HESPEROS EPS : 31

12 3 0
                                        

***

Flasback.

5 tahun yang lalu, dipertemukan 2 geng besar Jakarta dalam peristiwa peperangan, merebutkan posisi pertama geng terkuat di Jakarta, perang itu melibatkan Shadow Reign dan pemegang tahta terkuat Jakarta yaitu Wolf Scream, sudah jelas jika soal jumlah Wolf Scream kalah, namun jika soal pengalaman bertarung Wolf Scream lebih mengungguli.

Saat pertarungan penentuan, Enal pemimpin Wolf Scream dapat mengimbangi keempat petinggi Shadow Reign, mungkin bisa dibilang melebihi, keempat petinggi Shadow Reign bahkan belum cukup untuk mengalahkan Enal, Ananda sudah terlempar ke tumpukkan kardus yang ada di sana, di lanjut dengan Sagara yang terlempar karena tendangan Enal yang sangat kencang, tak dapat dipungkiri, 4 petinggi Shadow Reign sungguh kewalahan, banyak serangan yang mereka lancarkan kearah Enal, namun lawan mereka masih saja belum tumbang, malahan masih bisa tertawa melihat 4 petinggi Shadow Reign sudah tak berdaya, "segini doang?, ini yang katanya mau merebut tahta geng terkuat di Jakarta, bocah ingusan mending fokus belajar saja, jangan ikut geng-gengan, lu semua cuma hoki aja, bisa naik daun, buat geng baru yang isinya cuma bocah-bocah SMA," ucap Enal dengan nada tengilnya.

Gito yang diremehkan seperti itu jelas tak terima, dirinya berusaha bangkit dengan sisa tenaganya, saat sudah bisa berdiri, Gito pun langsung berlari dan melompat, berniat untuk menendang Enal, namun kaki Gito yang digunakan untuk menendang, harus tertangkap oleh Enal, karena itu Gito pun langsung dilempar hingga menabrak tembok yang ada di belakangnya, namun, karena kurang fokus, Ananda sudah berada di belakang Enal, dengan menggenggam katana yang mengkilap, saat Enal menoleh, tanpa basa-basi Ananda pun langsung melancarkan sabetan pas mengenai dada Enal, seketika itu Enal pun tumbang, dengan darah yang mulai keluar begitu deras, luka sabetan itu cukup dalam, namun tidak menembus tulang Enal.

Ananda pun langsung meghampiri Gito, dirinya membantu Gito untuk berdiri, setelah itu Ananda mengangkat tangan Gito yang menunjukkan, bahwa Shadow Reign keluar sebagai pemenangnya.

-0-

"Gak usah masang wajah kaget gitu dong Cill, menghalalkan semua cara untuk menang, dasar pecundang," ucap Enal.

Enal pun menunjuk Cristian, "woy ... buru mereka semua," perintah Enal kepada anggotanya, peperangan pun terjadi.

Cristian pun tak mau kalah, dirinya mengangkat tangannya, "habisi mereka semua," ucapnya yang langsung membuat anggota Hesperos dan Shadow Reign langsung menerjang lawannya.

Gito heran melihat Enal yang hanya diam saja, Enal sama sekali tidak bergerak sedikitpun, Gito pun lari menerjang musuhnya, Gito berniat untuk langsung menghadapi Enal seorang diri, dirinya berusaha untuk mengambil cela, agar dirinya langsung berhadapan dengan Enal, Gito sungguh tidak terima disebut pecundang oleh Enal.

Namun tidak semudah itu menembus banyaknya pasukan Wolf Scream, "ck, gua nyimpen energi buat lawan si anj itu," batin Gito yang kesal dengan banyaknya anggota Wolf Scream.

Cristian yang melihat Gito kebingungan, dirinya pun langsung menghampirinya, "gak usah dibikin beban bang, biar gua yang hancurin dia," ucap Cristian dengan percaya diri, "fokus bantai kroconya dulu," lanjutnya.

Gito pun hanya mengangguk, Gito yang awalnya tersulut emosi, sekarang dirinya lebih tenang, dirinya kini tidak lagi menyimpan tenaganya untuk menghadapi Enal, namun kini siapa lawan yang ada di depannya akan dirinya hancurkan, kini Gito mulai membabi buta, dengan kemampuan bertarungnya, Gito tidak memberikan sedikit pun ampun untuk lawannya.

