Katanya Kak Rian udah benci sama Sharon. Tapi apa? Kok malah suap-suapan gitu. Berdua-duaan lagi. Terus mana hp nya Kak Rian dipegang sama Sharon.
Gue aja belom pernah.ΠΠΠΠΠ
"Ayo kak pulang" pinta Sharon seraya memeluk kak Cogan gue.
Ewh. Kek anak kecil. Tapi mukanya tua.
Ewh.
Ewh.
Ewh.Kak Rian langsung risih gitu, liat deh hahhahaha. Yes!
"Lepasin Shar, ya udah ayok pulang!" ketus Kak Rian ke sharon hahhaha mamvuss youuu hahhaa.
"Bi, aku pulang dulu ya." pamitnya
"Iya kak"
ΠΠΠΠΠ
Gue, Shaila dan Vio. Lagi jalan menuju ke kantin. Hari ini super duper laper parah.
Dugdugdug
Seperti ada langkahan kaki yang sedang terburu buru. Iya, ada orang yang lari di belakang gue. Tapi siapa?
Ahh orang lain kali ya
Plak
Ada sedikit pukulan keras di bahu belakang gue.
Gue pun menengok kebelakng mencari sumber siapa yang menepuk bahu belakang gue.
"Bil" orang itu tepat ada di beberapa senti dari wajah gue. Deket banget parah.
Untung cewek bukan cowok.
Terlihat muka yang sedikit pucat, mungkin karena terburu buru.
"Ada apaan del?" ia adalah Deliana teman semasa SMP dan juga teman sekelas sekarang.
"Hhhh.. Hhh.. Hhhh... Itu bil.. Hhhh.." Deliana menjawab sembari ngoa-ngosan.
"Tarik nafas... Buanggg" intruksi Shaila kepada Deliana seraya menganggkat kedua tangan lalu menurunkan kedua tangannya.
"hhhh.. Hhh.." Deliana mengikuti intruksi Shaila.
"Udah lega?" tanya Vio.
"Itu Bill. Kak Rian" Ucap Deliana seraya mengabaikan pertanyaan Vio.
"Hah? Kenapa?" jawab gue dengan ekspresi santai tapi sebenernya panik.
"Kak Rian lagi tukeran Hp terus sekarang lagi suap suapan sama Sharon" Ucap Deliana dengan pucat dan pelan.
Memang hubungan kedekatak gue sama Kak Rian udah tersebar ke seluruh penjuru sekolah.
Bhaq
Lebay.
"Ah masa boong lu! Dimana?" tanya Shaila.
"Liat deh di pinggir lapangan basket yu!" ajak Deliana
ΠΠΠΠ
"Dimana?" tanya gue sambil mengedarkan pandangan -seperti mencari seseorang- emang lagi mencari yak.
"Itu tuhh" jawab Deliana sembari menunjuk ke dua orang -cewek dan cowok- yang sedang duduk berdua, tepatnya benar apa yang dikatakan Deliana.
Deg
Deg
Deg
Kok sakit yha?
"Eh gila bil" Ujar Vio dengan keras.
Kak Rian menengok sumber suara. tepatnya ke arah kita -gue,vio,Shaila,Deliana-
Mata kita bertemu.
Deg
Kak Rian segera menghentikan aktivitasnya.
Gue memutuskan kontak mata dengannya.
Dan berlari meninggalkan mereka semua tanpa peduli panggilan mereka.
Apa Kak Rian akan nyamperin gue ke atas kayak waktu dulu?
Entah.
Muhehehehhe sedikit ya? Maafin. Lagi sibukk hahhaha gaiya ya emang. Comment + vote nya plis! Part selanjutnya terkuak hubungan Rian dan Sharon. Siapa kah yang di pilih Rian? Bila atau Sharon? Dont miss it! Besok Insha Allah update kembali.
Doain biar kepilih jadi ketua MPK SMA gue ya!
Aamiin
Love u,

KAMU SEDANG MEMBACA
Cogan
Teen Fiction"Cinta itu tak terduga dan tidak bisa disangka dengan siapa kita jatuh cinta nanti" - Billa Sanfia. Cowok itu yang bisa buat gue jatuh cinta lagi, awalnya gue ngedeketin dia cuma iseng. Ya, memang aneh cewek duluan yang mulai, tapi ini salah satu ca...