Haii! gue kembali lagi hhhaha jangan lupa di vote + comment ya chuyunkku mwahh
ΠΠΠΠ
Gue ga ngerti kenapa sahabat gue pada tergila gila sama si Dimo itu emang sih dia ganteng, putih, jago main gitar. Tapi menurut gue itu mainstream, iya cowok kek gitu banyak dimana mana.
ΠΠΠΠΠΠΠ
'Heh Billa' suara berat itu memanggil Billa, sepertinya Billa kenal dengan suara itu. Jangan jangan guru BK lagi. Pikir Billa.
'Duh, Pak saya kan udah ga telat lagi. Saya udah dateng pagi kok, lagi pula sekarang jam 06.30 saya udah di sekolah' Ucapnya sambil memejamkan mata dan gemeteran. Billa memutarkan badannya ke belakang agar berjadapan dengan pemilik suara itu.
'Hahahah kamu ini kalo lagi degdegan lucu ya hahaahha' Dimo menatap Billa sambil tertawa kecil. Mendengar suara tawa kecil Billa langsung membuka dan melebarkan matanya. Dan ia tercengang melihat Dimo di hadapannya yang berjarak hanya beberapa centi.
'Ka-ka Dimo, lo tau na-nama gue dari mana?' Billa gugup, gugup bukan karena melihat pesona Kak Dimo tetapi karena Ka Demo berdiri berada di dekat
'Hahahha santai dong, gue bukan Pak Agus kali yang suka ngasih hukuman ke anak yang telat. Gue baek kok. Lo mau tau gue tau nama lo dari mana?' Ucapan Dimo terhenti saat melihat Billa menggangguk kepala perlahan. 'Itu gue liat dari situ' mata Demo menujukan ke papan nama Billa.
Billa kaget, ia langsung menyilangkan tangan dan meletakannya ke badan mungilnya 'Wah ternyata lo ganteng ganteng tapi mesum juga ya kak' Ucapnya dengan kepala nunduk dan gemeteran.
'Hahahhaha apaan sih lo Billa. Orang gue ngasih tau kalo gue tau nama lo dari papan nama lo bukan itu, dasar kecil kecil parno an hahahhaha' ketawa Dimo terdengar sangat terbahak bahak.
'Ohh maaf ' Billa mulai menatap Dimo dan pipi Billa langsung memerah karena rasa malunya.
'Mati gue, duh malu. Kok pikiran gue jadi parno terus ambigu gini sihh omaygattt' Oceh Billa dalam hati seraya menutup mukanya yang sangat merah itu.
'Hahahha iya gapapa kali. Gue kaget kirain gue, lo itu centil terus genit suka ngegoda godain cowok ternyata enggak ya hahah' Ujarnya dengan santai
'Lo belum tau aja Kak kalo gue emang gitu hahah ini aja lagi nge-fake pura-pura jadi pendiem aja awalnya tapi lama-lama pasti gue bakal bongkar kok sifat gue yang sebenernya hahaha' Suara hati Billa dan tibatiba Billa senyum kejam.
'Bil, jangan bengong heyy' tangan Dimo yang berlambai-lambai di depan wajah Billa
'Eh, enggak Kak. Eh, iya iya.' Jawab Billa yang plin plan.
'Lo lucu ya hahahah udah ah gue ke kelas dulu. See you'
'Iya Kak'
Billa terus menatap batang hidung Dimo sampai Dimo benar benar hilang di hadapannya.
ΠΠΠΠ
'Woy Bi! Lo kenapa kok bengong gitu? Ih gue jadi takut lama-lama waktu SMP lo hiperaktif tapi kenapa SMA lo selalu bengong terus sih?' Violin bertanya dengan nada menyindir dan memutarkan bola matanya
'Stt deh ah gue pusing nih. Aneh, gue natap mukanya Kak Dimo deket tapi kenapa tetep gak ganteng ya? Jangan jangan lo ber dua kena pelet! Hahah' Billa menjawab seraya tertawa kecil
'Ih apaan deh Bi, emang masi jaman ya pake pelet? Ngarang aja lo Bi' Shaila menerobos pernyataan Billa karena ternyata Shaila suka dan Fanatik melebihi Violin kepada Dimo

KAMU SEDANG MEMBACA
Cogan
Teen Fiction"Cinta itu tak terduga dan tidak bisa disangka dengan siapa kita jatuh cinta nanti" - Billa Sanfia. Cowok itu yang bisa buat gue jatuh cinta lagi, awalnya gue ngedeketin dia cuma iseng. Ya, memang aneh cewek duluan yang mulai, tapi ini salah satu ca...