Para petinggi Hesperos dan Shadow Reign pun tak mau kalah dengan kedua pemimpinnya, mereka semua cukup menggila dalam pertempuran kini, Zean yang menghajar musuhnya dengan kelincahannya, Sagara dengan kemampuan yang sama, keserasian cara bertarung mereka berdua cukup mendominasi, lawan yang Sagara hindari akan di habis oleh Zean.

Beda dengan Aldo dan Ananda, mereka berdua dengan fisik yang kuat, mereka berdua menerjang semua musuh yang ada di depannya, bahkan dengan satu pukulan mereka berdua dapat menumbangkan 3 musuh sekaligus, karena kesamaan itu, mereka berdua melakukan tos dan kembali berlari menabrak segerombolan musuhnya.

Denial dan Ollan pun tak kalah brutal dengan teman-temannya yang lain, kombo mereka berdua yang menggabungkan kelincahan dari Denial dan kerasnya pukulan Ollan, hal itu dapat menumbangkan beberapa musuh yang mereka berdua hadapi.

Jacksen petinggi yang lebih santai dari petinggi Shadow Reign yang lain, dirinya tidak meninggalkan tempatnya berdiri sedikit pun, melainkan lawannya yang menghampirinya, seketika itu siapa yang menghampirinya, dalam sekejap mata lawannya sudah jatuh menyentuh tempat mereka menginjak.

Enal yang melihat cara bertarung Hesperos dan Shadow Reign pun hanya tersenyum, Boby yang melihat senyum Enal pun langsung mengajak semua petinggi Wolf Scream untuk bergerak, "ayo, udah waktunya bergerak," ucap Boby mengajak para petinggi Wolf Scream untuk bergerak, ajakan Boby pun mendapatkan acungan jempol dari petinggi yang lain.

Dengan bergeraknya para petinggi Wolf Scream yang langsung pergi ke tujuan mereka yaitu petinggi Hesperos dan Sadow Reign. Dengan Boby yang langsung menghadapi Zean dan Sagara,
Melki yang menuju kearah Aldo dan Ananda, Ken pergi menghadapi Deniel dan Ollan, dan Kinal pun pergi untuk berduel dengan Jacksen, "hahaha, ini kah waktu yang pas buat lu balas dendam ke gua Jack," ucap Kinal dengan nada tengilnya.

"Bergerak juga lu akhirnya jing," ucap Jacksen yang sudah pasti emosi.

-0-

Ken sudah berdiri sembari menginjak kepala anggota Hesperos di depan Denial dan Ollan, saat itu mereka berdua sempat tersulut emosi, "woy, anj!!!," teriak mereka berdua yang emosi.

"Aihh, sopan santun telah hilang dan aku akan mengembalikannya," ucap singkat Ken, hal itu pun langsung membuat Denial dan Ollan langsung berlari ke arahnya secara bersamaan, Denial pun melancarkan pukulannya dengan sekuat tenaga, namun pukulan itu dapat di tahan oleh Ken, Ollan yang mendapat kan celah langsung menekel kaki Ken yang membuat Ken langsung terjatuh, "gua yang bakal ngajarin apa itu sopan santun ke lu anj!!!," ucap Ollan yang emosi.

Denial yang melihat Ken terjatuh berniat untuk menginjak kepala Ken, namun dengan presisi Ken dapat menangkap kaki Denial, Ken pun langsung mendorong kaki Denial yang membuat Denial terjatuh, "oh, iya kah?, takutnya anak muda," ucap Ken dengan nada mengejek ke arah Ollan.

Ollan pun langsung melancarkan tendangannya mengarah ke kepala Ken, namun dengan mudah Ken dapat menghindarinya, Denial berniat untuk memukul wajah Ken, namun tangan Ken lebih cepat dengan menangkap tangan Denial, Ken pun menarik tangan Denial dan langsung menendang Denial yang membuat Denial terpental.

"Segini doang?," ucap Ken yang tengil, namun dari belakang Ollan menendang Ken yang membuat Ken terhuyung ke depan melewati Denial, "santai Niel, gua bakal hajar tuh orang," ucap Ollan yang bangga dapat menendang Ken.

Bersambung

.
.
.
.
.

Ngegantung dikit nggak ngaruh 😹😹

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 7 hours ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

HESPEROS S2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang