32

638 79 4
                                        

Junkyu berjalan keluar kamarnya begitu ia terbangun dari tidur lelapnya semalam. Ia menemukan Haruto tengah berada di dapur villa sembari menyiapkan beberapa jenis makanan di atas meja.

"Kemana yang lain, Ho?" tanyanya sembari mengusak matanya, masih cukup mengantuk saat ini, sebenarnya ingin lanjut tidur jika saja ia tak menemukan sesuatu untuk dimakan. Namun rupanya Haruto telah menyiapkannya.

"Lari pagi," jawab Haruto.

Mendudukkan dirinya di meja makan, Junkyu penasaran, "Kenapa lo ga ikut?"

"Nemenin lo."

Mata bulat Junkyu yang pada mulanya masih mengantuk itu segera terbuka lebar. Sialan, ia jadi mengingat lagi perihal ucapan dan kecupan yang Haruto berikan padanya malam tadi. Pipinya bahkan sampai merona samar karena malu.

Mengapa pula Haruto harus mengungkapkan perasaannya sembari mengecupnya seperti itu? Kan ia jadi berdebar.

Tak ingin tenggelam dalam rasa malunya, Junkyu memilih untuk mengalihkan topik, "h-hari ini kita bakal ngapain aja?"

Haruto ikut mendudukkan dirinya di meja makan berhadapan dengan Junkyu setelah selesai menyiapkan semua piring untuk sarapan ke atas meja. "Katanya sih ke tempat kayak taman bunga gitu, banyak spot foto," jawabnya.

"Pasti ibu-ibu yang ngajuin, nih," respon Junkyu jengah. Ia bukan tipe orang yang suka berfoto seperti ibunya.

Keduanya mulai memindahkan berbagai jenis makanan tersebut ke dalam piring masing-masing. Ah, tak lupa Haruto juga membantu memindahkan beberapa side dish untuk sang koala. Cukup melimpah sarapan mereka pagi ini.

Baru saja Junkyu hendak mengambil suapan pertamanya, Haruto tiba-tiba memanggilnya.

"Kyu.." panggilan Haruto seketika menghentikan gerakan tangan Junkyu.

Yang lebih muda menoleh sembari mengangkat sebelah alisnya, "apa?"

"Mau nonton drive-in bareng gue ga malem nanti?" Haruto mencoba menawarkan Junkyu untuk menonton bersama. Ia berencana untuk mengajak pemuda Han itu menikmati sebuah film dari dalam mobil mereka malam nanti. Toh sore ini mereka semua akan pulang, tak salah untuk berjalan-jalan sedikit malam harinya.

"Film apaan emangnya?" Junkyu tak begitu yakin apakah film dalam drive-in akan sama asyiknya dengan film di bioskop. Lagipula penontonnya hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki mobil, apakah tempat itu akan ramai?

Haruto pun tak tahu. Ia belum memutuskan untuk menonton film jenis apa karena dirinya pun belum sempat melihat listnya. Yasudah, ia akan menentukannya nanti. "Gatau, sih. Liat nanti ada list film apa aja."

"Gue gamau," tanpa banyak bicara Junkyu segera menolaknya. Ia tak tahu apakah akan nyaman menonton dari dalam mobil ataupun jenis film apa yang disediakan. Lagipula ia malas, lebih baik tiduran saja di atas ranjangnya yang empuk itu.

Haruto mulai mengambil sendok dan bersiap untuk menyantap sarapan paginya, "tiket sama popcorn gue yang beliin."

"Oke, deal."

Dasar koala serakah.


***


"Junkyu! Sini fotoin mama sama mamanya Haruto!" teriakan Nyonya Kim sungguh menginterupsi Junkyu yang sedang menikmati sejuknya angin di ladang bunga ini. Ia merotasikan kedua bola matanya dan segera mengambil ponsel sang ibu untuk menangkap beberapa gambar kalangan ibu-ibu tersebut.

Sudah ia duga baik Nyonya Kim maupun Nyonya Watanabe merupakan yang paling heboh untuk urusan berfoto di tempat wisata.

"Satu, dua, tiga!" ucap Junkyu sembari mulai memotret keduanya.

ENIGMA [Harukyu ver.] ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang