominan, setidaknya sebelum ia bertemu dengan sosok Watanabe Haruto yang merupakan seorang enigma, alpha dari segala alpha. "Gue ini alpha sejati, asal lo tau!" "Lo akan tetap jadi omega di bawah enigma...
![ENIGMA [Harukyu ver.] ✔](https://img.wattpad.com/cover/367909305-64-k220577.jpg)