"WHAT??DIJODOHIN??"Seru Dinara saat Ibu menjelaskan pertemuannya dengan laki-laki bernama Revan.
"Iya!Makanya Ibu nyuruh kamu buat ketemu sama dia,eh kamu malah kabur pake acara poop segala lagi!"
"Lagian,Nana gak suka!Ada hal lain yang lebih penting yang mau Nana kasih tau ke Ibu dan Ayah!"
"Apaan,Na?"Tanya Ayah.
"Nana mau sembuh!Nana mau operasi,Ibu,Ayah!"
"Kamu serius,Na?"Tanya Ibu tak menyangka.Nana mengangguk mantap.
"Iya,bu!Setelah Nana pikir-pikir,masih banyak yang mau Nana lakuin kalau Nana sembuh nanti."
"Alhamdulilah akhirnya kamu mau juga,Na.Siapa yang udah mempengaruhi kamu sampe kamu mau?"Tanya Ibu senang.
"Seseorang."
"Oke,Ayah akan urus semua persiapan operasi kamu,Na!"
***
Dua hari kemudian...
Dinara baru saja bangun dari tidurnya.Dengan mata tertutup ia masuk ke kamar mandi,mencuci muka lalu menyikat giginya.
TING NUNG!TING NUNG!Bel rumah tiba-tiba saja berbunyi.
TING NUNG!TING NUNG!
"Ibuu,ada tamu tuh!"Pekik Dinara sambil menyikat gigi.
"Coba kamu buka dulu pintunya!Ibu lagi kebelet nih!"
"Iya iya."Dengan sikat gigi yang masih nyangkut dimulut,Dinara membuka pintunya.
"Hai."Dinara beku ditempat dengan sikat gigi dimulut yg masih tersangkut.Mulutnya setengah terbuka dan ia nyaris tersedak sikat gigi karena melihat orang yang ada didepannya.
"Siapa,Na?Eh Revan?Ayo masuk!"Kata Ibu yang sudah selesai dari kebeletnya.Dinara masih beku ditempat memperhatikan ibunya menuntun tamu itu untuk duduk.
"Nana!"
"..."
"Nana!"
"Eh iya?"
"Kelarin dulu sana sikat giginya!"
"I-iya!"Cepat-cepat ia berlari ke kamar mandi.
~~~
"Jadi dia pagi-pagi kesini cuma mau bilang kalo keluarganya ngundang keluarga kita buat makan malem?Dia kan bisa nelpon!"
"Gak tau deh.Mungkin dia mau ketemu kamu kali!"goda Ibu yang sedang membersihkan karpet dengan vacuum cleaner .
Dinara mengambil ponselnya cepat yang ada dikarpet,takut kesedot vacuum cleaner."Aku gak ikut ah!"
"Pokoknya kamu harus ikut!Kalo enggak,kamu gak Ibu kasih uang jajan selama satu minggu!"Ancam Ibu seraya menyodorkan selang penyedot debu ke arah Dinara.
"Jangaaaaannn!!!Huaaa!!!iya-iya aku ikut!"
***
Malampun tiba,Nana beserta Ayah dan Ibunya siap berangkat ke rumah Revan.Nana memakai minidress berwarna tosca dengan rambut panjangnya dibiarkan tergerai dan memakai Converse putihnya."Bu,apa gak lebay aku pake baju ini?"Tanya Dinara.
"Enggak kok!Cantik banget!Yaudah ayo kita cusss!"Seru Ibu riang.
Setengah jam kemudian mereka sampai.Ibu dan Ayah Dinara dipersilahkan masuk oleh keluarga Revan.Tapi Revan tidak melihat kehadiran Dinara.Ada sedikit rasa kecewa dihatinya.
"Hmm...Tante,Nana gak dateng?"Tanya Revan.
"Nana-"
"Maaf Nana telat!"Seru Dinara tiba-tiba.Sentak seluruh perhatian mengarah kearahnya.Revanpun dibuat tak berkedip olehnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Destiny
Storie d'amore"Kenapa kita harus bertemu?" "Kenapa hal tak terduga harus terjadi diantara aku dan kamu?" "Kenapa dunia ini terlalu sempit?" "dan,kenapa harus kamu yang kutemui?" Dinara,seorang gadis berusia 17 tahun yang merasa hidupnya terasa kacau setelah berte...