Alhamdulilah lega tau kenyataannya. Oh ya satu lagi. Kalo musuh lo tibatiba baik ke lo. Harus lo curigai jangan sampe kejebak. Dan bodohnya gue kejebak!
ΠΠΠΠΠ
Sesampainya gue di atas gedung.
Gue mengangkat kepala gue seraya mengambil nafas yang panjang. Agar air mata ini gak keluar.
Plak
Ada yang menepuk halus pundak gue dari belakang.
Gue harap ini Kak Rian.
Gue langsung menghadap belakang.
Dan ya benar. Tepat dibelakang gue ada Kak Rian yang sedang berdiri tegak dan tak lupa memasang senyum di wajahnya.
I think, He's so PERFECT when he smile.
"Kamu gapapa?" tanyanya.
Degdegdeg
Duhh, air mata gue jadi kering gini ngeliat senyumannya dan mendengar suaranya. Mungkin. Ini. Lebay.
Emang lebay sih.
Gue menarik salah satu sudut bibir gue seraya berkata "gak papa kak"
"Jangan boong bil." tegasnya
"Iya bener kok"
"Biar aku jelasin masalah tadi!" dengan suara lembut. Oh shit! Hati iniii berdebar debar.
"Oke. Aku butuh penjelasan hehehe"
"Tuh kan bener" godanya.
"Jadi kakak sama sharon sebenernya apa?" tanya gue. Dengan gaya sok serius.
"Gak ada apa apa"
"Terus tadi?" tanya gue lagi dengan nada 'anak sok cute. Ewh. Gue jadi geli sendiri.
Kak Rian menatap gue dalam dalam.
Ahh mamahhhh. Anakmuu ingin pingsan dibuatnyaa.
"Soal hp aku dipegang dia. Tadi dia maksa minjem hp ku. Dan soal tadi suap suapan......" gayanya sambil mikir dan menatap langit.
"Apa kak?" tanya gue kesal. Abis nyebelin.
Kak Rian kembali menatap gue.
"Sebenernyaaa... " ucapnya yang menggantung.
Uhhh mau gue cekek deh tuh kak Rian. Abis ngegantung mulu kaya jemuran. Untung aja sayang, kalo engga udah gue bunuh kali heu.
"Kak ih tau ah" ambek gue.
"Ih ngambek hahhaha" tawa kak Rian.
"Emang ada yang lucu?"
"Hahhaha" Masih tetap tertawa.
"Tau ah, tinggal nih" ancam gue.
"Iya iya, jadi gini. Ibunya Sharon ternyata Staff Yayasan SMA kita ini. Terus ibunya tau kalo Sharon suka sama aku. Jadi tadi terpaksa---" belum selesai ngomong suara bell udah bunyi.
Tengnongtengnong
"Ke kelas yu udah bell nih" ajaknya.
"Ah gak asik. Kakak aja gih sama Sharon sonoo! Aku mau bolos kelas dulu" usir gue.
"Uhh, emang pelajaran apa?"
"Seni. Males kak disuruh ngelukis mulu. Udah tau gak bisa lukis. Udah gih sana ke kelas kak"
"Aku ikut kamu bolos" Ucapnya dengan cepat
"Ihh kok? Kan kakak udah kelas 11 tahun depan UN. Masa mau bolos. Nanti gak lulus baru tau rasa." cetus gue.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cogan
Teen Fiction"Cinta itu tak terduga dan tidak bisa disangka dengan siapa kita jatuh cinta nanti" - Billa Sanfia. Cowok itu yang bisa buat gue jatuh cinta lagi, awalnya gue ngedeketin dia cuma iseng. Ya, memang aneh cewek duluan yang mulai, tapi ini salah satu ca...