2- (Revisi)

14.3K 622 2
                                        

Lea berjalan gontai menuju kembali ke kamarnya, bukan untuk tidur, dia hanya ingin menenangkankan pikirannya. Entah ini mimpi atau bukan, tapi jujur, dia merasa senang Karna Ed memeluknya dan meminta maaf. Tetapi, hatinya kembali menjadi sakit ketika dia mendengar sendiri dari bibir prianya, kalau dia membenci diri Lea.

"Apa lagi ini tuhan?" tanya Lea

tak sengaja dia menyeka air matanya, dan tentu tak sengaja di Menyentuh pipinya yang lebam. Sedikit merintih dia berjalan gontai menuju meja riasnya, dirinya memandang seseorang yang memandang dirinya juga.
Pipi memar hidung merah dan mata bengkak, dia tersenyum miris.

Dia bahkan sampai lupa dengan wajah bersinar nya dulu, wajah yang dulu tampak bahagia, kini berubah menjadi seperti monster. Tidak mau lama-lama meratapi pantulannya, dengan segera dirinya beranjak ke kotak P3K. Mengambil alat yang mampu untuk menghilangkan sedikit memar itu.

Dan setelah mengobati lukanya, dia kembali keranjangnya. Ingat hanya ranjangnya, karna Ed tak pernah seranjang dengan dia.

Tak terasa pukul sudah menunjukkan 3 pagi. Jadi,selama itu dia termangu.
Tak lama suara deruan mobil terdengar, dirinya yakin kalau itu suaminya. Dengan cepat dia kembali beranjak dari kasurnya menuju keluar menyambut Ed.

namun,

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itu lah pepatah yang cocok untuk gadis ini.
Sudah ditampar lalu,

Yatuhan apa lagi ini!!

Dia harus melihat suaminya bercumbu dengan wanita yang dia yakini adalah jalang.

"Jadi kau membawa jalang ini ke rumah ini Ed," batinnya

Lea hanya tersenyum kecut, cukup sudah dia bertahan selama ini,cukup sudah kesetiaan yang ia junjung tinggi selama ini. Dia tidak mau jadi wanita bodoh lagi.

Tidak mau terjatuh dan terjerembab kembali,

"Enough Ed," katanya lirih

Dia tidak mau berlama-lama berdiri di tempat ia berpijak, menurut dia ini semua seperti neraka.

Dengan cepat dia keatas,menutup pintu sekencang-kencangnya, lalu dia mencari benda yang bisa berdering, setelah menemukannya dia segera memencet beberapa nomor.

Tak lama

"Hallo,"kata Lea gemetar

"..."

"Daren bantu aku," lirihnya

"..."

"Bantu aku untuk menyiapkan surat perceraian,atas nama Lea Elizabeth Christopher dan Edward Alexander. Secepatnya, ku mohon dalam waktu 3 hari surat itu sudah harus selesai, please," lirih nya

Kali ini dia tak bisa merasakan kakinya menyentuh tanah,semua telah berakhir Lea,semua akan baik-baik saja tenanglah, Batinnya berbicara.

Dan tak lama telepon yang didenggam Lea terjatuh

"Selamat tinggal Ed," lirih nya

Dengan cepat dia bangkit berdiri dengan sisa tenaga yang ada di dalam tubuhnya,dia menatap setiap ruangan yang ada dikamarnya,

Dan

"Aku akan rindu dengan ruangan ini," gumam nya lalu tersenyum miris

SWMP|| edward love storyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang