hidup diantara makhluk seperti mereka bukanlah hal yang menakutkan seperti yang kalian pikirkan. bahkan mereka menyenangkan. mereka juga dapat berbaur dengan manusia lainya...
tapi ada hal yang tidak aku mengerti. bagaimana aku di lahirkan ? bagaima...
kini aku sudah berada di depan sebuah gedung megah, aku hapal benar gedung apa itu. gedung FNC Entertainment. tempat dimana CNBlue bernaung. ya ini adalah agency Jonghyun oppa.
"oh! Gayeon! lama tidak bertemu, kau pasti mencari Taehyung. dia ada di studio musik sekarang"
"oh Seolhyun eonni, gomawo" ucapku
aku beralari menuju lantai 5 dimana seluruh lantai itu adalah lantai milik CNBlue. aku menyusuri satu persatu ruangan. tertulis studio musik di ujung lorong, terlihat seorang pria dengan Hoodie kebesaranya tertidur di meja yang penuh dengan komputer dan berbagai macam alat musik
terpapar beberapa lembar kertas dengan coretan diatasnya, dan lengkap Music note di sebelahnya.
Do you remember when we fell under Did you expect me to reason with thunder I still remember when time was frozen What seemed forever was just a moment Hurry up, hurry up There's no more waiting We're still worth saving (Jenifer Lopez - Feel The Light)
masih banyak coretan nada di sebelah buku itu, lagu itu hampir sempurna, taehyung tinggal meneyelesaikan beberapa lirik dan nadanya saja. aku menggendong tubuh taehyung keatas sofa, dan menidurakanya disana. aku melepaskan mantel biruku untuk menyelimutinya
Feel the light Shining in the dark of night Remember what we forgot I know it's a long shot But we're bringing it all back We're bringing it all back
aku memberi garis melengkung di coretan itu, menuliskan beberapa nada disana. aku tersenyum menatap Taehyung.
lagu ini ia dedikasikan untuk ku, tulisan indah di tepi music note itu memberitahu ku. "Remember What we forgot, I Know its a long shot, but we're bringing it all back" aku harus mengingat apa yang aku lupakan, Taehyung tau itu adalah perjalanan yang panjang, aku harus kembali. Taehyung, Jonghyun dan Jaehyun oppa mereka membawaku kembali ke keluarga kecil mereka.
"uh gayeon-a"
"kau sudah bangun, ayo kita pulang ini sudah hampir pukul 7" ucapku sambil menarik jaketku
"kau menyelesaikanya ?"
"hehehe maaf aku merusaknya" Taehyung mengambil beberapa kertas coretanku.
aku melemparkan senyum konyolku
"wow, bisakah kau membantuku untuk rekaman besok ?" taehyung ikut ikutan melemparkan senyum konyolnya
"t-t-tentu saja" ucapku gagap
rekaman, ah mungkin sebagai sample lagu. aku mengiyakan ajakan taehyung. sesaat kemudia dia menarik tanganku.
"kajja" kami keluar dari gedung FNC, hujan turun sangat deras malam itu. Taehyung memegang payung. aku mengaitkan lenganku pada taehyung
"kau kedinginan ?" tanya taehyung
"sedikit"
Taehyung melepaskan mantel tebalnya, ia memasangkan mantel itu ke tubuhku. dan mengancingkanya
"Taehyung-a gwaenchana ?" ucapku
"ya, kau lupa, aku ini vampir" taehyung membisikan kalimat itu
aku mencubit lenganya.
kami berjalan kaki menuju halte, karna apartemen dan kantor FNC cukup dekat. sebelum sampai di halte kami mampir ke kedai kopi. menghangatkan tubuh
"unni, 4 macaroon Chocolate Banana, dan 2 cappucino"
"kau bersama taehyung ?"
Rion, Oh Rion dia adalah gumiho. ya, aku berteman baik denganya. dia lebih tua 300 tahun dariku. hahahaa, walaupun wajahnya terlihat muda melebihi ku
"ne" aku tersenyum mengambil pesananku
aku bercanda bersama taehyung malam itu. melemparkan lelucon lelucon kami. Mengambil beberapa selca bodoh dengan taehyung. Banyak hal hal bodoh yang selalu kami lakukan dulu kami lakukan lagi
"ya! kau sudah menemukan universitas ?"
"belum, aku masih memikirkanya lagi, bagaimana dengamu"
"gongchan oppa, memintaku untuk mendaftar di stanford university" aku menundukan kepalaku
jika aku melanjutkan sekolahku di stanford, itu berarti aku berpisah untuk kesekian kalinya dengan keluarga Ahn.
"ya, sudahlah jangan dipikirkan" Taehyung melemparkan gula batu pada cappucino ku
kami melanjutkan perjalanan menuju apartemen, aku mengait erat lengan taehyung. kami berjalan menuju halte. kami menaiki bis itu. aku duduk di sebelah taehyung. menyandarkan kepalaku di pundaknya
Hiks, Hiks, Hiks
aku melihat seorang pelajar menangis, pipi kananya berwarna merah. ia terus tersedu sedu menangis. aku dan taehyung saling menatap.
"bolehkah ?" tanyaku
taehyung mengangguk, aku duduk disebelah gadis itu.
Han Hye Jin, nametag itu terpasang di seragam sekolahnya. sepertinya ia murid sma tahun pertama. itu bisa terlihat dari wajahnya
"hei, kau tak apa ?" tanyaku
Hyejin memeluku erat, ia terus menangis tersedu sedu. handphonenya terus bergetar diatas roknya
"kau harus mengugurkan bayi itu hyejin, aku-"
"sayang pulanglah, ibu akan mencoba bicara lagi pada -"
aku tersentak melihat kilasan pesan masuk di hanphonenya.
"hyejin-a gwaenchana. ya jangan menangis lagi. kau jelek sekali" ucapku sambil menghapus air matanya
"unni, aku..aku tidak tau harus bagaimana" ucap hyejin lemas
"Tinggalah di rumahku untuk sementara, sampai kau tenang" ucapku sambil memeluknya lagi.
kami turun di halte dekat apartemen, taehyung berjalan di belakangku. ia memayungi kami berdua.
"mian" aku membisikan kalimat itu di hadapanya
taehyung hanya tersenyum.
"hey tak apa" taehyung mengusap rambut hyejin pelan
buk!
tiba tiba taehyung menarik tanganya, dan itu membuat taehyung menghantam pohon yang ia lewati
"ada apa " tanyaku pada taehyung
"t- t- tidak apa" tahyung melihat telapak tanganya, tubuhnya bergetar pelan. ia menatap hyejin lekat.
aku melihat wajah taehyung menjadi sangat pucat, tidak pucat seperti biasa, bibirnya tiba tiba menggumam. hal ini tidak pernah terjadi pada taehyung
"Taehyung-a!"
*** Btw here! Selcanya Gayeon sama Taehyung
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.