Yon

9.5K 514 25
                                        

Author POV

Disinilah mereka. Berjalan beriringan melewati kerumunan orang dan pandangan mereka, terutama para wanita, tertuju ke arah mereka berdua. Mereka berdua hanya terus berjalan melewati kerumunan itu.

Mereka berdua. Ya siapa lagi kalau bukan Naruto dan Hinata yang mungkin sebentar lagi akan jadi trending topic di sekolah, bahwa seorang kouhai biasa bisa pacaran dengan seorang senpai yang sangat terkenal di sekolah mereka.

"Eh eh, bukannya itu murid kelas sepuluh ya? Kenapa bisa dgn Naruto -senpai?"

"Apakah dia berpacaran dengan Naruto -senpai?"

"Apakah mereka berdua pacaran ya?"

Percakapan demi percakapan tentang Naruto dan Hinata cukup terdengar ditelinga mereka. Naruto hanya cuek saja karena ia telah terbiasa dibicarakan. Dia hanya santai berjalan melewati kerumunan itu.

Tapi gimana dgn Hinata? Dari tadi ia hanya bsa menahan malu karena bisa berjalan bersama Naruto. Jangan lupakan mukanya yang sejak tadi sudah semerah kepiting rebus karena tangan nya yang sedari tadi digandeng Naruto.

Akhirnya mereka bisa melewati kerumunan itu.

"Sudah sana kembali ke kelasmu. Akan kupanggil jika aku memerlukanmu" Naruto mengatakannya dengan muka datar. Dia tidak merasa bersalah karena mengatakannya tadi.

"Dan ingat, jangan beritahu siapapun. Termasuk sahabat2 mu" ucapnya lagi sambil berbalik meninggalkan Hinata.

'Akan kupanggil jika aku memerlukanmu'

Hinata masih terdiam disana. Ia mengaku sebenarnya ia sedih karena kata2 Naruto tadi. Tapi ya sudahlah, Hinata hanya seorang kouhai yang tidak mempunyai cukup keberanian untuk melawan senpai nya itu. Lagipula ia sudah cukup senang karena bisa dekat dgn Naruto.

.
.

Waktu istirahat...

"Hinata! Kau jadian sama Naruto baka ya?!"

Hinata hampir tersedak makanannya karena pertanyaan Sakura tadi.

"Eeh maaf ya kau hampir tersedak. Tapi kau jahat Hinata. Masa kau jadian dengan Naruto tdk cerita ke aku?"

"Bagaimana mau cerita sih Sakura. Dia saja tdk punya nomor telponmu"ucap Ino.

"Oh iya kau benar Ino. Oke! Habis ini kita tukaran nomor telpon. Tapi kau hebat Hinata. Kau baru cerita ke aku dan kalian sudah jadian." Hinata hanya tersenyum karena pujian Sakura. Tapi, itu semua hanyalah drama belaka.

"Jangan khawatir. Kalo dia macam2 padamu, akan kuhajar dia. Kau tinggal bilang saja padaku. Oke?" Ucap Sakura.

Hinata hanya mengangguk.

Jangan beritahu siapapun

'Aku juga berharap bisa memberitahumu kalau aku dan Naruto -senpai..'

Teett teett

Waktu istirahat pun habis. Sakura pamit pada Ino dan Hinata kembali ke kelasnya.

"Oke aku balik ke kelas dulu ya. Jaa." Ucapnya sambil berbalik. Hinata dan Ino hanya tersenyum.

'..hanya pura2 pacaran.'

.
.

Hinata berjalan keluar kelas karena bel pulang telah berbunyi sedari tadi. Ino telah pulang dari tadi karena harus membantu ibunya menjaga toko siang ini.

"Rupanya kau baru saja keluar" suara itu mengagetkan Hinata. Seketika itu juga ia menoleh ke arah sumber suara itu. Siapa lagi kalau bukan Naruto.

"Na.. Naruto -senpai ?! Se.."

"Sedang apa aku disini? Ya aku menunggumu lah. Siapa lagi orang yang kukenal dikelas ini kecuali kau." Hinata hanya terdiam.

"Kebetulan sekolah ini sudah sepi" lanjut Naruto dan ia melempar tas nya ke arah Hinata (lagi) dan (lagi) Hinata refleks menangkapnya.

"Bawakan tas ku. Oh ya sebelum itu, belikan aku minuman dikantin. Akan kutunggu di lapangan basket indoor." Lalu Naruto melangkah meninggalkan Hinata. Hinata hanya bisa pasrah.

.
.

Setelah membelikan Naruto minuman sambil membawa tas Naruto yang tdk bisa dibilang ringan, Hinata melangkah ke arah lapangan basket indoor sekolahnya. Saat sampai di depan pintu masuk, Hinata terpana saat Naruto melempar bola basket itu ke ring. Ia memang biasa melihat Naruto saat2 pertandingannya bersama teman2 nya. Tapi kali ini berbeda. Serasa Naruto hanya bermain untuknya. Didalam ruangan ini yang hanya ada mereka berdua.

"Terpana huh?" Ucapan itu membuyarkan lamunan Hinata. Hinata merasa malu dengan dirinya sendiri karena memperhatikan Naruto sedari tadi.

"Ayo" kata Naruto melewati Hinata yang masih membeku disana.

.
.

Malam ini Hinata sedang disibukkan dengan pr nya. Tiba2 handphone nya berdering. Entah dari siapa yang sms jam segini.

From : 0xxxxxxxxxxx

Kau akan kutunggu lagi ditempat aku menunggumu tadi pagi untuk membawakan tas ku.

Jangan lupa buatkan bekal untukku. Aku malas jajan disekolah.

Jangan heran aku dapat nomormu dari siapa. Aku memintanya dari Sakura -chan.

Simpan nomorku. Jadi jika aku memerlukanmu aku tinggal sms.

-Naruto

Hinata melongo tdk percaya. Ternyata Naruto yang sms. Hinata sangat senang karena dapat sms dari Naruto. Walau pesannya isinya cuma perintahnya saja.

###

Haiii minna -san. Lama tidak berjumpa dengan author yang gaje ini yaaaahhh. Pasti pada kengen yaaaaa???

Makasih ya untuk comment dan saran2 di chapter sebelumnya. Kemungkinan di fic ini author akan makai saran kalian.

Terus kasih vommentnya yaaaa...  Nada usahain bakal bales comment2 nya. Heheheh :D

Gimana ya kelanjutannya? Pada mau tau nggk hayooo? Tunggu chapter selanjutnya yaaaaa

Arigatou gozaimasu \^0^/

Jaa~

Be Mine, Hinata -chanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang