Hold You Tight

437 42 5
                                    

Aku memasuki sebuah apartemen mewah di daerah eidinburgh paris. Tidak ada tanda tanda kehidupan disana. Bahkan yang terdengar hanya dentingan jam saja

Air mataku jatuh. Suasana ini berbeda sekali dengan suasana keluarga Ahn. Keluarga lamaku.

"Ini adalah kamarmu" phil oppa mengantarkanku ke sebuah ruangan yang penuh dengan pernak pernik bewarna pink. Ruangan itu sangat luas. Aku tersenyum. Walaupun dulu kamarku kecil tapi aku sangat nyaman.

"Sebentar lagi crys akan datang" gongchan oppa memeluk pundak ku

Aku hanya tersenyum

Aku seperti orang bodoh

Aku merindukan kalian.

Taehyung

Jae oppa

Jong oppa

****

Sebulan berlalu. kami sudah kembali ke seoul. Hanya aku dan gongchan oppa yang kembali ke seoul.

"Kau merindukan keluargamu ?" tanya gongchan oppa

"hmm" aku hanya tersenyum

Aku mengambil tasku dengan malas

"Maaf aku tidak bisa mengantarmu, aku memiliki jadwal operasi pagi ini hanra mian"

Senyum, itulah yang hannya bisa ku lakukan. Semua seperti itu.

aku memencet tombol lift. Seorang pria dengan rambut blonde didalam lift.

Ahn Taehyung

Aku tidak tau harus apa. Senang atau sedih.

"A- a -nyeong" ucapku terbata bata

"Anyeong!" Taehyung mengulas senyumnya. Senyum yang dulu ku abaikan

Kami tak berbicara lagi setelah itu. Semua terasa canggung. Sejak kejadian itu aku tidak pernah bertemu dengan keluarga Ahn.

Aku memutuskan untuk berjalan di belakang Taehyung. Aku memandang punggungnya. Punggung yang selalu aku pukul semauku ketika aku kesal

sesampai di sekolah, beberapa murid menghadangku.

"Gayeon-ssi apa kau benar keluarga taehyung"

"Ada apa ?"

Jae young melemparkanku handphonenya

"Kau bagian dari mereka ?"

Sebuah telur melayang ke arahku.

" jadi selama ini kau adalah vampire"

Aku hanya diam. Tubuhku mulai berlumur dengan telur telur busuk.

Aku menatap lekat mata mereka

" Jadi mengapa jika aku vampire, apa itu salah! Kau! Aku akan menghisap darah mu jika kau menggangguku dan taehyung!"

Mereka semua mundur selangkah.

Aku duduk di sebelah Taehyung dengan canggung.

"Bisakah kita berbicara seperti dulu" ucap taehyung dingin

"B-bolehkah?" Ucapku

Taehyung beranjak pergi. Sepertinya ia akan pergi ke bukit belakang sekolah. Aku mengikutinya

"Kau tau aku merindukanmu. Tidak kami merindukanmu aku, Jaehyun hyung dan Jonghyun Hyung"

"Taehyung-a mian" aku memeluknya

Akhirnya aku bisa memeluk tubuh dingin itu. Ahn taehyung maaf.

"Bisakah kita tetap menjadi saudara kembar" taehyung terisak

Sebentar, Taehyung menangis ?

"Kita akan selalu menjadi saudara kembar Taehyung" aku melepas pelukanya

Dan menyeka airmatanya. Kami menyusuri bukit belakang sekolah bersama. Aku menggengam erat lengan Taehyung.

Kami berdua tersenyum. Walaupun kami sudah memutuskan untuk tetap menjadi saudara. Semua pasti akan berubah. Canggung, itu yang aku rasakan saat ini. Walaupun seperti ini. Aku bahagia. langkah pertama telah aku lewati. Masih banyak yang harus aku lewati setelah ini.

Who am i ?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang