Aku menatap lekat jendela kamarku. Sebuah bayang bayang muncul di kepalaku. Kejadian kemarin membuat hatiku benar benar pecah. Apa aku benar adik gongchan oppa.
"Apa kau sudah bangun ?" terdengar suara taehyung dari luar
" ada apa ?" Aku membuka pintu kamarku
"temani aku tolong, aku harus membeli perlengkapan untuk besok"
"Tunggu sebentar"
Aku berlari mengambil blazer kesayanganku. Blazer biru dengan ukiran namaku lenganya. Blazer hadian ulang tahun dari Jaehyun oppa. Blazer yang selalu menemaniku kemanapun aku pergi
DingDong
From : Gongchan Oppa
Temui aku di paris hospital, pukul 3Aku tersenyum masam.
****
Taehyung menarikku kedalam sebuah distro kecil.
"Bagaimana dengan ini ?" Taehyung memasangkan coat coklat padaku
"Kau ingin membelikanku ?"
"Hmm... ya, anggap saja ucapan terimakasih"
"Untuk apa ?"
"Karna telah menjadi saudara kembarku"
Tanpa aku sadari air mataku jatuh. Apa aku benar benar saudaramu taehyung ?
"Eey... kau pasti tersentuh. Sudahlah jangan menangis"
"Tidak, kau menginjak kakiku bodoh" ucapku bohong
Kami keluar distro dan kembali menyusuri pusat perbelanjaan. Aku dan taehyung menghabiskan waktu bersama. Bermain ski. Makan ice cream favorit kami. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 3
"Kau pulang lebih dulu saja, aku ingin bertemu temanku" ucapku sambil memakan ice cream ku
"jangan pulang terlalu larut, kau bisa sakit" taehyung melemparkan tawa khasnya
Aku meninggalkan taehyung di cafe, lalu menuju paris hospital. Sebenarnya aku memiliki janji pada gongchan oppa untuk memeriksa darah kami. Jantungku berdebar. Aku takut akan kenyataan bahwa aku adalah adik gongchan oppa
Sesampai di rumah sakit aku melihat phillip. Ternyata phillip adalah hyung gongchan oppa. Aku masuk kesebuah ruangan putih. Aku duduk tepat di samping gongchan oppa
Suster itu mengambil darahku dan darah gongchan oppa, saat itu sangat teras sangat sakit hingga aku ingin mencabut jarus suntik itu. Rasa sakit itu melebihi rasa sakit saat jaehyun oppa mengambil darahku.
Aku menatap lemah gongchan oppa. Dia tersenyum padaku. Aku takut. Aku ingin memeluk taehyung sekarang. Aku ingin menangis dipundak jaehyun oppa. Aku ingin jaehyun oppa menenangkanku sekarang.
Kami keluar dari ruangan itu. Menunggu hasil darah kami. Gongchan oppa menarik kepalaku ke pundaknya
"Jangan takut semua akan baik baik saja" phil oppa menenangkanku
Itu adalah kalimat jaehyun oppa saat, aku kehilangan anjing kecilku
Tak lama kemudian seorang dokter datang membawa 2 amplop coklat. Dia menghampiri kami dengan senyum yang cerah
Tapi tidak bagiku. Itu adalah senyuman yang mengerikan untuk ku
Aku membuka amplop itu perlahan. Aku membaca satu persatu kalimat di bawah
"999999,9%"
Aku mundur selangkah. Punggungku terhantam dinding. Sakit rasanya. Sangat sakit.
Aku tertawa keras. Air mataku jatuh. Aku mengenggam erat amplop itu. Menatap dua orang kakak kandungku. Kakak yang tidak pernah aku panggil kakak. Aku tidak tau harus senang atau sedih
"Aku mengerti perasaanmu" gongchan oppa memeluk ku
"Aku senang bisa menemukanmu zoey" phil oppa memeluku dengan erat
Aku masih dalam diam ku. Aku ingin menangis tapi tidak bisa, aku ingin berteriak tapi tak bisa
"Kami akan mengantarkanmu pulang" ucap gongchan oppa
Aku hanya tersenyum. Meninggalkan mereka. Aku berjalan menyusuri sungai di menara eiffel. Taklama kemudia hujan turun
Tak apa itu menyamarkan air mataku. Aku menatap handphoneku lemah. Sudah lebih dari 25 panggilan tak terjawab. Ini bahkan sudah pukul 12 malam.
Aku memutuskan untuk pulang. Aku memencet bel rumah kami. Pintu terbuka
"Ya tuhan, gayeon" jaehyun oppa memasangkan handuk di tubuhku
Dingin.
Bukan dingin jaehyun oppa yang aku rasakan. Tapi dinginya suasana hatiku.
"Kau tak apa, duduklah aku akan membuatkanmu teh hangat"
"Tidak usah oppa" aku berjalan lemas menuju kamarku
"Oppa, gomawo"
Dan tiba tiba semua terasa gelap.
****
"Kau tak apa?" Tanya jonghyun oppa"Kupikir kau mati" taehyung memeluku erat
"Hei, kalian ini" jaehyun oppa melempar taehyung dengan bantalku
Aku tersenyum, menatap jendela kamarku. Menatap susunan rapi foto diatas lemari buku ku. Menatap 6 manik ungu yang sedang tersenyum. Aku takut. Aku sedih. Aku... aku... aku bukan siapa siapa lagi disini.
"Oppa" ucapku pelan
"Kau ingin aku menjelaskan ini ?" Jonghyun oppa mengeluarkan isi amplop coklat yang ia pegang dari tadi
Terdengar helaian nafas dari mereka berdua. Aku saling menatap dengan taehyung.
"Ada apa dengan kalian ? Mengapa suasanya menjadi canggung seperti ini" taehyung menatap lekat jonghyun oppa
"Gayeon, maaf. Kami tidak bermaksud memisahkanmu dengan keluargamu" jaehyun oppa mulai berbicara
"Jadi itu alasan mengapa kalian melarangku berteman dengan gongchan oppa" pertahananku pecah
"Kami tidak ingin kehilanganmu, sejujurnya awalnya kami hanya ingin memanfaatkanmu. Tapi seiring berjalanya waktu kami benar benar menyayangimu"
"Hyung" taehyung mengusap airmatanya
"Maaf. Kami benar benar tidak ingin kehilanganmu. Kami menyayangimu. Lebih dari apapun"
"Tapi mengapa kalian tidak pernah menceritakan asal usulku! Kalian pikir aku tidak tersiksa dengan perbedaan ini! Aku selalu berfikir ingin menjadi seperti kalian! Aku mempercayai kalian, melebihi aku mempercayai diriku sendiri" hatiku sudah terasa sesak saat ini
"Itu kesalahanku, aku melarang jonghyun untuk menceritakan semuanya. KARNA AKU TIDAK INGIN KEHILANGANMU GAYEON!" mendadak suara jaehyun oppa membesar
"Oppa" kami semua terdiam
Apa kalian tau, aku akan baik baik saja jika mereka langsung memberitauku bahwa aku bukan bagian dari keluarga mereka. Tapi, aku mengetahui semua ini dari orang lain yang bahkan belum aku kenal sebelumnya
Aku menatap taehyung lekat, manik matanya sudah mulai mengeluarkan air.
Aku hanya tersenyum, berdiri dan mengambil ponsel ku.
"Maaf, akulah yang salah disini" aku berlari pergi meninggalkan kamarku.
Aku beranjak meninggalkan apartemen biru itu. Tanpa membawa baju ataupun barang barang lainya. Aku hanya membawa ponselku saja. Karna ponsel itu aku beli dengan uangku sendiri.
"Gayeon-a" taehyung memeluku erat"Tak apa, kita masih akan bertemu di sekolah taehyung" aku melepaskan pelukanya
Aku menatap hangat keluarga angkatku. Terimakasih karna telah membesarkanku selama ini.
Sebuah mobil sedan putih sudah menungguku. Keluarga kandungku sudah menjemputku. Terimakasih untuk kalian para saudara angkatku. Aku akan merindukan kalian selamanya.
Dun dun dun...
Spoiler-
Ini bukan akhir dari cerita

KAMU SEDANG MEMBACA
Who am i ?
Vampirhidup diantara makhluk seperti mereka bukanlah hal yang menakutkan seperti yang kalian pikirkan. bahkan mereka menyenangkan. mereka juga dapat berbaur dengan manusia lainya... tapi ada hal yang tidak aku mengerti. bagaimana aku di lahirkan ? bagaima...