Romantisme hujan yang kau hingar bingarkan dalam telingaku adalah sebuah dusta belaka
Romantisme yang selalu kau banggakan itu tidak lain adalah kebohongan bagiku
Kau dan hujan adalah sama,
Omongan busuk macam apa itu
Kau menyamakan dirimu bagai romantisme hujan yang kau kata bahwa ia kan kembali meski telah jatuh berkali-kali
Tapi apa halnya dengan dirimu?
Apa kau benar-benar telah berjuang untuk itu?
Kau hanya memberi sinyal semu dari kejauhan
Kau bisikkan ucapan itu dengan sangat lirih mengalahkan hembusan nafasku
Sudahlah apa kau masih mau menyamakan dirimu dengan hujan?
Kau tak perlu menjadi hujan agar tetap dapat kembali
Biarkan kau terbang apa adanya, biarkan ia meletup dari ruang terdalam darimu
Aku katakan ini agar ia memantik bara didirimu
Bahwa apapun dirimu, aku akan selalu ada memperhatikanmu
Kamu dan masih kamu
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku, Senja dan Dia
Puisisenja mendekapku begitu erat. kulihat sudut matanya berair. akankah senja pergi dariku? akankah ia menghilang bersama harapanku padanya?
