"Tumben banget lo kesini, ga ke casino?" Jaehyuk baru saja melangkahkan kakinya memasuki bar, ia melayangkan tatapan bingungnya begitu melihat Junkyu tengah duduk di meja bartender, menunggu minuman pesanannya.
"Gue lagi males mikir, badmood banget," ucap Junkyu. Tentu saja, kemarin kedua orang tuanya baru saja mengetahui kenyataan bahwa Haruto merupakan seorang enigma, sesuatu yang ingin dirinya dan Haruto tutupi.
Jaehyuk ikut mengambil posisi duduk di sebelah pemuda Kim itu, "kenapa lagi?"
Junkyu menghela nafasnya berat, "orang tua Haruto kemaren dateng, ngasih tau orang tua gue kalo Haruto itu enigma." Ia menopangkan dagunya di atas tangan, membuat pose berpikir sekaligus pasrah dengan keadaan.
Menaikkan sebelah alisnya, Jaehyuk menanggapi, "ya, mereka emang berhak tau ga, sih? Apa masalahnya?"
"Sejak itu orang tua gue ngeliatin gue terus, kayak mikir.. gatau juga sih, Jae. Gue ngerasa mereka mulai mikir apakah gue sama Haruto itu cocok," Junkyu sangat mengenal kedua orang tuanya, ayolah. Ia paham kemana arah pikiran mereka begitu keduanya mengetahui fakta bahwa Haruto memiliki identitas kedua yang sangat spesial --dan mengancam status alphanya--.
"Damn, kayaknya gue juga mulai mikir gitu," celetuk Jaehyuk begitu mendengar pernyataan Junkyu, yang membuat sang koala menjadi kesal setelahnya.
"Stop. Gue alpha. Lo diem aja, deh," protesnya sembari menerima minuman yang sebelumnya telah ia pesan dari sang bartender.
Jaehyuk hanya mengendikkan bahunya acuh, "tapi, Kyu. Lo emang kayak ciut gitu kalo udah berhubungan sama Haruto. Awal-awal doang lo tengil." Belakangan ini ia merasa Junkyu nampak berbeda ketika ada dan tak ada Haruto. Sungguh, Junkyu terlihat kekanakan sekali ketika ada pemuda Watanabe itu di sekitarnya.
"Maksud lo?" tanya Junkyu bingung, sembari mulai menyeruput minumannya.
"Gue malah ngeliat kalo gaada Haruto, lo beneran bebas, keberadaan lo kuat, bahkan ketika lo ngumpul sama alpha-alpha lain. Lo salah satu alpha paling atraktif," jelas Jaehyuk. Ia mencoba mengingat-ingat beberapa tingkah Junkyu belakangan ini, benar-benar berbeda dengan saat-saat sebelum Haruto pindah ke sekolah mereka.
"Tapi entah kenapa kalo ada Haruto, lo bener-bener ketutupan. Bahkan gue rasa.. lo malah keliatan kaya omega kalo ada di sekitar dia," sambungnya jujur.
"Lo pengen gue tampol, ya?" serius, tiba-tiba Junkyu ingin sekali menampar wajah tampan pemuda Yoon itu jika saja ia bukan sahabatnya.
Jaehyuk tak memasang ekspresi bercanda kali ini. Ia hanya mengungkapkan isi pikirannya, bukan untuk membuat Junkyu kesal. "Gue serius, Kyu. Gue rasa lo cocok jadi omeganya Haruto," ucapnya.
"Mendingan lo diem sebelum mulut lo gue jahit."
***
Junkyu sibuk menggerutu selama perjalanan pulang tadi. Sungguh, ucapan Jaehyuk sungguh menyebalkan. "Idih, omeganya Haruto apaan? Mendingan gue jomblo seumur hidup," gumamnya kesal.
Ia telah sampai di rumah, membuka pintu depan perlahan dan terperanjat begitu menghirup aroma yang menyengat bahkan hingga menutup hidungnya.
"Haruto?" firasatnya buruk kali ini. Bahkan ia sampai hafal aroma yang tengah ia cium ini milik siapa.
Ini merupakan aroma feromon Haruto, jelas saja.
Memasuki rumahnya perlahan, Junkyu bertemu dengan ibunya yang tengah membereskan sisa makan malam. Ah, Junkyu sudah mengatakan bahwa ia ingin makan di luar untuk malam ini, jadi tak ikut bergabung dengan mereka.
"Junkyu? Coba kamu bujuk Haruto makan, dari siang dia ga keluar kamar. Apa ada masalah di sekolah?" ucap Nyonya Kim. Ia sejak siang tadi kebingungan karena Haruto tak kunjung menunjukkan batang hidungnya, bahkan sampai melewatkan makan malam. Ia khawatir pemuda itu mengalami masalah sebelumnya hingga enggan keluar seperti itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ENIGMA [Harukyu ver.] ✔
Fiksi Remaja[Completed] Kim Junkyu merupakan seorang alpha dominan, setidaknya sebelum ia bertemu dengan sosok Watanabe Haruto yang merupakan seorang enigma, alpha dari segala alpha. "Gue ini alpha sejati, asal lo tau!" "Lo akan tetap jadi omega di bawah enigma...
![ENIGMA [Harukyu ver.] ✔](https://img.wattpad.com/cover/367909305-64-k220577.jpg)