"Suka ga suka.. suka.. ga suka.." Junkyu tengah melakukan hal bodoh sekarang. Pada saat perjalanan menuju kelas pagi ini ia memetik sebuah bunga sembarangan, kemudian mencabut kelopak putih cantik tersebut satu-per-satu, sembari menggumamkan apakah dirinya sebenarnya menyukai Haruto atau tidak.
Ia duduk di depan kelas, dekat dengan tanaman-tanaman seorang diri seperti orang kurang pergaluan.
"Lo ngapain?" Jaehyuk yang baru saja sampai itu memandang Junkyu dengan tatapan aneh, apa yang sedang koala itu lakukan?
Junkyu tak mengalihkan tatapannya dari bunga tersebut, "Jaehyuk.. rating seberapa malu lo kalo tiba-tiba lo harus jadi omega?"
"Soal Haruto?" tanya Jaehyuk tepat sasaran. Ayolah, memangnya siapa lagi yang dapat membuat Junkyu seperti itu?
"Jawab dulu."
Mengendikkan bahunya singkat, Jaehyuk menanggapi, "ya, gue sih malu banget." Jujur saja ia pun tak dapat membayangkan bagaimana respon orang sekitarnya jika mengetahui status alpha kebanggaannya menjadi seorang omega secara mendadak? Namun ia memiliki pandangan khusus terhadap Haruto, "tapi kalo partnernya Haruto, orang-orang kayaknya maklum, deh. Siapa yang ngga mau sama dia?"
Memang benar, sih. Semua orang di sekolah ini menyukai Haruto, terlepas dari segala macam rumor yang sempat ia sebarkan saat itu. Aura dominasi pemuda itu benar-benar kuat dan atraktif, bagi alpha sekalipun. "Gue bingung banget.." gumam Junkyu.
Baru saja mereka memulai percakapan, Junghwan tiba-tiba muncul dan bergabung dengan keduanya begitu ia mendengar nama Haruto disebut. Ia penasaran dengan kondisi pemuda Watanabe tersebut.
"Kyu, gimana Haruto?" tanyanya, ikut duduk di sekitar kedua insan yang tengah mengobrol tersebut.
Junkyu melempar semua kelopak yang sudah habis dicabuti itu. Ia tak ingat tadi menghitung sampai mana karena Jaehyuk tiba-tiba datang dan mengajaknya berbicara. "Udah sembuh. Bentar lagi juga dia sampe," ucapnya.
"Loh, udah? Pake apa? Pil?" tanya Junghwan, masih belum mengetahui fakta memalukan yang Junkyu lakukan saat itu.
Pemuda Han itu mendecak kesal, "ck.. gue yang bantuin."
"Ha? Maksud lo?" Junghwan mengangkat alisnya. Membantu seperti apa?
Menghela nafasnya berat, Junkyu lelah harus sekali lagi menjelaskan kenyataan yang begitu menyebalkan ini. "Haruto enigma, Junghwan. Itulah kenapa gue bisa nyium feromon dia. Gue yang mutusin buat bantuin dia, ngorbanin status gue."
Baiklah, bertambah satu orang lagi yang terkejut karena baru mengetahui fakta baru ini. Terlambat sekali, book ini bahkan sudah mencapai chapter 29.
"Gimana rasanya, Kyu? Lo jadi pihak bawah kan? Kalo Haruto kayaknya ga mungkin," tanya Jaehyuk. Ia yakin sekali orang semaskulin Haruto takkan mungkin menjadi pihak bawah, apalagi semakin kesini tingkah Junkyu semakin mirip dengan omega.
"Berisik, gue gamau inget, sialan," Junkyu menutup kedua kupingnya, malas mendengarkan ocehan Jaehyuk yang pastinya akan terus meledeknya setelah ini.
Jaehyuk menutup mulutnya yang menganga dan menunjukkan wajah terkejutnya, dengan setengah meledek. Ia sudah memprediksinya sebenarnya, tetapi tetap saja terkejut dengan kenyataan bahwa sahabatnya itu benar-benar melakukannya. Pada akhirnya ia pun tak dapat menahan tawa begitu melihat wajah masam yang Junkyu tunjukkan padanya.
"Pft.. BWAHAHAHA.." memang brengsek juga teman si koala yang satu ini.
Sementara Jaehyuk fokus menertawakan Junkyu, ada hati yang remuk disini. Tetapi Junghwan sadar posisinya, takkan ikut campur apapun lagi soal Haruto. Ia hanya penasaran saja dengan kondisi pemuda itu setelah rut kemarin.
KAMU SEDANG MEMBACA
ENIGMA [Harukyu ver.] ✔
Roman pour Adolescents[Completed] Kim Junkyu merupakan seorang alpha dominan, setidaknya sebelum ia bertemu dengan sosok Watanabe Haruto yang merupakan seorang enigma, alpha dari segala alpha. "Gue ini alpha sejati, asal lo tau!" "Lo akan tetap jadi omega di bawah enigma...
![ENIGMA [Harukyu ver.] ✔](https://img.wattpad.com/cover/367909305-64-k220577.jpg)