Liburan musim panas. Mungkin bagi mereka yang punya pasangan menjadi satu kesempatan bagus untuk pergi bersama. Tapi itu tidak berlaku bagi Sakura. Walaupun ia telah resmi mendapat gelar 'pacarnya Sasuke', tapi ia tetap setia dengan buku-bukunya. Ia hanya ingin fokus belajar untuk bisa meraih impiannya menjadi dokter ahli bedah, dan menjadi salah satu kebanggaan pacarnya.
.
.
.
-A Date With You : Sasuke – Sakura bonus part-
"Sudah ya, aku pulang. Daah Ino" ucap Sakura sambil melambaikan tangan kearah Ino.
"aku juga duluan ya, Ino -chan. Daah." Hinata melambaikan tangannya juga dan menyusul Sakura. Ino membalasnya dengan lambaian tangan yang sama.
"kalau begitu, aku pergi dulu ya Hinata." Sakura berlari meninggalkan Hinata.
"emm, hati-hati, Sakura -chan" jawabnya.
'enaknya mereka yang pergi berkencan. Aku sendiri tak yakin apa Sasuke -kun yang pendingin begitu bisa diajak kencan' gumam Sakura. Walaupun ia bilang tak tertarik untuk keluar rumah, tapi ia juga sekali-kali punya bayangan untuk pergi dengan Sasuke. Bagaimanapun, statusnya yang sudah berubah menjadi seorang pacar tak bisa menahan seorang wanita yang selalu ingin bersama sang pacar walau hanya sebentar saja.
.
.
.
Musim panas kali ini sungguh sangat panas yang membuatnya harus memakai kaos tanpa lengan dan hotpants yang membuatnya terlihat sangat seksi bagi mata kaum adam manapun. Ia terpaksa memakainya untuk menghilangkan rasa gerahnya. Tadi pagi orang tuanya pergi kerumah neneknya di Nagasaki untuk menikmati liburan musim panas kali ini. Sakura terlalu malas untuk ikut karena menurutnya akan sangat panas menikmati liburan diluar sana mengingat ini adalah hari pertama liburan musim panas dimulai.
Terdengar sebuah suara ketukan pintu rumah Sakura. Sakura mengira itu adalah orang tunya karena mungkin mereka melupakan sesuatu. Kemudian ia membuka pintunya. Ia sangat-begitu terkejut saat melihat orang yang dihadapannya sekarang ini. Itu Sasuke. Bagaimana dia tidak terkejut, saat ini keadaannya bisa dikatakan cukup menggoda. Dan sekalipun punya sikap dingin, Sasuke juga termasuk kaum Adam, terlebih lagi melihat Sakura yang sekarang berstatus sebagai pacarnya.
BRAAAKKK!!!
Tiba-tiba saja Sakura menutup- lebih tepatnya membanting pintu rumahnya didepan Sasuke begitu saja dan bergegas menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya. Kemudian ia turun untuk menemui Sasuke dibawah. Ia cuma berharap Sasuke masih dibawah sana menunggunya setelah apa yang ia perbuat tadi.
Sementara Sasuke masih diam terkejut dengan perlakuan Sakura tadi. Sasuke tahu kejadian tadi bukan dasar karena Sakura membencinya. Selama bukan itu, ia tak ada alasan untuk pergi dari tempat saat ini dia berdiri. Tak lama kemudian pintu rumah Sakura kembali terbuka dengan pelan menampakkan Sakura dengan baju yang lebih tertutup dan tak lupa semburat merah dipipinya.
"etto.. masuklah, Sasuke -kun" pinta Sakura yang langsung dituruti oleh Sasuke.
Saat ini Sasuke sedang duduk diruang tamu menunggu Sakura yang sedang membuatkannya minuman. Ia masih sedikit gugup setelah melihat penampilan Sakura tadi pagi.
"ini minumlah, Sasuke -kun."
"umm, arigatou, Sakura." Sasuke meminum minuman itu dengan cekatan. Siapa sangka Sasuke yang biasa dingin di sekolah bisa segugup ini.
"etto Sasuke -kun, bisakah kau lupakan apa yang kau lihat tadi-" belum sempat menyelesaikan ucapannya, Sasuke tiba-tiba tersedak-sedak karena ucapa Sakura tadi. 'Mana bisa aku melupakannya!' setidaknya itulah yang berada dipikirannya saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Be Mine, Hinata -chan
FanfictionKisah cinta murid KHS antara sang kapten tim basket Naruto dan seorang kouhai manis Hinata yang menjalin hubungan yang berawal tanpa rasa. Bahkan ia tidak ingat bahwa kouhai itu adalah seseorang yang ia nanti selama ini. Seseorang yang penting dalam...
