Meet In The Wrong time

671 53 5
                                    

Musim panas datang bersamaan dengan perginya Musim hujan. Huh bagaimana bisa Musim hujan datang lebih dulu. Aku menyandarkan kepalaku di meja kelas. Hari kelas dimulai lebih awal dan berakhir lebih lama

"Taehyung-a belikan aku ice cream di kantin" ucapku sambil mengguncang guncang tubuh taehyung

"Gayeon-a aku sedang malas, sinar matahari membuatku lemah" taehyung menutup wajahnya dengan jaketku

"Kau tidak menyuntikan atisan kedalam tubuhmu" bissiku pada taehyung

Dia menggeleng. Oh taehyung sangat bodoh. Aku mengambil atisan dalam tasku. Atisan yang berbentuk permen

"Makan ini, aku tidak ingin menggendongmu sampai di rumah" ucapku sambil memberikan taehyung minum

"Gomawo gayeon" dia kembali menutup wajahnya dengan jaket

Dengan sangat terpaksa aku berjalan menuju kantin mencari ice cream. Aku benar benar akan meleleh jika tidak ada sedikitpun pendingin.

Heol. tumben sekali kantin ramai padahal jam pelajaran sudah berakhir dari lima belas menit yang lalu.

"Ya! Hwang Jena" teriaku melihat jena yang sedang mengerubungi salah satu meja kantin

Dia tidak mendengarnya. Aku berjalan menuju jena

Terlihat seorang pria seumuranku dengan wajah yang pucat duduk di tengah tengah kerumunan itu

"Bukankan dia sangat tampan jika dilihat dari dekat" Jena menegurku

"Siapa dia ?" Tanyaku

"Heol. Ahn Gayeon apa kau tidak pernah menonton TV ? Dia Jeon Jungkook"

"aaah jeon jungkook" aku hanya mengangguk memberi kode bahwa aku mengerti, tapi sebenarnya tidak

Aku pergi meninggalkan kerumunan itu dan kembali pada tujuan utamaku. Membeli 2 cup ice cream

Setelah mendapatkan ice cream aku menuju gedung belakang sekolah untuk menemui Jonghyun oppa.

Gedung belakang sekolah ku terhubung dengan gedung universitas jonghyun oppa karna sekolah kami adalah satu yayasan.

"Mengapa kau lama sekali gayeon" jonghyun oppa tersenyum

"Aku harus melewati bebeberapa rintangan untuk menuju kesini" candaku

"Eey kau berbohong" jonghyun oppa mengacak rambutku

"Kudengar ada murid baru di kelasmu" tanya jonghyun oppa

"iya. Dia sangat dingin tidak seperti manusia lainya" ucapku datar

"Kau yakin dia manusia ?" Jonghyun oppa meyakinkan

"Aku yakin. oppa kau meragukan kemampuanku ? Huh. Aku sudah hidup di sekeliling kalian selama 17 tahun" ucapku sambil menyendarkan kepalaku di pohon

Tiba tiba terdengar langkah kaki dari belakang

"Maaf, aku menganggu kalian" ucap jungkook

"ani jungkook kau bisa duduk disini" aku menarik lengan jungkook dan membuatnya duduk disampingku

"Pemandangan sekolah sangat indah jika siang hari seperti ini" ucap jungkook

"Dan kau bisa melewatkan kelas disini" jonghyun oppa menyeruput "Juice tomat"-nya

"Oppa! " aku mencubit lenganya

"Aku pergi dulu, aku ada kelas. Gayeon jangan menungguku jika aku belum pulang. Beritahu taehyung juga" jonghyun oppa berlari menuruni bukit gedung belakang sekolah kami

"Dia pacarmu?" Tanya jungkook tiba tiba

"Bukan, dia adalah oppaku"

"Dan taehyung" ucapnya sambil menatap lurus

"dia saudara kembarku"

Tiba tiba handphoneku berbunyi

-Hwang Jena-
dimana kau, Taehyung berkelahi dengan gongchan sekarang

Aku segera berlari kembali ke kelas setelah membaca pesan dari jena. Jungkook ikut berlari mengejarku.

Ini tidak boleh terjadi aku harus memisahkan mereka sebelum gongchan mati di tangan taehyung

Sesampai di kelas aku melihat gongchan melemah dan taehyung...

Who am i ?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang