Matahari sudah mulai tenggelam seiring munculnya bintang bintang di langit diatas laut yang menghampar luas.Kegelapan mulai menyelimuti pinggiran kota LA,tempat dimana Nash dan Miranda berada.Rasa takut Miranda semakin menjadi jadi ketika Nash bangkit dan meninggalkannya sendiri
"Nash?"panggil Miranda "aku tidak akan meninggalkanmu,aku hanya ingin pergi kesana"ucap Nash sambil menunjuk kedekat tempat mobilnya diparkirkan. "tunggu aku,aku takut"ucap Miranda sambil berlari kecil kearah Nash.Namun sayangnya ia malah terjatuh dan sulit untuk berdiri "Nash"panggil Miranda lirih.tapi yang dipanggil sama sekali tidak menengok ataupun membuka matanya yang terpejam "Nash"panggil Miranda lagi.
"Sudah ku bilang,aku tidak akan meninggalkanmu,Miranda!"ucap Nash yang malah membentak Miranda dan bukan menolongnya "Tapi Nash..."ucap Miranda terpotong "bisakkah kau diam?kau sanggat mengganggu"ucap Nash "Maaf"ucap Miranda lirih.Miranda mencoba bangun dengan semua kekuatan yang dia punya namun sial ia tetap gagal untuk berdiri "shit"umpat Miranda berulang ulang kali.
"oh ayolah kaki bodoh bergeraklah!"umpat Miranda lagi "ouch shit kaki bodoh ini sangat menyiksa"ucap Miranda ketika ia kembali terjatuh saat mencoba berjalan "Bisakkah seseorang menolongku?aku tidak bisa berjalan.kakiku berdarah dan aku harus pulang karna ini sudah larut malam.tolonglah"ucap Miranda,tapi dia tau satu satunya orang yang ada disana hanyalah Nash tidak ada siapa siapa.
Nash P.O.V
Angin malam dipantai ini mengingatkanku dengan Kathe,dia yang selalu menemaniku pergi kepantai ini dan dipantai ini juga aku menyatakan perasanku kepadanya tapi sekarang?dia pergi dan aku tidak akan bisa menghabiskan waktuku dengannya lagi.ini salahku seharusnya aku datang lebih cepat pada saat itu jika tau semuanya akan seperti ini.
Satu satunya orang yang mau menemaniku disini hanya Miranda,gadis yang membuatku kembali teringat dengan Kathe setiapa melihat wajah dan kedua matanya.Tapi aku tau Miranda dan Kathe berbeda mereka bukan orang yang sama hanya saja mereka memiliki beberapa kemiripan.satu sisi didiriku mengatakan bahwa aku mencintai Miranda tapi disisi lain mengatakan bahwa itu tidak mungkin terjadi bagaimana bisa aku langsung jatuh cinta dengan gadis yang baru aku temui beberapa hari yang lalu apalagi mengingat Kathe yang baru meninggal beberapa waktu yang lalu.
Aku memejamkan mataku dan membiarkan angin malam yang dingin menembus tubuhku.Mencoba menjernihkan pikiranku dari semua hal membingungkan dihidupku ini,aku menghiraukan Miranda yang berulang kali memanggilku.Aku tau dia takut tapi aku masih disini dan tidak akan meninggalkannya apapun yang terjadi.
"oh ayolah kaki bodoh bergeraklah!"umpat sebuah suara yang sangat kukenal,itu Miranda!aku yakin itu Miranda "ouch shit kaki bodoh ini sangat menyiksa"ucap Miranda lagi"Bisakkah seseorang menolongku?aku tidak bisa berjalan.kakiku berdarah dan aku harus pulang karna ini sudah larut malam.tolonglah"apa yang terjadi dengannya?kenapa dia bicara seperti itu?akhirnya aku membuka mataku untuk melihat apa yang terjadi dengan Miranda
Aku terkejut saat menemukan Miranda terjatuh dengan darah yang mengalir di kakinya.Aku langsung mendekatinya dan membantunya untuk berdiri "maafkan aku"ucapku sambil melingkarkan satu tangan Miranda di pundakku "untuk apa?"tanya Miranda "aku mengabaikanmu tadi,sungguh aku tidak tau kau terluka" ucapku "kau tak perlu meminta maaf,aku juga bersalah dalam kejadian ini"ucapnya tersenyum tipis "tunggu disini aku akan mengambil sesuatu untuk menghentikan darah dikakimu"ucapku sambil membantunya duduk dikursi penumpang lalu aku langsung bergegas mengambil kaos cadangan yang selalu aku bawa dimobilku.
Aku merobek kausku menjadi potongan kecil dan mulai menutupi lukanya,setidaknya aku sudah menutupi luka itu dan membuat darahnya sedikit berhenti "thanks"ucapnya"Nash"ucapnya lagi "tenanglah,aku akan membawamu kedokter setibanya di kota nanti"ucapku sambil memandang wajahnya.Mata kami bertemu dan gotcha aku sulit melepaskan mataku dari tatapannya "Nash"ucapnya mengagetkanku "umm maaf"ucapku "tak apa"ucapnya tersenyum tipis
-skip-
Luka dikaki Miranda sudah diobati oleh dokter dirumah sakit tadi,tapi dia tetap sulit berjalan dan ya besok dia tidak akan masuk sekolah.Aku merasa kejadian sewaktu itu terulang lagi.andai saja aku tidak meninggalkan Miranda ditebing itu sendiri pasti dia tidak akan terluka dan andai saja aku tidak mengajak Miranda kepantai itu tapi mau bagaimana?semuanya sudah terjadi.
"um Miranda"ucapku sebelum dia menutup pintu Apartemenya "ya?"tanyanya "sungguh aku minta maaf karna telah mengajakmu kepantai itu,aku minta maaf seharusnya aku tidak meninggalkanmu,aku minta maaf..." "Nash sudahlah lupakan itu anggap saja itu tidak terjadi.aku tidak marah denganmu sungguh.kita masih bisa berteman"ucapnya tersenyum "tapi kau jadi tidak bisa masuk sekolah besok dan ini karna aku.kejadian saat itu terulang lagi"duh kau bodoh Nash mengapa kau mengatakan itu "kejadian apa?"tanya Miranda "tidak!lupakan"ucapku "baiklah,kau tak perlu merasa bersalah lagi Nash!kau temanku dan teman tidak akan punya dendam satu sama lain"ucap Miranda tersenyum "selamat malam,Nash"ucap Miranda sambil menutup pintu apartemennya "ya hanya teman"ucapku lirih dengan sangat pelan.
Jangan lupa vote&comment yaaaaa:)
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret.
FanfictionYou've been hiding a lot of things from me and sooner or later I will know what you've been hidden
