Hafifah mengelap matanya. 'Bantu gue selalu Dang.'
'Selalu ngebantu.'
Hafifah terdiam. Desiran angin melewati depan wajahnya. Ia tahu, Endang pergi sejenak dari khayalan nyatanya.
***
Rabu, 5 September 2015.
Riuh-riuh suara Anak OSIS menggema. Pasalnya perjalanan menuju gunung Ceremai akan segera brrlangsung dalam hitungan menit.
Segala persiapan telah rampung. Mobil Bus untuk perjalanan kita juga sudah terparkir rapi dihalaman sekolah.
"Udah pada dateng semuanya?"
"Belum pak, Ariska belum dateng." Ucap Hilda.
"Oke. Lima menit kita tungguin. Kalau sampai nggak dateng. Ariska kita tinggal." Ucap Pak Joel, kemudian Pak Joel pergi meninggalkan Kumpulan Anak OSIS.
'Semoga Ariska emang nggak dateng.' Hafifah berdoa dalam hati.
Hampir lima menit kita menunggu Ariska, tapi cewek itu tak kunjung datang. Sepertinya doa Hafifah memang akan benar-benar terwujud.
Pak Joel menghampiri kumpulan Anak OSIS, "Ariska belum dateng ya? Pada naik gih. Mau berangkat."
"Yahhh... masa kita ninggalin Ariska sih pak." Ucap Nissa.
"Iya Pak," sambung Sitha.
"Ya habisnya nggak dateng-dateng. Udah langsung pada naik aja."
Dengan lesu, semuanya berjalan menaiki bus. Baru satu langkah mereka berjalan.
"Maaf pak, saya terlambat."
Hafifah langsung menoleh, Ariska... Malaikat maut itu datang?
"Iya nggak kenapa-kenapa... Udah kamu buruan naik."
Ariska menyusul naik kedalam bus.
"Hai Hafifah." Ariska duduk disebelah Hafifah.
"Eeehh... Bangku nya lo sama Fitri, Ka. Gue disini sendiri."
"Emang ya? Oh yaudah. Gue kedepan." Ariska bangkit dari duduknya, lalu menghampiri Fitri yang sudah berada didepan.
"Udah anak-anak. Angkat tangan kalian masing-masing. Berdoa dengan kepercayaan masing-masing, berdoa dimulai."
Semua menundukan kepala.
"Berdoa selesai."
"Jalan! Jalan! Jalan!"
"Oke pak sudah mulai jalan."
Mobil bergerak dengan perlahan.
Tujuan kemping kali ini adalah di Gunug Ceremai. Gunung Ceremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut. Gunung ini memiliki kawah ganda.
Gunung Ciremai dengan jalur mautnya dan seringnya jatuh korban dari para pendaki ternyata menimbulkan berbagai kisah menyeramkan.
Beberapa kawasan di gunung ini diceritakan memiliki aura mistik yang kental. Salah satunya situs Kuburan Kuda, yang merupakan kuburan kuda tentara Jepang di masa penjajahan. Jika melewati daerah ini sering terdengar ringkikan kuda tanpa ada wujudnya.
Ada pula Situs Papa Tere, yang dianggap angker karena pernah terjadi pembunuhan terhadap seorang anak oleh ayah tirinya. Situs Sangga Buana dan Pengasungan juga dikabarkan angker karena sering terdengar derap langkah kaki para serdadu Jepang. Menurut cerita, tempat ini dulunya menjadi tempat pembuangan tawanan perang dari Indonesia.
KAMU SEDANG MEMBACA
What's A Game?
Mystère / Thriller[COMPLETED] (Cerita sedang direvisi) Disebut apakah permainan ini? Apakah permainan Kematian? Atau Permainan Maut? Yang jelas, Mereka ada dalam Target... ©2015 by HafifahKomariah
